TEKNOLOGI (ILMU TERAPAN)
600 TEKNOLOGI (ILMU TERAPAN)
601 Filsafat dan Teori
602 Aneka ragam
603 Kamus, ensiklopedi
604 Topik-topik khusus
605 Terbitan berseri
606 Organisasi dan manajemen
607 Pendidikan, penelitian
608 Penemuan dan paten
609 Pengolahan historis dan geografis
610 ILMU KEDOKTERAN
611 Anatomi
611.717 Anatomi Manusia
612 Fisiologi
613 Kesehatan umum dan perorangan
614 Kesehatan masyarakat
615 Farmakologi dan ilmu terapi
616 Penyakit-penyakit
617 Pembedahan
618 Ginakologi dan lain-lain kedokteran khusus
619 Kedokteran eksperimental
620 ILMU TEKNIK
621 Fisika terapan
622 Teknik pertambangan
623 Teknik militer dan nautika
624 Teknik sipil
625 Teknik jalan kereta api, jalan raya
626
627 Teknik hidraulis
628 Teknik kesehatan (Saniter)
629 Lain-lain cabang teknik
630 PERTANIAN & TEKNOLOGI YANG BERKAITAN
631 Teknik, prosedur, alat-alat
632 Kerusakan, penyakit dan hama pertanian
633 Tanaman ladang
634 Tanaman buah-buahan, kehutanan
635 Hostikultura, sayur-sayuran
636 Peternakan
637 Industri pengolahan susu
638 Pemeliharaan serangga
639 Perburuan perikanan, konservasi
640 KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA
641 Makanan dan minuman
642 Penghidupan makanan
643 Rumah dan perlengkapannya
644 Keperluan rumah tangga
645 Perabotan dan perhiasan
646 Jahitan, pakaian
647 Manajemen rumah tangga umum
648 Pengaturan rumah
649 Mengasuh anak dan merawat yang sakit
650 MANAJEMEN
651 Pelayanan-pelayanan kantor
652 Proses-proses komunikasi tertulis
653 Stenografi
654
655
656
657 Akuntansi
658 Manajemen Umum
659 Periklanan dan hubungan masyarakat
660 TEKNOLOGI KIMIA
661 Teknologi bahan-bahan kimia industri
662 Teknologi bahan peledak, bahan bakar
663 Teknologi minuman
664 Teknologi makanan
665 Teknologi Minyak, lemak, dan sebagainya
666 Keramik dan teknologi yang berkaitan
667 Teknologi pembersihan, pemberian warna
668 Teknologi produk-produk organis lain
669 Metalurgi
670 PABRIK-PABRIK
671 Pabrik-pabrik logam
672 Pabrik logam besi
673 Pabrik logam bukan besi
674 Kayu, gabus dan teknologi
675 Kegunaan umum dengan menggunakan kayu
676 Teknologi bubur kayu dan kertas
677 Tekstil
678 Elastomer dan produk elastomer
679 Lain-lain produk bahan khusus
680 PEMBUATAN PRODUK UNTUK PENGGUNAAN KHUSUS
681 Instrumen-instrumen yang diteliti
682 Barang-barang pandai besi
683 Alat-alat logam/besi dan alat-alat rumah tangga
684 Perabotan rumah
685 Barang-barang dari kulit dan kulit berbulu
686 Percetakan
687 Pembuatan pakaian
688 Barang-barang jadi lainnya dan teknologi mengepak
689
690 BANGUNAN
690.182 Konstruksi
691 Bahan-bahan bangunan
692 Pekerjaan-pekerjaan tambahan paa konstruksi
693 Konstruksi dalam bahan-bahan khusus untuk maksud tertentu
694 Konstruksi kayu, pertukangan kayu
695 Konstruksi atap
696
697 Pemanasan, ventilasi, teknik pengatur udara
698 Penyelesaian detail
699 KESENIAN, HIBURAN, OLAHRAGA
Wednesday, October 10, 2012
DDC KELAS 400 S.D 499
400 BAHASA & LINGUISTIK
401 Sistem-sistem tulisan
402 Etimologi
403 Kamus
404 Fonologi
405 Tata bahasa
406
407 Dialektologi
408 Penggunaan bahasa
409 Bahasa verbal
410 BAHASA INDONESIA
411 Sistem tulisan dan fonologi
412 Etimologi bahasa Indonesia
413 Kamus Bahasa Indonesia
414
415 Tata bahasa Indonesia
416
417 Bahasa Indonesia bukan standar
418 Pemakaian bahasa Indonesia baku
419 Bahasa-bahasa daerah
420 BAHASA INGGRIS
421 Sistem tulisan dan fonologi
422 Etimologi bahasa Inggris
423 Kamus bahasa Inggris
424
425 Tata bahasa Inggris
426
427 Bahasa Inggris bukan standar
428 Pemakaian bahasa Inggris baku
429 Bahasa Inggris kuno (Anglo-Saxon)
430 BAHASA JERMAN
431 Sistem tulisan dan fonologi
432 Etimologi bahasa Jerman
433 Kamus bahasa Jerman
434
435 Tata bahasa Jerman
436
437 Bahasa Jerman bukan standar
438 Pemakaian bahasa Jerman baku
439 Lain-lain bahasa Teutonik
440 BAHASA PRANCIS
441 Sistem tulisan dan fonologi
442 Etimologi bahasa Perancis
443 Kamus bahasa Perancis
444
445 Tata bahasa Perancis
446
447 Bahasa Perancis bukan standar
448 Pemakaian bahasa Perancis
449 Bahasa Provensal dan Catalan
450 BAHASA ITALIA
451 Sistem tulisan dan fonologi
452 Etimologi bahasa Italia
453 Kamus bahasa Italia
454
455 Tata bahasa Italia
456
457 Bahasa Italia bukan standar
458 Pemakaian bahasa Italia baku
459 Bahasa Romawi
460 BAHASA SPANYOL DAN PORTUGIS
461 Sistem tulisan dan fonologi
462 Etimologi bahasa Spanyol
463 Kamus bahasa Spanyol
464
465 Tata bahasa Spanyol
466
467 Bahasa Spanyol bukan standar
468 Pemakaian bahasa Spanyol baku
469 Bahasa Portugis
470 BAHASA LATIN
471 Sistem tulisan dan fonologi
472 Etimologi bahasa Latin Klasik
473 Kamus bahasa Latin Klasik
474
475 Tata bahasa Latin Klasik
476
477 Bahasa Latin Lama
478 Pemakaian bahasa Latin Klasik
479 Lain-lain bahasa Italia
480 BAHASA YUNANI KLASIK
481 Sistem tulisan dan fonologi
482 Etimologi bahasa Yunani
483 Kamus bahasa Yunani Klasik
484
485 Tata bahasa Yunani Klasik
486
487 Bahasa Yunani sebelum dan sesudah Klasik
488 Pemakaian bahasa Yunani Klasik
489 Lain-lain bahasa Helenik
490 BAHASA-BAHASA LAIN
491 Bahasa-bahasa Indo Eropa Timur
492 Bahasa-bahasa Afro Asia
493 Bahasa Hamitis dan Chad
494 Bahasa-bahasa Ural Altaik
495 Bahasa-bahasa Asia Timur dan Asia Tenggara
496 Bahasa-bahasa Afrika
497 Bahasa-bahasa pribumu Amerika Utara
498 Bahasa-bahasa pribumu Amerika Selatan
499 Bahasa-bahasa lain
401 Sistem-sistem tulisan
402 Etimologi
403 Kamus
404 Fonologi
405 Tata bahasa
406
407 Dialektologi
408 Penggunaan bahasa
409 Bahasa verbal
410 BAHASA INDONESIA
411 Sistem tulisan dan fonologi
412 Etimologi bahasa Indonesia
413 Kamus Bahasa Indonesia
414
415 Tata bahasa Indonesia
416
417 Bahasa Indonesia bukan standar
418 Pemakaian bahasa Indonesia baku
419 Bahasa-bahasa daerah
420 BAHASA INGGRIS
421 Sistem tulisan dan fonologi
422 Etimologi bahasa Inggris
423 Kamus bahasa Inggris
424
425 Tata bahasa Inggris
426
427 Bahasa Inggris bukan standar
428 Pemakaian bahasa Inggris baku
429 Bahasa Inggris kuno (Anglo-Saxon)
430 BAHASA JERMAN
431 Sistem tulisan dan fonologi
432 Etimologi bahasa Jerman
433 Kamus bahasa Jerman
434
435 Tata bahasa Jerman
436
437 Bahasa Jerman bukan standar
438 Pemakaian bahasa Jerman baku
439 Lain-lain bahasa Teutonik
440 BAHASA PRANCIS
441 Sistem tulisan dan fonologi
442 Etimologi bahasa Perancis
443 Kamus bahasa Perancis
444
445 Tata bahasa Perancis
446
447 Bahasa Perancis bukan standar
448 Pemakaian bahasa Perancis
449 Bahasa Provensal dan Catalan
450 BAHASA ITALIA
451 Sistem tulisan dan fonologi
452 Etimologi bahasa Italia
453 Kamus bahasa Italia
454
455 Tata bahasa Italia
456
457 Bahasa Italia bukan standar
458 Pemakaian bahasa Italia baku
459 Bahasa Romawi
460 BAHASA SPANYOL DAN PORTUGIS
461 Sistem tulisan dan fonologi
462 Etimologi bahasa Spanyol
463 Kamus bahasa Spanyol
464
465 Tata bahasa Spanyol
466
467 Bahasa Spanyol bukan standar
468 Pemakaian bahasa Spanyol baku
469 Bahasa Portugis
470 BAHASA LATIN
471 Sistem tulisan dan fonologi
472 Etimologi bahasa Latin Klasik
473 Kamus bahasa Latin Klasik
474
475 Tata bahasa Latin Klasik
476
477 Bahasa Latin Lama
478 Pemakaian bahasa Latin Klasik
479 Lain-lain bahasa Italia
480 BAHASA YUNANI KLASIK
481 Sistem tulisan dan fonologi
482 Etimologi bahasa Yunani
483 Kamus bahasa Yunani Klasik
484
485 Tata bahasa Yunani Klasik
486
487 Bahasa Yunani sebelum dan sesudah Klasik
488 Pemakaian bahasa Yunani Klasik
489 Lain-lain bahasa Helenik
490 BAHASA-BAHASA LAIN
491 Bahasa-bahasa Indo Eropa Timur
492 Bahasa-bahasa Afro Asia
493 Bahasa Hamitis dan Chad
494 Bahasa-bahasa Ural Altaik
495 Bahasa-bahasa Asia Timur dan Asia Tenggara
496 Bahasa-bahasa Afrika
497 Bahasa-bahasa pribumu Amerika Utara
498 Bahasa-bahasa pribumu Amerika Selatan
499 Bahasa-bahasa lain
DDC KELAS 500 S.D 599
500 ILMU-ILMU MURNI
501 Filsafat dan teori
502 Aneka Ragam
503 Kamus dan Ensiklopedi
504
505 Terbitan Berseri
506 Organisasi dan manajemen
507 Pendidikan, Penelitian
508 Sejarah alamiah
509 Pengolahan histories, wilayah, perorangan
510 MATEMATIKA
511 Prinsip-prinsip umum
512 Aljabar
513 Ilmu hitung
514 Topologi
515 Analisis
516 Ilmu Ukur
517
518
519 Probabilita dan matematika terapan
520 ASTRONOMI
521 Mekanika angkasa
522 Teknik, perlengkapan, bahan-bahan
523 Benda-benda angkasa khusus dan fenomena
524
525 Bumi (Geografi astronomi)
526 Geografi Matematis
527 Navigasi angkasa
528 Almanak autika (Efemerida)
529 Kronologi (waktu)
530 FISIKA 531 Mekanika
532 Mekanika zat cair
533 Mekanika gas
534 Bunyi
535 Optika (Cahaya)
536 Panas
537 Kelistrikan dan Elektronika
538 Magnetisme
539 Fisika Modern
540 KIMIA
541 Kimia fisik dan teoritis
542 Teknik, Perlengkapan, bahan-bahan
543 Kimia analitis
544 Analisis Kualitatif
545 Analisis kuantitatif
546 Kimia anorganic
547 Kimia organic
548 Kristalografi
549 Mineralogi
550 ILMU PENGETAHUAN TENTANG BUMI
551 Geologi, meteorology, hidrologi
552 Petrologi
553 Geologi ekonomis
554 Geologi Eropa
555 Geologi Asia
556 Geologi Afrika
557 Geologi Amerika Utara
558 Geologi Amerika Selatan
559 Geologi wilayah-wilayah lain
560 PALEONTOLOGI
561 Paleobotani
562 Fosil invertebrate
563 Fosil Protozoa
564 Fosil Moluska
565 Lain-lain fosil invertebrate
566 Fosil Vertebrata
567 Fosil invertebrate berdarah dingin
568 Fosil Burung
569 Fosil mamalia
570 ILMU-ILMU TENTANG KEHIDUPAN
571
572 Ras Manusia
573 Antropologi fisik
574 Biologi
575 Evolusi dan Genetika
576 Mikrobiologi
577 Sifat umum dari kehidupan
578 Mikroskopi dalam biologi
579 Pengumpulan dan pengawetan contoh-contoh biologi
580 ILMU-ILMU TENTANG TUMBUH-TUMBUHAN
581 Botani
582 Spermatofia
583 Dikotiledon
584 Monokotiledon
585 Tanaman berbiji telanjang
586 Tanaman tak berbiji 587 Pterifodita
588 Briofita
589 Tallofita
590 ILMU-ILMU TENTANG HEWAN
591 Zoologi
592 Invertebrata
593 Protozoa
594 Moluska
595 Lain-lain invertebrate
596 Vertebrata
597 Vertebrata berdarah dingin
598 Burung
599 Mamalia
501 Filsafat dan teori
502 Aneka Ragam
503 Kamus dan Ensiklopedi
504
505 Terbitan Berseri
506 Organisasi dan manajemen
507 Pendidikan, Penelitian
508 Sejarah alamiah
509 Pengolahan histories, wilayah, perorangan
510 MATEMATIKA
511 Prinsip-prinsip umum
512 Aljabar
513 Ilmu hitung
514 Topologi
515 Analisis
516 Ilmu Ukur
517
518
519 Probabilita dan matematika terapan
520 ASTRONOMI
521 Mekanika angkasa
522 Teknik, perlengkapan, bahan-bahan
523 Benda-benda angkasa khusus dan fenomena
524
525 Bumi (Geografi astronomi)
526 Geografi Matematis
527 Navigasi angkasa
528 Almanak autika (Efemerida)
529 Kronologi (waktu)
530 FISIKA 531 Mekanika
532 Mekanika zat cair
533 Mekanika gas
534 Bunyi
535 Optika (Cahaya)
536 Panas
537 Kelistrikan dan Elektronika
538 Magnetisme
539 Fisika Modern
540 KIMIA
541 Kimia fisik dan teoritis
542 Teknik, Perlengkapan, bahan-bahan
543 Kimia analitis
544 Analisis Kualitatif
545 Analisis kuantitatif
546 Kimia anorganic
547 Kimia organic
548 Kristalografi
549 Mineralogi
550 ILMU PENGETAHUAN TENTANG BUMI
551 Geologi, meteorology, hidrologi
552 Petrologi
553 Geologi ekonomis
554 Geologi Eropa
555 Geologi Asia
556 Geologi Afrika
557 Geologi Amerika Utara
558 Geologi Amerika Selatan
559 Geologi wilayah-wilayah lain
560 PALEONTOLOGI
561 Paleobotani
562 Fosil invertebrate
563 Fosil Protozoa
564 Fosil Moluska
565 Lain-lain fosil invertebrate
566 Fosil Vertebrata
567 Fosil invertebrate berdarah dingin
568 Fosil Burung
569 Fosil mamalia
570 ILMU-ILMU TENTANG KEHIDUPAN
571
572 Ras Manusia
573 Antropologi fisik
574 Biologi
575 Evolusi dan Genetika
576 Mikrobiologi
577 Sifat umum dari kehidupan
578 Mikroskopi dalam biologi
579 Pengumpulan dan pengawetan contoh-contoh biologi
580 ILMU-ILMU TENTANG TUMBUH-TUMBUHAN
581 Botani
582 Spermatofia
583 Dikotiledon
584 Monokotiledon
585 Tanaman berbiji telanjang
586 Tanaman tak berbiji 587 Pterifodita
588 Briofita
589 Tallofita
590 ILMU-ILMU TENTANG HEWAN
591 Zoologi
592 Invertebrata
593 Protozoa
594 Moluska
595 Lain-lain invertebrate
596 Vertebrata
597 Vertebrata berdarah dingin
598 Burung
599 Mamalia
DDC KELAS 300 S.D 399
300 ILMU-ILMU SOSIAL
301 Sosiologi dan Antropologi
302 Interaksi social
303 Proses-proses social
304 Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku social
305 Kelompok-kelompok social
306 Kebudayaan dan lembaga-lembaga
307 Masyarakat, persekutuan hidup
308
309 Lain-lain
310 STATISTIK
311 Teori & Konsep Statistik
312
313
314 Statistik umum Eropa
315 Statistik umum Asia
316 Statistik umum Afrika
317 Statistik umum Amerika
318 Statustik umum Amerika Selatan
319 Statistik umum lain-lain wilayah
320 ILMU POLITIK
321 Sistem-sistem pemerintahan dan Negara
322 Hubungan Negara dengan kelompok terorganisir
323 Hak-hak sipil dan politik
324 Proses-proses politik
325 Migrasi internasional
326 Perbudakan dan emansipasi perbudakan
327 Hubungan internasional
328 Proses-proses legislative
329
330 ILMU EKONOMI
331 Ekonomi perburuhan
332 Ekonomi keuangan
333 Ekonomi tanah
334 Koperasi
335 Sosialisme
336 Keuangan Negara
337 Ekonomi internasional
338 Produksi dan industri
339 Makro ekonomi
340 ILMU HUKUM
341 Hukum Internasional
342 Hukum tata Negara
343 Aneka ragam hokum public
344 Hukum social
345 Hukum pidana
346 Hukum perdata
347 Hukum acara perdata dan pengadilan
348 Undang-undang, peraturan-peraturan, perkara-perkara
349 Hukum Negara bangsa tertentu
350 ADMINISTRASI NEGARA
351 Pemerintah pusat
352 Pemerintah local
353 Pemerintah pusat Indonesia
354 Organisasi internasional
355 Ilmu Kemiliteran
356 Infanteri
357 Kavaleri
358 Pasukan berlapis baja, Zeni angkatan darat, pasukan udara
359 Angkatan laut
360 LAYANAN SOSIAL ASOSIASI
361 Kesejahteraan social
362 Masalah dan pelayanan social (masukan kepolisian negara disini)
363 Lain-lain masalah social
364 Kriminologi
365 Penjara (Lembaga pemasyarakatan)
366 Asosiasi (perkumpulan)
367 Klub-klub umum
368 Asuransi
369 Aneka ragam asosiasi
370 PENDIDIKAN
371 Manajemen sekolah, pendidikan khusus
372 Pendidikan dasar
373 Pendidikan lanjutan
374 Pendidikan 0rang dewasa
375 Kurikulum
376 Pendidikan kaum wanita
377 Sekolah dan agama
378 Pendidikan tinggi
379 Pendidikan dan Negara
380 PERDAGANGAN, KOMUNIKASI, PENGANGKUTAN
381 Perdagangan dalam negeri
382 Perdagangan luar negeri
383 Komunikasi pos
384 Lain-lain system komunikasi, telekomunikasi
385 Pengangkutan dengan kereta api
386 Pelayaran pedalaman dan Fery
387 Pengangkutan laut, udara, ruang angkasa
388 Pengangkutan jalan raya
389 Metrologi dan standarisasi
390 ADAT ISTIADAT & KEBIASAAN, ETIKET FOLKLOR
391 Pakaian (Kostum), perhiasan diri
392 Kebiasaan yang berhubungan dengan kehidupan dan kehidupan rumah tangga
393 Kebiasaan yang berhubungan dengan kematian
394 Kebiasaan-kebiasaan umum
395 Etiket (sopan santun)
396
397
398 Folklor
399 Kebiasan dalam perang dan diplomasi BAHASA
301 Sosiologi dan Antropologi
302 Interaksi social
303 Proses-proses social
304 Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku social
305 Kelompok-kelompok social
306 Kebudayaan dan lembaga-lembaga
307 Masyarakat, persekutuan hidup
308
309 Lain-lain
310 STATISTIK
311 Teori & Konsep Statistik
312
313
314 Statistik umum Eropa
315 Statistik umum Asia
316 Statistik umum Afrika
317 Statistik umum Amerika
318 Statustik umum Amerika Selatan
319 Statistik umum lain-lain wilayah
320 ILMU POLITIK
321 Sistem-sistem pemerintahan dan Negara
322 Hubungan Negara dengan kelompok terorganisir
323 Hak-hak sipil dan politik
324 Proses-proses politik
325 Migrasi internasional
326 Perbudakan dan emansipasi perbudakan
327 Hubungan internasional
328 Proses-proses legislative
329
330 ILMU EKONOMI
331 Ekonomi perburuhan
332 Ekonomi keuangan
333 Ekonomi tanah
334 Koperasi
335 Sosialisme
336 Keuangan Negara
337 Ekonomi internasional
338 Produksi dan industri
339 Makro ekonomi
340 ILMU HUKUM
341 Hukum Internasional
342 Hukum tata Negara
343 Aneka ragam hokum public
344 Hukum social
345 Hukum pidana
346 Hukum perdata
347 Hukum acara perdata dan pengadilan
348 Undang-undang, peraturan-peraturan, perkara-perkara
349 Hukum Negara bangsa tertentu
350 ADMINISTRASI NEGARA
351 Pemerintah pusat
352 Pemerintah local
353 Pemerintah pusat Indonesia
354 Organisasi internasional
355 Ilmu Kemiliteran
356 Infanteri
357 Kavaleri
358 Pasukan berlapis baja, Zeni angkatan darat, pasukan udara
359 Angkatan laut
360 LAYANAN SOSIAL ASOSIASI
361 Kesejahteraan social
362 Masalah dan pelayanan social (masukan kepolisian negara disini)
363 Lain-lain masalah social
364 Kriminologi
365 Penjara (Lembaga pemasyarakatan)
366 Asosiasi (perkumpulan)
367 Klub-klub umum
368 Asuransi
369 Aneka ragam asosiasi
370 PENDIDIKAN
371 Manajemen sekolah, pendidikan khusus
372 Pendidikan dasar
373 Pendidikan lanjutan
374 Pendidikan 0rang dewasa
375 Kurikulum
376 Pendidikan kaum wanita
377 Sekolah dan agama
378 Pendidikan tinggi
379 Pendidikan dan Negara
380 PERDAGANGAN, KOMUNIKASI, PENGANGKUTAN
381 Perdagangan dalam negeri
382 Perdagangan luar negeri
383 Komunikasi pos
384 Lain-lain system komunikasi, telekomunikasi
385 Pengangkutan dengan kereta api
386 Pelayaran pedalaman dan Fery
387 Pengangkutan laut, udara, ruang angkasa
388 Pengangkutan jalan raya
389 Metrologi dan standarisasi
390 ADAT ISTIADAT & KEBIASAAN, ETIKET FOLKLOR
391 Pakaian (Kostum), perhiasan diri
392 Kebiasaan yang berhubungan dengan kehidupan dan kehidupan rumah tangga
393 Kebiasaan yang berhubungan dengan kematian
394 Kebiasaan-kebiasaan umum
395 Etiket (sopan santun)
396
397
398 Folklor
399 Kebiasan dalam perang dan diplomasi BAHASA
DDC KELAS 200 S.D 299
wilayah AGAMA
200 AGAMA
201 Filsafat Kristiani
202 Aneka Ragam Kristiani
203 Kamus Kristiani
204 Topik-topik khusus
205 Terbitan berseri Kristiani
206 Organisasi Kristiani
207 Pendidikan, penelitian dalam Kristiani
208 Pengolahan diantara kelompok-kelompok orang
209 Sejarah Kristiani
210 AGAMA ALAM
211 Konsep tentang Tuhan
212 Eksistensi dan sifat Tuhan
213 Ciptaan
214 Teodisi
215 Sains dan agama
216 Baik dan Jahat
218 Manusia
220 ALKITAB
221 Perjanjian Lama
222 Buku sejarah dari perjanjian lama
223 Buku puisi dari perjanjian lama
224 Buku nabi dari perjanjian lama
225 Perjanjian Baru
226 Kisah para rasul
227 Surat-surat rasul
228 Wahyu
229 Buku apokrif
230 TEOLOGI KRISTEN
231 Allah
232 Yesus Kristus
233 Manusia
234 Penyelamatan Manusia
235 Mahluk-mahluk spiritual
236 Eskatologi
237
238 Pengakuan dan Katekismus
239 Apologetika dan polemic
240 MORAL KRISTEN & TEOLOGI KEBAKTIAN
241 Teologi Moral
242 Bacaan-bacaan untuk ibadah
243 Penginjilan untuk pribadi dan keluarga
244
245 Teks-teks dari Himme
246 Kesenian dalam Kristiani
247 Perabotan gereja
248 Pengalaman, praktek dan hidup Kristiani
249 Ketaatan Kristen dalam kehidupan keluarga
250 GEREJA KRISTEN SETEMPAT DAN JEMAAT
251 Khotbah (Homiletika)
252 Naskah-naskah khotbah
253 Teologi pastoral
254 Pengurusan & Administrasi Jemaah
255 Kongregasi dan orde keagamaan
259 Kegiatan parokial
260 TEOLOGI SOSIAL KRISTEN
261 Teologi Sosial
262 Eklesiologi
263 Waktu dan tempat untuk menjalankan ibadah
264 Ibadah umum
265 Sakramen, lain-lain tata ibadah
266 Misi Kristiani
267 Perkumpulan-perkumpulan
268 Latihan dan pengajaran agama
269 Penyegaran Rohani
270 SEJARAH GEREJA
271 Kongregasi dan orde keagamaan
272 Penganiayaan
273 Bidah-bidah dalam sejarah gereja
274 Sejarah gereja di Eropa
275 Sejarah gereja di Asia
276 Sejarah gereja di Afrika
277 Sejarah gereja di Amerika Utara
278 Sejarah gereja di Amerika Selatan
279 Sejarah gereja di wilayah lain
280 DENOMINASI DAN SEKTE-SEKTE
281 Gereja purba dan timur
282 Gereja Roma Katholik
283 Gereja Anglikan
284 Gereja Protestan asal continental
285 Gereja Prebiterian
286 Gereja Baptis
287 Gereja Metodis
288
289 Lain-lain deniminasi dan sekte
290 AGAMA-AGAMA LAIN DAN PERBANDINGAN AGAMA
291 Perbandingan Agama
292 Agama Yunani dan Romawi Kuno
293 Agama Jermania
294 Agama-agama asal India
295 Zoroastrianisme
296 Agama Yahudi
2X0 Agama Islam (selengkapnya lihat pada bagian klasifikasi islam)
299 Lain-lain ILMU-ILMU SOSIAL
200 AGAMA
201 Filsafat Kristiani
202 Aneka Ragam Kristiani
203 Kamus Kristiani
204 Topik-topik khusus
205 Terbitan berseri Kristiani
206 Organisasi Kristiani
207 Pendidikan, penelitian dalam Kristiani
208 Pengolahan diantara kelompok-kelompok orang
209 Sejarah Kristiani
210 AGAMA ALAM
211 Konsep tentang Tuhan
212 Eksistensi dan sifat Tuhan
213 Ciptaan
214 Teodisi
215 Sains dan agama
216 Baik dan Jahat
218 Manusia
220 ALKITAB
221 Perjanjian Lama
222 Buku sejarah dari perjanjian lama
223 Buku puisi dari perjanjian lama
224 Buku nabi dari perjanjian lama
225 Perjanjian Baru
226 Kisah para rasul
227 Surat-surat rasul
228 Wahyu
229 Buku apokrif
230 TEOLOGI KRISTEN
231 Allah
232 Yesus Kristus
233 Manusia
234 Penyelamatan Manusia
235 Mahluk-mahluk spiritual
236 Eskatologi
237
238 Pengakuan dan Katekismus
239 Apologetika dan polemic
240 MORAL KRISTEN & TEOLOGI KEBAKTIAN
241 Teologi Moral
242 Bacaan-bacaan untuk ibadah
243 Penginjilan untuk pribadi dan keluarga
244
245 Teks-teks dari Himme
246 Kesenian dalam Kristiani
247 Perabotan gereja
248 Pengalaman, praktek dan hidup Kristiani
249 Ketaatan Kristen dalam kehidupan keluarga
250 GEREJA KRISTEN SETEMPAT DAN JEMAAT
251 Khotbah (Homiletika)
252 Naskah-naskah khotbah
253 Teologi pastoral
254 Pengurusan & Administrasi Jemaah
255 Kongregasi dan orde keagamaan
259 Kegiatan parokial
260 TEOLOGI SOSIAL KRISTEN
261 Teologi Sosial
262 Eklesiologi
263 Waktu dan tempat untuk menjalankan ibadah
264 Ibadah umum
265 Sakramen, lain-lain tata ibadah
266 Misi Kristiani
267 Perkumpulan-perkumpulan
268 Latihan dan pengajaran agama
269 Penyegaran Rohani
270 SEJARAH GEREJA
271 Kongregasi dan orde keagamaan
272 Penganiayaan
273 Bidah-bidah dalam sejarah gereja
274 Sejarah gereja di Eropa
275 Sejarah gereja di Asia
276 Sejarah gereja di Afrika
277 Sejarah gereja di Amerika Utara
278 Sejarah gereja di Amerika Selatan
279 Sejarah gereja di wilayah lain
280 DENOMINASI DAN SEKTE-SEKTE
281 Gereja purba dan timur
282 Gereja Roma Katholik
283 Gereja Anglikan
284 Gereja Protestan asal continental
285 Gereja Prebiterian
286 Gereja Baptis
287 Gereja Metodis
288
289 Lain-lain deniminasi dan sekte
290 AGAMA-AGAMA LAIN DAN PERBANDINGAN AGAMA
291 Perbandingan Agama
292 Agama Yunani dan Romawi Kuno
293 Agama Jermania
294 Agama-agama asal India
295 Zoroastrianisme
296 Agama Yahudi
2X0 Agama Islam (selengkapnya lihat pada bagian klasifikasi islam)
299 Lain-lain ILMU-ILMU SOSIAL
DDC KELAS 100 S.D 199
100 FILSAFAT
101 Teori Filsafat
102 Aneka ragam filsafat
103 Kamus, ensiklopedi dan konkordans
105 Terbitan berseri (majalah)
106 Organisasi di bidang filsafat
107 Pendidikan dan penelitian dalam bidang filsafat
108 Pengiolahan filsafat di antara kelompok-kelompok orang
109 Sejarah filsafat
110 METAFISIKA
111 Ontologi
113 Kosmologi
114 Ruang
115 Waktu
116 Perubahan
117 Struktur
118 Gaya dan energi
119 Bilangan dan kuantitas
120 EPISTEMOLOGI
121 Teori ilmu pengetahuan
122 Sebab akibat
123 Determinasi dan indeterminasi yang berkaitan
124 Teleologi
126 Diri dan kepribadian
127 Tidak sadar dan bawah sadar
128 Manusia
129 Asal mula dan nasib jiwa orang
130 FENOMENA PARANORMAL
131 Metode okultus untuk memperoleh sukses
133 Para psikologi dan okultisme
135 Mimpi dan misteri
137 Grafologi kedewaan
138 Fisiognomi
139 Frenologi
140 ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT KHUSUS
141 Idealisme
142 Filsafat kritis
143 Intuisionisme dan Bergsonisme
144 Humanisme dan yang berkaitan
145 Sensasionalisme
146 naturalisme dan yang berkaitan
147 panteisme dan system-sistem
148 Liberalisme, ekletisisme, tradisionalisme
149 Lain-lain system filsafat
150 PSIKOLOGI
152 persepsi, gerakan, emosi
153 proses mental dan inteligensi
154 Bawa sadar dan keadaan yang berubah
155 Psikologi diferensial dan perkembangan
156 psikologi perbandingan
158 psikologi terapan
160 LOGIKA
161 Induksi
162 Deduksi
165 kekeliruan dan sumber kesalahan
166 Silogisme
167 Hipotesa
168 Argumen dan persuasi
169 Analogi
170 ETIKA (Filsafat Moral)
171 Sistem dan doktrin
172 Etika politik
173 Etika hubungan keluarga
174 Etika ekonomi dan professional
175 Etika di bidang rekreasi
176 Etika seksual
177 Etika hubungan social
178 Etika konsumsi
179 Lain-lain norma etik
180 FILSAFAT KUNO, ABAD PERTENGAHAN, FILSAFAT TIMUR
181 Filsafat Timur
182 Filsafat Yunani sebelum Sokrates
183 Sofisme dan Sokrates
184 Plato
185 Aristoteles
186 Skeptis dan Neoplatonisme
187 Epikuria
188 Stoik
189 Filsafat Barat dan abad pertengahan
190 FILSAFAT BARAT MODERN
191 Filsafat Amerika Serikat dan Kanada
192 Filsafat Inggris
193 Filsafat Jerman dan Austria
194 Filsafat Prancis
195 Filsafat Italia
196 Filsafat Spanyol dan Portugal
197 Filsafat Rusia
198 Filsafat Skandinavia
199 Filsafat lain-lain
101 Teori Filsafat
102 Aneka ragam filsafat
103 Kamus, ensiklopedi dan konkordans
105 Terbitan berseri (majalah)
106 Organisasi di bidang filsafat
107 Pendidikan dan penelitian dalam bidang filsafat
108 Pengiolahan filsafat di antara kelompok-kelompok orang
109 Sejarah filsafat
110 METAFISIKA
111 Ontologi
113 Kosmologi
114 Ruang
115 Waktu
116 Perubahan
117 Struktur
118 Gaya dan energi
119 Bilangan dan kuantitas
120 EPISTEMOLOGI
121 Teori ilmu pengetahuan
122 Sebab akibat
123 Determinasi dan indeterminasi yang berkaitan
124 Teleologi
126 Diri dan kepribadian
127 Tidak sadar dan bawah sadar
128 Manusia
129 Asal mula dan nasib jiwa orang
130 FENOMENA PARANORMAL
131 Metode okultus untuk memperoleh sukses
133 Para psikologi dan okultisme
135 Mimpi dan misteri
137 Grafologi kedewaan
138 Fisiognomi
139 Frenologi
140 ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT KHUSUS
141 Idealisme
142 Filsafat kritis
143 Intuisionisme dan Bergsonisme
144 Humanisme dan yang berkaitan
145 Sensasionalisme
146 naturalisme dan yang berkaitan
147 panteisme dan system-sistem
148 Liberalisme, ekletisisme, tradisionalisme
149 Lain-lain system filsafat
150 PSIKOLOGI
152 persepsi, gerakan, emosi
153 proses mental dan inteligensi
154 Bawa sadar dan keadaan yang berubah
155 Psikologi diferensial dan perkembangan
156 psikologi perbandingan
158 psikologi terapan
160 LOGIKA
161 Induksi
162 Deduksi
165 kekeliruan dan sumber kesalahan
166 Silogisme
167 Hipotesa
168 Argumen dan persuasi
169 Analogi
170 ETIKA (Filsafat Moral)
171 Sistem dan doktrin
172 Etika politik
173 Etika hubungan keluarga
174 Etika ekonomi dan professional
175 Etika di bidang rekreasi
176 Etika seksual
177 Etika hubungan social
178 Etika konsumsi
179 Lain-lain norma etik
180 FILSAFAT KUNO, ABAD PERTENGAHAN, FILSAFAT TIMUR
181 Filsafat Timur
182 Filsafat Yunani sebelum Sokrates
183 Sofisme dan Sokrates
184 Plato
185 Aristoteles
186 Skeptis dan Neoplatonisme
187 Epikuria
188 Stoik
189 Filsafat Barat dan abad pertengahan
190 FILSAFAT BARAT MODERN
191 Filsafat Amerika Serikat dan Kanada
192 Filsafat Inggris
193 Filsafat Jerman dan Austria
194 Filsafat Prancis
195 Filsafat Italia
196 Filsafat Spanyol dan Portugal
197 Filsafat Rusia
198 Filsafat Skandinavia
199 Filsafat lain-lain
FOKLOR
Karya sastra adalah salah satu wujud kebudayaan, dan hasil dari kreatifitas manusia baik secara tertulis maupun lisan. Karya sastra tertulis misalnya prosa, puisi, cerpen, cerbung dan lain-lain. Adapun karya sastra lisan adalah karya sastra yang diwariskan turun temurun secara lisan, salah satu jenis karya sastra lisan adalah cerita rakyat. Fakta bahwa cerita lisan merupakan salah satu hasil kebudayaan adalah cerita lisan tidak bisa lepas dari masyarakat pendukungnya yang selalu senantiasa melestarikannya dari waktu ke waktu, karena kebudayaan yang mereka ciptakan mampu memberi suatu kepuasan tersendiri baik secara langsung maupun tidak langsung.
Cerita lisan lahir dari masyarakat tradisional yang masih memegang teguh tradisi lisannya. Cerita lisan bersifat anonim sehingga sulit untuk diketahui sumber aslinya serta tidak memiliki bentuk yang tetap. Cerita lisan sebagian besar dimiliki oleh masyarakat tertentu yang digunakan sebagai alat untuk menggalang rasa kesetiakawanan dan alat untuk memperkuat nilai-nilai sosial budaya yang ada dan berlaku dalam masyarakat tersebut. Sebagai produk sosial cerita lisan mempunyai kesatuan dinamis yang bermakna sebagai nilai dan peristiwa pada jamannya (Goldman, dalam Sapardi Djoko Darmono, 1984: 42).
Cerita lisan dapat dikategorikan dalam ragam sastra lisan. Sastra lisan adalah karya sastra yang diwariskan turun-temurun secara lisan, salah satunya adalah cerita rakyat atau folklore. Folklore digolongkan kedalam tiga kelompok besar berdasarkan tipenya : (1) folklore lisan (verbal folklore), (2) folklore sebagian lisan (partly verbal folklore), dan folklore bukan lisan (non verbal folklore). (Brunvand, 1968:2-3) dalam James Danandjaja, 1984: 21).
1. Folklor lisan adalah folklore yang bentuknya memang murni lisan. Bentuk-bentuk (genre) folklore yang termasuk ke dalam kelompok besar ini antara lain (a) bahasa rakyat (folk speech) seperti logat, julukan, pangkat tradisional, dan title kebangsawanan, (b) ungkapan tradisional, seperti peribahasa, pepatah, dan pemeo, (c) pertanyaan tradisional, sepeti teka-teki, (d) puisi rakyat, seperti pantun, gurindam, dan syair, (e) cerita prosa rakyat, seperti mite, legenda, dan dongeng, dan nyanyian rakyat.
2. Folklor sebagian lisan adalah folklore yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan unsur bukan lisan. Kepercayaan rakyat, misalnya, yang oleh orang “modern” seringkali disebut takhyul itu, terdiri dari pertanyaan yang bersifat ditambah dengan gerak isyarat yang dianggap mempunyai makna gaib, seperti tanda salib seperti orang Kristen Khatolik yang dianggap dapat melindungi seseorang dari gangguan hantu, atau ditambah dengan benda material yang dianggap berkhasiat untuk melindungi diri atau membawa rezeki, seperti batu-batu permata tertentu. Bentuk-bentuk folklor yang tergolong dalam kelompok besar ini, selain kepercayaan rakyat, adalah permainan rakyat, adalah permainan rakyat, teater rakyat, tari rakyat, adat istiadat, upacara, pesta rakyat, dan lain-lain.
3. Folklor bukan lisan adalah folklore yang bentuknya bukan lisan, walaupun cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Kelompok besar ini dapat dibagi menjadi dua subkelompok, yakni yang material dan yang bukan material. Bentuk-bentuk folklore yang tergolong yang material antara lain : arsitektur rakyat (bentuk rumah asli daerah, bentuk lumbung padi, dan sebagainya). Sedangkan yang termasuk yang bukan material antara lain : gerak isyarat tradisional (gesture), untuk komunikasi rakyat (kentongan tanda bahaya). (James Danandjaja, 1984: 21-22)
.Cerita prosa rakyat dibagi dalam tiga golongan besar yaitu :
1. Mite (myth), adalah cerita prosa rakyat, yang benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh empunya cerita. Mite ditokohi oleh para dewa atau mahkluk setengah dewa, peristiwa terjadi didunia lain atau di dunia yang bukan kita kenal sekarang, dan terjadi masa lampau.
2. Legenda (legend), adalah prosa rakyat yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap pernah benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci, legenda ditokohi manusia, walaupun ada kalanya mempunyai sifat-sifat luar biasa, dan sering kali dibantu oleh mahkluk-mahkluk gaib.
3. Dongeng (folktale) berupa cerita prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita dan dongeng tidak terikat oleh waktu maupun tempat. (Bascom, 1965b: 3-20 dalam James Danandjaja, 1984: 50)
A. Pengertian Cerita Rakyat
Cerita lisan sebagai bagian dari folklor merupakan bagian persediaan cerita yang telah mengenal huruf atau belum. Perbedaannya dengan sastra tulis yaitu sastra lisan tidak mempunyai naskah, jikapun sastra lisan dituliskan, naskah itu hanyalah merupakan catatan dari sastra lisan itu, misalnya mengenai gunanya dan perilaku yang menyertainya.(Elli Konggas Maranda, dalam Yus Rusyana 1981 : 10)
Cerita rakyat adalah suatu karya sastra yang lahir dan berkembang dalam masyarakat tradisional dan disebarkan dalam bentuk relatif tetap, atau dalam bentuk baku disebarkan diantara kolektif tertentu dalam waktu yang lama. (James Danandjaja, 1984: 4)
Jadi, dapat disimpulkan bahwa definisi cerita rakyat secara keseluruhan adalah sebagian dari kebudayaan suatu kolektif, yang tersebar secara turun-temurun, diantara kolektif apa saja, secara tradisional dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (mnemonic device) (James Danandjaja, 1984 :2)
B. Ciri-ciri dan Bentuk Cerita Rakyat
Cerita rakyat sebagai folklor mempunyai beberapa ciri pengenal yang membedakan dari kesusastraan secara tertulis, sebagai berikut.
1. Penyebaran dan pewarisannya dilakukan secara lisan yaitu disebarkan dari mulut ke mulut dari satu generasi ke generasi berikutnya.
2. Cerita rakyat memiliki versi yang berbeda-beda karena penyebarannya secara lisan.
3. Cerita rakyat bersifat tradisional dan disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar disebarkan diantara kolektif tertentu dalam waktu yang cukup lama.
4. Cerita rakyat anonim karena pengarangnya tidak diketahui lagi, maka cerita rakyat telah menjadi milik masyarakat pendukungnya.
5. Cerita rakyat selalu menggunakan bentuk berpola yaitu menggunakan kata-kata klise, ungkapan-ungkapan tradisional, ulangan-ulangan dan mempunyai pembukuan dan penutupan yang baku. Gaya ini berlatar belakang kultus terhadap peristiwa dan tokoh utamanya.
6. Cerita rakyat mempunyai kegunaan dalam kehidupan kolektif, yaitu sebagai sarana pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginanterpendam.
7. Cerita rakyat mempunyai sifat-sifat prologis, dalam arti mempunyai logika tersendiri, yaitu tentu saja lain dengan logika umum.
8. Cerita rakyat menjadi milik bersama dari suatu kolektif tertentu. Dasar anggapan ini sebagai akibat sifatnya yang anonym.
9. Cerita rakyat bersifat polos dan lugu, sehingga sering kali kelihatan kasar, terlalu spontan. ( James Danandjaja, 1984: 4)
Cerita rakyat memiliki ciri-ciri seperti yang telah disebutkan di muka dan memiliki bentuk-bentuk seperti di bawah ini.
1. Mite mengandung tokoh-tokoh dewa atau setengah dewa. Tempat terjadinya ditempat lain dan masa terjadinya jauh di masa purba.
2. Legenda adalah cerita yang mengandung ciri-ciri hampir sama dengan mite. Tokoh dalam legenda tidak disakralkan oleh pendukungnya. Tokoh merupakan manusia biasa yang mempunyai kekuatan-kekuatan gaip, tempat terjadinya di dunia. Legenda tidak setua mite. Legenda menceritakan terjadinya tempat, seperti : pulau, gunung, daerah/desa, danau/sungai, dan sebagainya.
3. Dongeng adalah cerita yang dianggap tidak benar-benar terjadi dan tidak terikat oleh ketentuan tentang pelaku, waktu dan tepat. Dongeng hanyalah cerita khayalan belaka. (James Danandjaja, 1984: 50)
C. Fungsi Cerita Rakyat
Cerita rakyat memiliki fungsi sebagai berikut.
1. Sistem proyeksi (pro jective system) sebagai alat pencerminan angan-angan suatu kolektif.
2. Alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan.
3. Alat pendidikan anak (paedagogical Devide).
4. Alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat dipatuhi. (James Danandjaja, 1984: 19)
D. Pengertian Mitos
Mitos adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh yang empunya cerita, ditokohi oleh para dewa atau mahkluk setengah dewa (Bascom dalam James Danandjaja, 1984: 2)
Manusia dalam hidupnya akan selalu berhadapan dengan berbagai kejadian yang terjadi di alam sekitarnya. Banyak hal yang sukar dipercayai berlakunya, tetapi bagi penganutnya begitu mempercayai suatu mitos (Umar Yunus, 1981: 94)
Mitos adalah suatu cerita yang benar dan menjadi milik mereka yang paling berharga, karena merupakan suatu yang suci, bermakna dan menjadi contoh model bagi tindakan manusia. Mitos bukan hanya merupakan pemikiran intelektual dan hasil logika, tetapi terlebih dulu merupakan orientasi spiritual dan mental yang berhubungan dengan Illahi (Hari Susanto, 1987: 91)
Mitos adalah suatu sistem komunikasi yang memberikan pesan berkenaan dengan masa lalu, ide, ingatan, dan kenangan atau keputusan yang diyakini (Barthes, 1981: 193). Menurut Van peursen mitos berpijak pada fungsi mitos tersebut dalam kehidupan manusia. Mitos bukan sekedar cerita mengenai kehidupan dewa-dewa, namun mitos merupakan cerita yang mampu memberikan arah dan pedoman tingkah laku manusia sehingga bisa bersikap bijaksana (Van Peursen, 1976: 42)
Keberadaan mitos dapat memberi suatu pengetahuan, bagaimana masyarakat penganutnya, menghadapi kehidupan dengan keyakinan yang mereka percayai, menjadikan mitos sesuatu yang sangat penting, yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka, karena mereka percaya mitos tersebut memberi kegunaan dan manfaat bagi kehidupan.
E. Fungsi Mitos
Menurut Van Peurseun, fungsi mitos ada tiga macam, yaitu menyadarkan manusia bahwa ada kekuatan gaib, memberikan jaminan pada masa kini, dan memberikan pengetahuan pada dunia (Van Peursen, 1987: 37)
Fungsi mitos yang pertama adalah menyadarkan manusia bahwa kekuatan-kekuatan ajaib, berarti mitos tersebut tidak memberikan bahan informasi mengenai kekuatan-kekuatan itu, tetapi membantu manusia agar dapat menghayati daya-daya itu sebagai kekuatan yang mempengaruhi dan mengusai alam dan kehidupan sukunya. Misal adalah dongeng-dongeng dan upacara-upacara mistis.
Fungsi mitos yang kedua yaitu mitos memberikan jaminan masa kini. Misalnya pada bulan Sura, dilakukan suatu ritual tertentu atau upacara-upacara dengan berbagai tarian-tarian, seperti pada jaman dahulu, pada suatu kerajaan bila tidak dilakukan suatu upacara ritual akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Cerita serupa itu dipentaskan atau akan menampilkan kembali peristiwa yang telah terjadi. Sehingga usaha serupa pada jaman sekarang ini.
Fungsi mitos yang ketiga adalah memberikan pengetahuan tentang dunia artinya fungsi ini mirip dengan fungsi ilmu pengetahuan dan filsafat dalam alam pikiran modern, misalnya cerita-cerita terjadinya langit dan bumi (Van Peursen, 1976: 37)
Menurut Wiget (lihat Lauter, 1994), sastra lisan dipertunjukkan di hadapan pendengar yang melakukan evaluasi baik cara maupun isi pertunjukan; evaluasi bukan merupakan kesimpulan dari pertunjukan tersebut, melainkan merupakan sebuah kegiatan yang berlangsung yang tercermin dalam tingkat perhatian dan komentar.
Terdapat varitas yang sangat mengejutkan dari sastra lisan yang bertahan hidup di antara orang-orang pra-aksara, dan sebagaimana kata-kata tertulis muncul dalam sejarah, menunjukkan bahwa semua genre penting sastra yang muncul pada awal masyarakat beradab adalah: epos heroik, nyanyian pujaan untuk pendeta dan raja, cerita misteri dan supernatural, lirik cinta, nyanyian pribadi hasil meditasi, kisah cinta, kisah petualangan dan heroisme rakyat jelata, yang berbeda dari epos heroik kelas atas, satir, satir pertempuran, balada, dogeng tragedi rakyat dan pembunuhan, cerita rakyat, fabel, teka-teki, pepatah, falsafah hidup, himne, mantra-mantra, nyanyian misteri para pendeta, dan mitologi.
Dari berbagai varitas di atas, genre sastra lisan dapat klasifikasikan ke dalam sub-sub genre yang terdiri atas puisi lisan, prosa lisan, dan drama lisan. Edi Sedyawati (lihat Pudentia, 1998) menyusun sebuah gradasi dari sastra lisan yang paling murni sastra hingga ke pertunjukan teater yang paling lengkap media pengungkapannya, yakni: murni pembacaan sastra (mebasan dan macapatan); pembacaan sastra disertai gerak sederhana dan atau iringan musik terbatas (cekepung dan kentrung); penyajian cerita disertai gerak tari (randai); dan penyajian cerita melalui aktualisasi adegan, dialog dan tarian pemeran, dan iringan musik (wayang wong, makyong, wayang gong, dan lain-lain).
Menurut Wiget, dalam banyak sastra lisan dunia, puisi lisan adalah nyanyian, seperti halnya mazmur-mazmur Daud, lirik-lirik Orpheus, maupun meditasi-meditasi Tecayahuatzin. Baik puisi lisan maupun prosa lisan Amerika terdapat dalam kesusastraan pribumi seperti puisi Zuni, Aztec, Inuit, Aleut, dan lain-lain; dan cerita-cerita dari suku-suku Indian Hitchiti, Zuni, Navajo, Lakota, Iroquois, dan lain-lain.
Perkembangan penelitian terhadap sastra lisan yang merupakan sastra rakyat dilakukan dengan menggunakan metode-metode historik-komparatif, historik-geografik, dan historik-struktural.
Menurut A Teeuw(1988), perkembangan dalam studi sastra lisan terutama yang menyangkut puisi rakyat antara lain dilakukan oleh Parry dan Lord. Hipotesis Parry dan Lord ternyata dapat dibuktikan dengan meneliti puluhan contoh epos rakyat seperti yang dinyanyikan oleh tukang cerita. Dengan meneliti teknik penciptaan epos rakyat, cara tradisi tersebut diturunkan dari guru kepada murid, dan bagaimana resepsinya oleh masyarakat, Parry dan Lord berkesimpulan bahwa epos rakyat tidak dihafalkan secara turun-temurun tetapi diciptakan kembali secara spontan, si penyanyi memiliki persediaan formula yang disebut stock-in-trade, terdapat adegan siap pakai yang oleh Lord disebut theme, dan variasi merupakan ciri khas puisi lisan.
Sedangkan untuk melakukan penelitian terhadap teater rakyat dapat menggunakan metodologi kajian tradisi lisan. Dengan menggunakan metodologi kajian tradisi lisan, penelitian teater rakyat dapat dilakukan secara menyeluruh tidak hanya terbatas pada aspek kesastraannya saja tetapi juga mencakup aspek-aspek kebudayaan yang melingkupinya. Hal ini penting karena teater rakyat tidak hanya merupakan bagian dari sastra lisan tetapi juga bagian dari seni pertunjukan rakyat yang memiliki jaringan dengan berbagai unsur kebudayaan.
Sumber : http://syukronituaku.blogspot.com/2011/11/apa-itu-foklor.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kumpulan Serial Number
HOME SECURITY 1. AVG INTERNET SECURITY 8MEH-R3VBQ-DC433-3FPOA-YK6TW-NEMBR-ACED 8MEH-RPTGT-KMOL7-EEEVR-KYX7C-LEMBR-ACED 8MEH-RF22Z-ANGGS-...
-
HOME SECURITY 1. AVG INTERNET SECURITY 8MEH-R3VBQ-DC433-3FPOA-YK6TW-NEMBR-ACED 8MEH-RPTGT-KMOL7-EEEVR-KYX7C-LEMBR-ACED 8MEH-RF22Z-ANGGS-...
-
Dalam penyelenggaraan suatu pertandingan perlu disusun terlebih dahulu jadual kegiatan yang direncanakan. Jadual kegiatan ini memuat...
-
SLTA Daftar Alamat SMA Negeri Kabupaten Kebumen No. Nama Sekolah Alamat Sekolah 1 SMA NEGERI 1 ...