PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA

Sabtu, 21 Mei 2011


ORGANISASI INFORMASI

Yg dimaksud dengan Informasi adalah informasi rekam yaitu pengetahuan yg dikomunikasikan melalui pelbagai media rekam.
Dilihat dari bentuk penyajian, informasi rekam dapat dituangkan dalam :
1.              Media cetak biasa, seperti buku, majalah, brosur
2.              Media cetak mikro, seperti microfilm dan mikrofis
3.              Media pandang dengar, seperti film, pita rekam, slide, dsb.
Dengan berlimpahnya informasi maka semakin sulit untuk memperoleh informasi dari sejumlah bahan pustaka tsb. Oleh karena itu diperlukan adanya pengaturan atau organisasi supaya informasi rekam yg ada dapat ditemukan kembali bila ada yg memerlukannya.
Di perpustakaan, organisasi informasi berkisar pada pelbagai kegiatan yg bertujuan agar supaya setiap bahan pustaka dalam koleksi perpustakaan dapat :
1.              Diketahui tempat fisiknya melalui nomor panggil, dan
2.              Dikenali melalui sajian ringkas dari bahan pustaka yg disebut dengan cantuman bibliografi.

Dengan organisasi informasi, perpustakaan membangun system informasi untuk menunjang temu kembali informasi dari koleksi bahan pustaka.Untuk itu perpustakaan dapat dipertimbangkan untuk dikatakan sebagai system informasi dalam konsep yg mendasar.Kerangka dasar system informasi memberikan garis besar yg sederhana, serta menunjukkan bagian-bagian utama yg sama pada semua lembaga simpan dan temu kembali informasi, seperti pepustakaan, kearsipan, pusat dokumentasi dan informasi, tanpa memperhatikan tingkat mekanisasi maupun jenis informasi yg dikelola lembaga-lembaga tsb.
Dalam system informasi terdapat 4 komponen, yaitu:
1.              Bahan Pustaka
Bahan Pustaka merupakan media informasi rekam baik tercetak maupun noncetak yg merupakan komponen utama di setiap system informasi, baik perpustakaan ataupun unit informasi lainnya.
2.              Susunan Koleksi
Koleksi perpustakaan hanya dapat disusun berdasarkan salah satu cirinya. Ada 2 cara yg dapat dipilih untuk menyusun koleksi perpustakaan :
a.              Penempatan Relatif yaitu menampilkan susunan koleksi berdasarkan subjek bahan pustaka tsb.
b.              Penempatan tetap yaitu menampilkan susunan koleksi berdasarkan salah satu ciri bahan pustaka, kecuali ciri subjek.
3.              Catalog
Dalam system informasi di perpustakaan, yg berfungsi sbg ingatan adalah catalog yg merupakan sajian ringkas koleksi perpustakaan. Terdapat beberapa bentuk catalog yaitu dlm bentuk kartu, buku, mauun yg terbacakan mesin yg dikenal dgn OPAC (Online Public Access Catalogue)
4.              Pengguna
Adalah pengguna perpustakaan yg akan memanfaatkan koleksi perpustakaan.

Proses yg terjadi di perpustakaan sebagai system informasi meliputi 2 kegiatan:
1.              Pengindeksan
Adalah terjemahan dari istilah indexing (Needham, 1971:95) meliputi semua proses yg berkaitan dgn masukan pada system tsb, seperti analisis subjek, klasifikasi dan pembuatan catalog.
2.              Temu Kembali Informasi
Pengindeksan sebagai kegiatan dalam teknik bibliografi mensyaratkan adanya pemahaman mengenai bahan pustaka yg ditangani serta kemampuan dalam menggunakan peraturan pengatalogan , membuat analisis subjek, dan menggunakan alat-alat bantu untuk menentukan kandungan informasi atau subjek bahan pustaka. Pengindeksan meliputi 2 kegiatan, yaitu pengatalogan deskriptif dan pengindeksan subjek.

PENGATALOGAN DESKRIPTIF
Merupakan kegiatan mengidentifikasi dari ciri-ciri fisik suatu bahan pustaka, seperti pengarang, judul, tempat terbit, nama penerbit, jumlah halaman, dll.Hasil identifikasi bahan pustaka tsb kazim disebut dgn istilah deskripsi bibliografi.
Jika dikaitkan dgn tujuan catalog, maka adanya titik akses pengarang memungkinkan pengguna untuk :
1.              Menmukan bahan pustaka tertentu yg diketahui pengarangnya.
2.              Mengetahui karya-karya dari pengarang tertentu yg terdapat dalam koleksi perpustakaan.
The Aglo American Cataloging Rules (AACR) adalah pedoman pengatalogan yg sta
ndar, digunakan secara internasional untuk kegiatan pengatalogan deskriptif.

PENGINDEKSAN SUBJEK
Dalam pengertian umum banyak orang yg menyebut kegiatan pengindeksan subjek ini dgn istilah klasifikasi.Pengertian klasifikasi ialah suatu kegiatan yg mengelompokkan sesuatu benda yg memiliki beberapa ciri yg sama.
Setiap bahan pustaka yg masuk kedalam perpustakaan harus diadakan analisis terlebih dahulu mengenai atau pa bhan pustaka tsb. Kegiatan ini disebut dgn istilah analisis subjek.Setelah diketahui subjeknya, kemudian subjek tsb diterjemahkan ke dalam suatu kode atau bahasa indeks tertentu. Jadi ada 2 tahap kegiatan pengindeksan subjek yaitu :
1.              Analisis subjek
2.              Deskripsi indeks
Yg merupakan sajian ringkas dari kandungan isi bahan pustaka dan berfungsi sebagai titik akses subjek.
Titik akses subjek dalam catalog dan susunan koleksi bertujuan untuk :
1.              Menunjukkan subjek-subjek tertentu yg ada dalam koleksi perpustakaan
2.              Menunjukkan kaitan yg ada di antara subjek-subjek yg ada dalam koleksi perpustakaan.

KLASIFIKASI DAN TAJUK SUBJEK
Dalam kegiatan pengindeksan subjek yg meliputi klasifikasi dan tajuk subjek, memerlukan adanya pemahaman mengenai :
1.              teori yg mendasar analisis subjek
2.              mekanisme skema klasifikasi dan daftar tajuk subjek yg digunakan untuk menentukan nomor kelas dan tajuk subjek.


KATALOG PERPUSTAKAAN
Katalog perpustakaan merupakan sarana temu kembali informasi hasil kegiatan pengindeksan. Setiap entri catalog memuat cantuman bibliografi sebagai sajian ringkas bahan pustaka di perpustakaan.Selain cantuman bibliografi, pada entri catalog jg terdapat nomor panggil yaitu kode unik, diberikan pada setiap bahan pustaka yg menunjukkan tempat/lokasi bahan pustaka itu dalam susunan koleksi.
Charles Ami Cutter dalam karyanya berjudul Rules for a Dictionary Catalog, 1876 (Needham, 1971:14) merumuskan bahwa tujuan catalog adalah:
1.              untuk memungkinkan pengguna menemukan bahan pustaka, jika yg diketahui dari bahan pustaka itu adalah :
a.              nama pengarang
b.              judul
c.              subjek
2.              untuk menunjukkan karya-karya yg dimiliki perpustakaan
a.              oleh pengarang tertentu
b.              mengenai subjek tertentu
c.              dalam jenis (atau bentuk) literature tertentu.
3.              Untuk membantu dalam pemilihan buku dari segi :
a.              Edisinya
b.              Karakternya

SISTEM KATALOG
Untuk memungkinkan pengguna menemukan bahan pustaka lewat pengarang, judul dan subjek, maka perpustakaan harus menyediakan 3 macam susunankatalog, yaitu :
1.              Catalog pengarang
2.              Catalog judul
3.              Catalog subjek
Satu perangkat catalog atau satu system catalog tersebut memberikan 3 pendekatan atau titik akses yaitu dari pengarang, judul, maupun subjek.
Sistem catalog di perpustakaan ada 2 macam, yaitu :
1.              Sistem catalog berkelas, terdiri dari 3 susunan catalog
a.              Catalog berkelas
Yaitu catalog subjek yg entri katalognya disusun menurut nomor kelas (notasi) berdasarkan suatu skema klasifikasi.
b.              Catalog pengarang
Judul yg entri katalognya disusun berdasarkan abjad nama pengarang dan abjad judul dalam satu urutan.
c.              Indeks subjek
Terdiri dari kata-kata yg disusun menurt abjad dan mengacu ke nomor kelas yg terdapat dalam catalog berkelas.
d.             System catalog berkelas sifatnya tak langsung (indirect), artinya pendekatan subjek tidak dapat dilakukan langsung karena susunan katalognya berdasarkan nomor kelas, sehingga untuk mengetahui nomor kelas dari subjek yg dicari harus dilihat dahulu dalam indeks subjek.
2.              System catalog berabjad. Ada 2 macam, yaitu:
a.              Catalog berabjad terpadu (dictionary catalog) menampilkan entri-entri catalog, masing-masing untuk pengarang, judul, dan subjek yg disusun dalam satu urutan berabjad.
b.              Catalog terbagi (divided catalog) ada 2 macam pilihan yaitu:
# catalog terbagi 2, terdiri dari 2 susunan catalog, yaitu catalog pengarang-judul yg dipisahkan dari catalog subjek, dan masing-masing disusun menurut abjad
# catalog terbagi 3 atau catalog 3 dimensi, terdiri dari 3 susunan catalog, yaitu catalog pengarang, catalog judul, dan catalog subjek, masing-masing menurut abjad.

Sistem catalog berabjad bersifat langsung (direct), artinya pendekatan subjek dapat dilakukan langsung karena katalognya disusun menurut abjad.

Ada beberapa macam bentuk catalog, yaitu :
1.              Catalog kartu (card catalog) yg menggunakan kartu berukuran 12,5 x 7,5 cm yg disusun dalam laci-laci catalog. Katalog kartu ini bersifat lentur karena entri-entri catalog untuk bahan pustaka baru dapat disisipkan tanpa mengubah susunan yg semula.
2.              Catalog berkas (sheaf catalog) yg juga lentur sifatnya.
3.              Catalog buku (book catalog), setiap halaman pada catalog buku ini memuat sejumlah entri catalog.
4.              Catalog dalam computer yaitu OPAC, singkatan dari Online Public Access Catalog. Katalog ini jelas lentur dapat didekati dari berbagai segi.
Selain catalog, sarana temu kembali yg dapat digunakan adalah susunan buku di rak. Penempatan buku di rak bias dilakukan dengan cara penempatan relatif untuk buku yg disusun berdasarkan subjek, dan penempatan tetap di mana buku ditempatkan pada rak yg sudah diberi tanda terlebih dahulu. 


A.      KARTU KATALOG UTAMA
Harrison, Colin
                The basics of librarianship/Colin Harisson
And Rosemary Beenham. – 2 nd, -- London
Clive Bingley, 1985.
Vi, 240 hal : ilus., ind ; 23 cm.

I.        Judul      II. Beenham, Rosemary.
1.       ILMU PERPUSTAKAAN
       

B.      KARTU TAMBAHAN UNTUK JUDUL

The basics of librarianship
Horisson, Colin
             The basics of librarianship/Colin
Horisson and Rosemary Beenham. – 2nd, ed. –
London :  Clive Bingley, 1985.

             Vi, 240 hal :  ilus., ind ; 23 cm

C.      KARTU TAMBAHAN UNTUK PENGARANG
BEENHAM, Rosemary
Horisson, Colin
             The basics of librarianship/Colin
Horisson and Rosemary Beenham. –2nd, ed. –
London :  Clive Bingley, 1985.

             Vi, 240 hal: ilus, ind; 23 cm


D.      KARTU TAMBAHAN UNTUK SUBJEK
ILMU PERPUSTAKAAN
Horisson and Rosemary Beenham, -- 2nd ed. –
London:  Clive Bingley, 1985.

                                Vi, 240 hal : ilus, ind ; 23 cm.        


      

0 komentar:

Poskan Komentar