Pedoman Laporan Praktek Kerja Perpustakaan

Minggu, 12 Juni 2011




LAPORAN PRAKTIK KERJA PERPUSTAKAAN PUST2290
DI PERPUSTAKAAN . . . . . . . . .





LOGO UT





OLEH
(NAMA)
(NIM)
(UPBJJ_UT)











FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN





1.      Halaman Judul

PRAKTIK KERJA PERPUSTAKAAN PUST2290
DI PERPUSTAKAAN . . . . . . . . .


LAPORAN
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada program studi Diploma II Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Terbuka


LOGO UT


(NAMA)
(NIM)
(UPBJJ_UT)





FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN





2.      Lembar Pengesahan

LEMBAR PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini
Nama                           :
NIM                            : 
Jurusan                        :
UPBJJ_UT                  :
telah melakukan praktik kerja perpustakaan di Perpustakaan . . . . . . . . . . dari tanggal . . . s.d. . . ..


Pembimbing,


Nama Pegawai Perpustakaan
NIP . . .
Kebumen, tanggal bulan tahun
Praktikan,


Nama Mahasisiwa
NIM . . .


Mengesahkan,
Kepala UPBJJ_UT Purwokerto


Drs. H. Samsul Islam, M.Pd.
NIP 19540906 198601 1 001



Kepala Perpustakaan,


Nama
NIP









3.      Kata Pengantar
Sekurang-kurangnya memuat:
1.      Puji syukur telah menyelesaikan penyusunan laporan
2.      Penjelasan tentang tujuan penyusunan laporan.
3.      Pernyataan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan laporan.
4.      Harapan penulis serta manfaat laporan yang disusun.
5.      Pernyataan penulis untuk terbuka terhadap saran, kritik, serta sumbang pendapat dari pihak lain.

Judul kata pengantar ditulis dengan huruf kapital pada margin atas kurang lebih 6,5 cm, tetapi bila judulnya pendek, penulis bebas mengatur layoutnya.
Setelah alinea terakhir, dalam jarak 4 spasi dicantumkan nama tempat dan tahun serta di bawahnya dalam jarak 3,5 spasi ditulis nama penyusun dengan huruf kapital di awal kata.
     
      Contoh

KATA  PENGANTAR

Puji syukur peneliti panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan rahmat-Nya peneliti dapat menyelesaikan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Kompetensi Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Cerpen yang Didengar dalam Pelajaran Bahasa Indonesia melalui Model Pembelajaran Tipe Think-Pair-Shair bagi Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Kebumen pada Semester 2”.
Penelitian ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sebagai berikut.     
1.      Drs. H. Kamid Priyanto, Kepala SMA Negeri 1 Kebumen, yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian tindakan kelas.
2.      Dra. Istiqomah, koordinator perpustakaan, yang telah menyumbangkan pikiran dan menyediakan bahan pustaka dalam penyelesaian penelitian tindakan kelas ini.
3.      Tri Hastuti, S.Pd., teman sejawat, yang telah rela meluangkan waktu menjadi guru kolaborasi dan menjadi observer selama penelitian tindakan kelas berlangsung.
4.      Nur Fahmi Muhaiminati, S.Pd., teman sejawat, yang telah bersedia menjadi fotografer selama penelitian tindakan kelas berlangsung.
Peneliti menerima kritik dan saran yang membangun agar dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada masa yang akan datang peneliti dapat melaksanakan dan menghasilkan penelitian yang lebih sempurna.
Peneliti berharap agar hasil penelitian tindakan kelas ini berguna bagi teman-teman sejawat, khususnya guru-guru Bahasa Indonesia.

Kebumen,    September 2009

Peneliti


























4.      Daftar Isi
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ...............................................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................................................ii
KATA PENGANTAR ..........................................................................................................iii
DAFTAR ISI .........................................................................................................................iv
DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................................................v

BAB I       PENDAHULUAN ................................................................................................1
A.    Latar Belakang
B.     Tujuan Praktik Kerja Perpustakaan

BAB II      HASIL PRAKTIK PERPUSTAKAAN
A.    Pengadaan
B.     Pengolahan
C.     Layanan
D.    Statistik Koleksi

BAB III    PENUTUP
A.    Simpulan
B.     Saran/Rekomendasi

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

     















5.      Daftar Lampiran

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1.      Lembar Kerja Praktik Pengadaan ...................................................................................12
2.      Lembar Kerja Praktik Pengolahan ....................................................................................
3.      Lembar Kerja Praktik Pelayanan .......................................................................................
4.      Foto/dokumentasi Kegiatan ...............................................................................................











































6.      Penjelasan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Memuat aspek-aspek yang berhubungan dengan pengertian perpustakaan, fungsi perpustakaan, tujuan perpustakaan, dan lain-lain (Sumber: Modul “Pelayanan Bahan Pustaka” atau sumber lain).

Alasan mengapa melaksanakan praktik kerja perpustakaan

B.     Tujuan Praktik Kerja Perpustakaan
Memuat tujuan dilaksanakannya PKP, misalnya: untuk menerapkan teori penyelenggaraan perpustakaan yang telah diperoleh dalam perkuliahan/tutorial, memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, dll.

BAB II
HASIL PRAKTIK PERPUSTAKAAN

A.    Pengadaan Bahan Pustaka
Memuat teori-teori tentang jenis bahan pustaka dan pengadaan bahan pustaka (Sumber: modul “Administrasi Perpustakaan” atau “Pengembangan Koleksi”)

Misalnya:
1.      Jenis bahan pustaka: karya cetak (buku nonfiksi, buku fiksi, buku referens, terbitan berkala, dan lain-lain)
2.      Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam pengadaan bahan pustaka: relevansi, penulis, penerbit, kualitas materi, tahun terbit, dan kebutuhan pengguna.
3.      Sumber pengadaan: hadiah, sumbangan, pembelian, atau tukar-menukar dan sebagainya.

Setelah diuraikan teori tentang pengadaan bahan pustaka (dengan mencantumkan sumber), tuliskan pengadaan bahan pustaka yang terdapat di tempat praktik. Uraikan kesesuaiannya dengan teori yang sudah dikemukakan.


B.     Pengolahan Bahan Pustaka
Memuat teori-teori tentang pengolahan bahan pustaka (pemeriksaan bahan pustaka, pengecapan, inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, penjajaran koleksi, perlengkapan buku, komputerisasi pengolahan, dan seterusnya) dengan mencantumkan sumber (Sumber: modul “Administrasi Perpustakaan” atau sumber lain)

Setelah diuraikan teori tentang pengolahan bahan pustaka, tuliskan pengolahan bahan pustaka yang terdapat di tempat praktik. Uraikan kesesuaiannya dengan teori yang sudah dikemukakan.

C.    Layanan Perpustakaan
Memuat teori-teori tentang pelayanan bahan pustaka (Sumber: modul “Pelayanan Bahan Pustaka” atau sumber lain).

Setelah diuraikan teori tentang pelayanan bahan pustaka, tuliskan sistem pelayanan bahan pustaka yang terdapat di tempat praktik. Uraikan kesesuaiannya dengan teori yang sudah dikemukakan.

D.    Statistik Koleksi Perpustakaan
Statistik adalah ilmu tentang pengumpulan data, menggolongkan, menabulasi, dan menganalisis suatu kegiatan. Dalam perpustakaan yang disebut statistik adalah catatan angka-angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolongkan mengenai kegiatan perpustakaan. Statistik berfungsi dalam beberapa tujuan, yakni:
(1) menyusun laporan, (2) mengukur efisiensi berbagai kegiatan dan kinerja pustakawan (3) menyusun rencana dan jasa perpustakaan, (4) bahan pertimbangan dalam penambahan anggaran staf, dan (50 sebagai evaluasi kemajuan atau keberhasilan perpustakaan (Sumber: modul “Administrasi Perpustakaan” atau sumber lain).

Unsur-unhsur yang harus dilaporkan berdasarkan pengalaman/pengamatan di tempat praktik:
1.      Pengadaan bahan pustaka: jumlah koleksi yang dibeli, hadiah. Data ini dikelompokkan berdasarkan jenis koleksi dan subjek.
2.      Pengolahan bahan pustaka: jumlah koleksi yang dikatalog dan diklasifikasi.
3.      Keanggotaan: jumlah anggota dan jumlah pengunjung.
4.      Koleksi yang dipinjamkan: Buku yang dipinjam berdasarkan subjek.
5.      Layanan rujukan: jumlah pertanyaan yang masuk, pertanyaan yang terjawab dalam waktu singkat.
6.      Jasa reproduksi: jumlah koleksi yang direproduksi, jumlah yang difotokopi.
BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Tuliskan simpulan singkat hasil praktik tentang pengadaan, pengolahan, layanan, dan statistik koleksi.

B.     Saran/Rekomendasi
Saran/rekomendasi berisi hal-hal yang perlu disampaikan kepada pihak-pihak tertentu (misalnya: sekolah, pemerintah daerah, atau masyarakat umum) berkaitan dengan pemecahan masalah yang dihadapi dalam praktik atau penyelenggaraan perpustakaan yang telah dilaksanakan.







































7.      Daftar Pustaka
Bibliografi/Daftar Pustaka
yaitu daftar yang memuat judul-judul buku, artikel-artikel, serta bahan-bahan yang berkaitan dengan karya tulis/sebagian karya tulis yang telah disusun.

Unsur-unsur yang terdapat dalam bibliografi
1.      Nama pengarang
Aturan penulisan nama untuk daftar pustaka
1)      Berdasarkan jumlah kata
a.      Satu kata
            Contoh: Istiqomah
b.      Dua kata; susunan nama pengarang dibalik. Nama belakang ditulis di depan, diikuti tanda koma, dan diteruskan dengan menuliskan nama depan
            Contoh: Yusti Prihati, ditulis Prihati, Yusti
c.       Tiga kata/lebih; susunan nama pengarang dibalik. Nama paling belakang ditulis di depan, diikuti tanda koma, dan diteruskan dengan menuliskan nama depan dan seterusnya.
            Contoh: Nur Fahmi Muhaiminati, ditulis Muhaiminati, Nur Fahmi
Anggia Shinta Wijaya Kusuma, ditulis Kusuma, Anggia Shinta Wijaya 
2)      Berdasarkan jumlah penulis dalam satu sumber
a.      Satu penulis
·         Disesuaikan dengan jumlah kata dari penulisnya.
b.      Dua dan tiga penulis
·         Hanya nama penulis pertama yang susunannya dibalik (jika dua kata/lebih).
·         Nama pengarang dihubungkan dengan konjungsi ‘dan’.
Contoh:
              Tarigan, Djago dan Henry Guntur Tarigan. (dua penulis)
              Johanes, Kastolan, dan Sulasim. (tiga penulis)
              Kurnianingsih, Sri, Kuntarti, dan Sulistiyono. (tiga penulis)
c.       Empat/banyak pengarang
·         Hanya nama pengarang pertama yang ditulis.
·         Bila nama terdiri atas dua kata/lebih, penulisan susunannya dibalik.
·         Untuk menggantikan nama penulis yang lainnya digunakan singkatan ‘dkk.’ atau ‘et al.’ (Latin: et alii).
Contoh:
              Akhadiah, dkk..

2.      Data publikasi
a.  Buku: nama penulis, tahun penulisan, judul, tempat terbit, dan nama penerbit.
b.  Artikel internet: nama penulis, tahun penulisan, judul, alamat situs, waktu akses/unduh (hari, tanggal bulan tahun, jam akses/unduh).
c.   Artikel dari majalah/surat kabar: nama penulis (bila ada), waktu terbit (tanggal, bulan, tahun), judul artikel, nomor edisi, nama media, nomor halaman.

Cara menyusun daftar pustaka
  1. Nama penulis diurutkan alfabetis, sesuai urutan abjad nama penulis.
  2. Jika sumber disusun oleh lembaga, nama lembaga menggantikan nama pengarang.
  3. Jika sumber pustaka tidak disertai nama, nama penulis diganti dengan kata ‘Anonim’.
  4. Spasi tunggal.
  5. Antarsumber pustaka diberi jarak.
  6. Jika penulisan daftar pusaka lebih dari satu baris, baris kedua dan seterusnya ditulis menjorok ke dalam.
  7. Nama penulis tidak disertai nama gelar akademik.
  8. Jika dua/lebih sumber pustaka ditulis oleh penulis yang sama, penulisan nama untuk sumber kedua dan seterusnya diganti dengan tanda garis.
  9. Daftar pustaka tanpa penomoran/bullets.

Contoh penulisan daftar pustaka
1.      Sumber dari buku
Nama Penulis. Tahun. Judul. Tempat Terbit: Nama Penerbit.

a.      Dengan satu penulis

Keraf, Gorys. 2004. Komposisi sebagai Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende: Nusa Indah.

Depdiknas. 2004. Pengembangan Silabus dan Sistem Penilaian Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas.

b.      Dengan dua dan tiga penulis
Tarigan, Djago dan Henry Guntur Tarigan. 1987. Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Kurnianingsih, Sri, Kuntarti, dan Sulistiyono. 2007. Matematika SMA dan MA untuk Kelas X Semester 2. Jakarta: Esis.

c.       Dengan empat/banyak penulis
Akhadiah, dkk.. 1997. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

d.      Seorang penulis dengan referensi lebih dari satu buku
Keraf, Gorys. 2004. Komposisi sebagai Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende: Nusa Indah.
────. 1987. Diksi dan Gaya Bahasa. Ende: Nusa Indah.
────. 1995. Eksposisi. Jakarta: Gramedia.
























8.      Blangko Lampiran

BLANGKO LAMPIRAN


Isi kolom dengan kegiatan yang Anda lakukan


1.      Lampiran 1

Kegiatan: Pengadaan Bahan Pustaka

NO.
TANGGAL
JAM
KEGIATAN
HASIL
PARAF PEMBIMBING













2.      Lampiran 2

Kegiatan: Pengolahan Bahan Pustaka

NO.
TANGGAL
JAM
KEGIATAN
HASIL
PARAF PEMBIMBING













3.      Lampiran 3

Kegiatan: Pelayanan Bahan Pustaka

NO.
TANGGAL
JAM
KEGIATAN
HASIL
PARAF PEMBIMBING













Kolom di atas harus diisi setiap hari dan ditandatangani oleh pembimbing







Ketentuan-Ketentuan Lain
1.      Ukuran kertas HVS putih berukuran 8,5 x 11 inci, kira-kira 21,5 x 28 cm, atau disebut kertas kuarto.
2.      Margin kiri dan atas 4 cm, sedangkan kanan dan bawah 3 cm. Pada margin atas diberi jarak 4 cm karena pada jarak 2,5 cm dari atas akan dicantumkan nomor halaman.
3.      Laporan ditulis dengan jarak 1,5 spasi, jenis huruf Times New Roman font 12.
4.      Halaman-halaman yang memuat bab baru, margin atasnya lebih lebar.
Nomor bab diketik kira-kira 6,5 cm dari pinggir atas, judul bab dimulai kira-kira 9,5 cm dari pinggir atas. Kalau nomor halaman ingin dicantumkan juga, maka dapat ditempatkan pada kaki halaman dengan jarak 1,5 cm dari baris terakhir teks dan 2,5 cm dari pinggir bawah.
5.      Nomor halaman
Semua halaman diberi nomor urut dengan mempergunakan angka-angka Arab di bagian tengah halaman sebelah atas atau di sudut atas kira-kira 2,5 cm dari pinggir atas. Angka Romawi tidak pernah dipergunakan untuk menomori halaman isi karangan. Halaman pelengkap penutup melanjutkan penomoran isi karangan. Halaman pelengkap pendahuluan menggunakan angka Romawi kecil, diketik di bawah tengah.
6.      Judul bab
Judul bab ditulis di bagian tengah atas dengan huruf kapital. Penulisan judul bab tidak menggunakan garis bawah, tanda titik, maupun tanda kutip.


Menulis Kutipan
Kutipan merupakan pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang narasumber, baik yang terdapat dalam buku maupun majalah.

Ada dua macam kutipan, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung
  1. Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan kutipan yang sama persis atau sesuai aslinya.
Kutipan langsung ada dua yaitu kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang.

Ø  Hal yang harus diperhatikan dalam membuat kutipan langsung pendek:
1.      Panjang kutipan tidak lebih dari lima baris
2.      Kutipan disatukan langsung dengan teks
3.      Jarak antar baris dua spasi
4.      Kutipan diapit tanda kutip
5.      Setelah kutipan disebutkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman di dalam tanda kurung

Contoh :
      Dalam Komposisi disebutkan bahwa “kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli “ ( Keraf, 1984 : 179 ).

Ø  Hal yang harus diperhatikan dalam membuat kutipan langsung panjang
1.      Panjang kutipan harus lebih dari lima baris
2.      Kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2,5 spasi
3.      Jarak antar baris satu spasi
4.      Kutipan tidak diapit tanda kutip
5.      Kutipan menjorok ke dalam sekitar lima huruf baik disebelak kiri maupun kanan
6.      Setelah kutipan disebutkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman di dalam tanda kurung

  1. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung merupakan pengungkapan kembali maksud penulis dalam karangan yang dia baca dengan kata- katanya sendiri.

Ø  Hal yang perlu diperhatikan dalam kutipan tidak langsung
1.      Kutipan disatukan langsung dengan teks
2.      Jarak antar baris dua spasi
3.      Kutipan tidak diapit tanda kutip
4.      Setelah kutipan disebutkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman di dalam tanda kurung

Mencantumkan kutipan ke dalan teks 
1.      Jika nama pengarang dituliskan sebelum isi kutipan, buatlah dahulu pengantar kalimat yang sesuai keperluan. Kemudian, tulislah nama akhir pengarang, tahun terbit, titik dua, dan nomor halaman di dalam kurung.
Contoh :
                        Penghijauan sering disebut dengan istilah reboisasi, yakni penanaman kembali areal hutan yang gundul. Secara lebih lengkap, Setiawan (2002 : 17) mengatakan, penghijauan adalah suatu usaha yang meliputi kegiatan- kegiatan penanaman tanaman keras, rerumputan, serta pembuatan teras dan bangunan pencegah erosi lainya. Kegiatan ini dilakukan di areal yang tidak termasuk areal hutan negara atau di areal lain, berdasarkan rencana tata guna tanah yang tidak dperuntukkan sebagai hutan.

2.      Jika nama pengarang dicantumkan setelah bunyi kutipan, buatlah dahulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. Setelah itu, tampilkan kutipannya. Kemudian, tulislah nama akhir pengarang, tanda koma, tahun terbit, nomor halamn di dalam kurung, lalu akhiri dengan tanda titik.
Contoh :
                        Peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang sering terjadi memang merupakan peristiwa mengerikan. Peristiwa itu terjadi secara tiba – tiba di saat orang tidur lelap. Ssalah satu cara efektif yang harus dilakukan adalah dengan  melakukan penghijauan, yakni suatu usaha yang meliputi kegiatan – kegiatan penanamn tanaman keras, rerumputan, serta pembuatan teras dan bangunan pencegah erosi lainnya di areal yang tidak termasuk areal hutan negara atau di areal lain, berdasarkan rencana tata guna tanah yang tidak diperuntukkan sebagai hutan. (Setiawan, 2002 : 17)

3.      Jika pengarang lebih dari dua orang, yang disebutkan hanya nama pengarang pertama dengan menambahkan et al., atau dkk. (dan kawan-kawan).
Contoh :
                        Jika dirumuskan bagaimana hubungan arsitektur dan arsitek, sulardo, dkk., (2003 : 10-11) mengatakan bahwa arsitektur adalah perpaduan ilmu dan seni, sedangkan arsitek adalah orang yang menciptakan ruang sehingga melahirkan bentuk-bentuk arsitektur yang beraneka ragam.

4.      Jika kutipan terdiri atas lima baris atau kurang dari lima baris, penulisannya seperti terlihat dalam contoh 1,2,3, yakni kutipan dimasukkan langsung ke dalam teks dengan jarak dua spasi. Adapun kutipan yang lebih dari lima baris dicantumkan di bawah teks dengan jarak satu spasi, menjorok ke dalam sekitar lima huruf, baik di sebelah kiri maupun kanan, tanpa diberi tanda petik.
Contoh :
                        Tidak semua jenis tanaman cocok digunakan untuk penghijauan. Pemilihan tanaman disesuaikan dengan jenis tanah yang ada. Seperti dikatakan oleh Setiawan (2002 : 24) sebagai berikut.

Bagi tanah- tanah yang sudah kritis, tentunya aspek penhijauannya lebih dominan daripada aspek produksinya. Untuk jenis tanah seperti ini, penanaman bibit dari biji merupakan piliha yang paling baik. Hal ini disebabkan bibit dari biji mempunyai akar yang lebih dalam dan batang yang lebih kokoh dibandingkan bibit cangkokan. Selain di tanah yang kritis sekali, bibit dari biji juga baik digunakan untuk tanaman peneduh yang tidak memperhatikan aspek produksi sama sekali.







     






1 komentar:

Inabuy dot com mengatakan...

informasinya bagus ga...tapi kok pisah2 ya...

Poskan Komentar