Saturday, February 2, 2013
JARINGAN KOMPUTER
Jaringan komputer terdiri atas:
A. SERVER
Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifatsca la ble dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.
Dilihat dari fungsinya, server bisa di kategorikan dalam beberapa jenis, seperti:
1. Server aplikasi (application server), adalah server yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam aplikasi yang dapat diakses oleh client.
2. Server data (data server), digunakan untuk menyimpan data baik yang digunakan client secara langsung maupun data yang diproses oleh server aplikasi.
3. Server proxy (proxy server), berfungsi untuk mengatur lalu lintas di jaringan melalui pengaturan proxy. Orang awam lebih mengenal proxy server untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet.
Server terbagi atas:
1. File server, yaitu komputer yang melekat pada jaringan yang memiliki tujuan utama menyediakan lokasi untuk penyimpanan bersama file komputer (seperti dokumen, file suara, foto, film, gambar, database, dsb) yang dapat diakses oleh workstation yang melekat pada jaringan komputer. Protokol yang digunakan pada file server adalah htp dan smb.
2. Print server, yaitu sebuah komputer atau perangkat yang terhubung ke satu atau lebih printer dan komputer klien melalui jaringan, dan dapat menerima pekerjaan mencetak dari komputer dan mengirim pekerjaan ke printer yang sesuai. Protokol yang digunakan adalah ipp dan smb.
3. Web server, yaitu program komputer yang memberikan (menyediakan) konten, seperti halaman Web, dengan menggunakan Hypertext Transfer Protocol (HTTP), melalui World Wide Web dan juga dapat merujuk ke komputer atau mesin virtual menjalankan program. Protokol yang digunakan dalam webserver adalah http.
4. Mail server. Protokol yang digunakan adalah pop3 dan smtp.
5. Database server, yaitu sebuah program komputer yang menyediakan layanan database program komputer lain atau komputer, sebagaimana didefinisikan byormix, Ingres, SQL server.
6. VOIP (Voice Over Internet Protocol), yaitu teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet dan data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa. Protokol yang digunakan dalam VOIP adalah h232 dan sip.
7. Terminal server, yaitu memungkinkan komputer klien untuk menggunakan harddisk, dimana dalam satu buah CPU dapat digunakan kebanyak banyak komputer. Protokol yang digunakan dalam terminal server adalah rdp (terdapat pada windows), dan itp (terdapat pada linux).
B. CLIENT
Client adalah sistem komputer yang menerima layanan-layanan dari server didalam jaringan.
Komponen Jaringan Komputer
Jaringan komputer tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi :
a. Komponen Hardware.
1. Personal computer (PC), yaitu mesin yang dapat diprogram menerima input, menyimpan dan memanipulasi data, dan menyediakan output dalam format yang bermanfaat.
2. Network Interface Card, yaitu sebuah komponen perangkat keras yang berfungsi untuk penghubung antara komputer dengan network device dan berkomunikasi melalui jaringan komputer.
3. Kabel.
4. Topologi jaringan, yaitu interkoneksi fisik dari unsur-unsur (link, node, dll) dari sebuah jaringan komputer. Empat dasar tipe topologi jaringan:
• Bus topology,
• Star topology,
• Ring topology, dan
• Tree topology
b. Komponen Software.
1. Sistem operasi jaringan, yaitu sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan.
2. Network adapter driver.
3. Protokol jaringan, yaitu seperangkat aturan yang digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi antara satu sama lain didalam jaringan dan sebuah konvensi atau standar yang mengontrol atau memungkinkan koneksi, komunikasi, transfer data antara endpoint komputasi.
Selain komponen-komponen diatas, jaringan komputer juga memiliki perangkat seperti:
1. Hub, yaitu komponen jaringan yang memiliki colokan (port) yang berguna untuk menyatukan kabel-kabel network dari tiap- tiap workstation, server atau perangkat lain.
2. Bridge, digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah walaupun menggunakan media penghubung dan model atau topologi berbeda.
3. Switch, bentuk dan fungsinya sama dengan hub, akan tetapi bedanya adalah switch lebih pintar karena memiliki kemampuan untuk mentransfer data hanya pada port yang dituju saja, berbeda dengan HUB yang mem-broadcast ke semua port yang dimiliki termasuk port tempat data tersebut berasal. Hal inilah yang membuat switch lebih cepat dalam mentransfer data dengan penggunaan bandwidth 100%, tidak terbagi untuk broadcast.
4. Router memiliki kemampuan untuk menyaring atau memfilter data yang lalu lalang dijaringan berdasarkan aturan atau protokol tertentu.
Perbedaan RISC dan CISC
• CISC
Complex Instruction Set Computingdisingkat CISC merupakan rangkaian instruksi built-in pada processor yang terdiri dari perintah-perintah yang kompleks. Instruksi-instruksi yang tersedia bertujuan untuk memudahkan para programmer untuk mengembangkan aplikasi untuk plattform CISC. Pada arsitektur CISC seperti Intel x86, yang diperkenalkan pada tahun 1978, bisa terdapat ratusan instruksi program perintah-perintah sederhana yang menyuruh sistem menambah angka, menyimpan nilai, dan menampilkan hasilnya. Bila semua instruksi panjangnya sama, instruksi sederhana akan memboroskan memori. Instruksi sederhana membutuhkan ruang penyimpanan 8 bit, sementara instruksi yang paling kompleks mengkonsumsi sebanyak 120 bit. Sehingga hal tersebut akan mengurangi kecepatannya.
Arsitektur berbasis CISC juga memungkinkan para perancang prosesor untuk menambahkan set instruksi tambahan untuk keperluan tertentu disamping set instruksi standar yang sudah ada, misalnya set instruksi MMX (Multimedia Extension) yang ditambahkan pada prosesor buatan Intel, dan 3Dnow! pada prosesor keluaran AMD. Karena itulah maka keluarga prosesor CISC lebih banyak digunakan dalam komputer pribadi dimana aplikasinya lebih luas, sementara keluarga prosesor RISC hanya digunakan pada workstation yang biasanya memiliki lingkup aplikasi yang lebih sempit.
Diantara kelebihan dan kekurangan dari arsitektur RISC dan arsitektur CISC sampai sekarang masih menjadi sebuah perdebatan. Ada juga teknologi yang menggabungkan kedua arsitektur tersebut, contohnya : Prosesor Intel dan AMD yang dijual secara komersil sekarang adalah pengembangan dari prosesor x86 yang menggunakan basis prosesor CISC.
• RISC
RISC (Reduced Instruction Set Computing). Rangkaian instruksi built-in pada processor yang terdiri dari perintah-perintah yang lebih ringkas dibandingkan dengan CISC. RISC memiliki keunggulan dalam hal kecepatannya sehingga banyak digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan kalkulasi secara intensif. Konsep RISC pertama kali dikembangkan oleh IBM pada era 1970-an. Komputer pertama yang menggunakan RISC adalah komputer mini IBM 807 yang diperkenalkan pada tahun 1980. Dewasa ini, RISC digunakan pada keluargaproces s or buatan Motorola (PowerPC) dan SUN Microsystems (Sparc, UltraSparc).
Karakteristik Risc
• Satuinstruksipersiklus
• Operasiregister to register
• Mode pengalamatanyang sederhana
• Format instruksiyang sederhana
• Desainhardwired (tanpamicrocode)
• Format instruksiyang fix
• Prosescompile yang cepat
Tabel Perbandingan RICS dengan CISC
Fitur RICS PC/Desktop CISC
Daya Sedikit ratusan miliwatt Banyak watt
Kecepatan Komputasi 200-520 MHz 2-5 GHz
Manajemen Memori Direct, 32 bit Mappped
I/O Custom PC berbasis pilihan via BIOS
Environment High Temp, Low EM Emissions Need Fans, FCC/CE approval an issue
Struktur Interupsi Custom, efisien, dan sangat cepat Seperti PC
Port Sistem Operasi Sulit, membutuhkan BSP level rendah. Load and Go
Wednesday, January 23, 2013
DINAMIKA GERAK
- DINAMIKA ialah ilmu yang mempelajari gerak dan gaya-gaya penyebabnya.
- Gaya ialah suatu tarikan atau dorongan yang dapat menimbulkan perubahan gerak.
- Satuan gaya adalah Newton, satu Newton adalah besarnya gaya yang diperlukan untuk menimbulkan percepatan 1 m.s-2 pada benda bermassa 1 kg
- Disamping Newton, satuan gaya sering ditulis juga dalam bentuk kg m/s2, 1 Newton= 1 kg m/s2
- Dalam sistern satuan lain seperti cgs, satuan gaya dinyatakan dalam 1 dyne, 1 dyne = 1 gr cm/s2
A. MACAM – MACAM GAYA
1. Gaya Normal
- Gaya normal adalah gaya yang bekerja pada bidang sentuh antara dua permukaan yang bersentuhan, dan arahnya selalu tegak lurus bidang sentuh.
- Gambar di bawah ini arah vektor gaya normal.
1. Gaya berat
- Gaya berat (W) adalah gaya gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda.
- Gaya berat selalu tegak lurus kebawah dimana pun posisi benda diletakkan, apakah di bidang horizontal, vertical ataupun bidang miring.
Gambar di bawah ini arah vektor gaya berat.Untuk lebih lengkapnya silakan download makalahnya disini silakan
Monday, January 21, 2013
Biografi Tokoh Musik Era Romantik
SEJARAH MUSIK
TOKOH MUSIK ZAMAN ROMANTIK
TOKOH MUSIK ZAMAN ROMANTIK
Niccolo (atau Nicolo) Paganini
Ia lahir di Genoa, 27 Oktober 1782 dan meninggal di Nice, 27 Mei 1840 pada umur 57 tahun. Ia adalah seorang pengarang musik serta pemain biola, viola, dan gitar dari Italia. Ia juga salah seorang virtuoso biola paling terkenal, dan disebut-sebut sebagai salah satu pemain biola terhebat yang pernah hidup di jaman romantik, dengan intonasi musik yang sempurna dan teknik yang tiada duanya. Walaupun Eropa pada abad kedelapan belas memiliki beberapa pemain biola yang luar biasa, namun Paganini bisa dianggap sebagai satu-satunya virtuoso biola abad kesembilan belas.
Berikut uraian kisah perjalanan hidupnya:
A. Hidup Nicolo Paganini
Niccolo Paganini dilahirkan di Genoa pada 27 Oktober 1782, oleh pasangan Antonio dan Teresa. Menurut penulis biografinya Peter Lichtenthal, pertama kali Paganini belajar bermain mandolin diajari oleh ayahnya pada saat ia berusia 5 tahun, lalu pindah ke biola pada usia tujuh tahun dan mulai mengarang musik pada saat ia berusia 8 tahun. Ia bermain di depan publik pertama kalinya pada waktu berumur 12 tahun. Dimasa mudanya ini, ia belajar dari berbagai guru termasuk Giovanni Servetto dan Alessandro Rolla, namun ia tidak dapat menguasai dirinya sendiri seiring dengan kesuksesannya, pada umur 16 tahun ia suka bermain judi dan minum minuman keras. Pada waktu itulah kariernya diselamatkan oleh seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya, yang membawa Paganini ke rumahnya dimana Paganini pulih dari kebiasaan buruknya dan kembali belajar biola selama tiga tahun. Ia juga bermain gitar pada saat itu.
Ia kembali muncul ke khalayak publik pada saat ia berusia 23 tahun, dengan menjadi direktur musik saudara perempuan Napoleon, Elisa Baciocchi, Putri dari Lucca. Tidak lama kemudian ia menjadi legenda karena kemahirannya bermain biola yang tidak tertandingi, dengan debutnya ke Milan pada 1813, Vienna 1828, dan London serta Paris pada 1831. Paganini adalah salah satu orang pertama yang melakukan tur sebagai artis solo, tanpa pemain musik pengiring. Ia menjadi salah seorang superstar pertama-tama dalam hal konser publik. Sehingga membuat ia menjadi kaya dan terkenal sebagai pemain musik tur, dan tidak terkalahkan dalam hal memikat pendengarnya.
Sebuah mitos yang merebak luas tentang Paganini ialah bahwa ia menjual jiwanya kepada setan sebagai ganti teknik bermain biolanya, sebuah rumor yang mana ia sendiri merasa tersanjung dan bisa jadi dimulai oleh dirinya sendiri. Pada saat ia bermain musik, bola matanya akan berputar sampai ke belakang sehingga hanya tampak putihnya. Cara berdirinya yang lenggang, dengan rambut tipis panjang dan kusut, serta postur tubuhnya yang kurus cekung semakin menambah rumor tentang dirinya. Ia bermain begitu bersemangatnya hingga para wanita terjatuh pingsan dan para pria akan menangis tersedu-sedu.
Biola yang dipakai Paganini dikenal sebagai Cannone Guarnerius, nama yang diberikan paganini untuk mencerminkan suara cannon yang dikeluarkannya. Senarnya hampir berada pada satu permukaan datar, kebalikan dari semua biola yang lain dimana senarnya membentuk satu lengkungan untuk menghindari menggesek senar yang lain. Dengan demikian Paganini dapat memainkan tiga bahkan empat senar secara mudah pada biolanya. Di Paris pada 1833, ia memesan sebuah musik konser biola dari Hector Berlioz, yang akhirnya menghasilkan Harold di Italy untuknya, namun Paganini tidak pernah memainkannya.
Kesehatannya mulai menurun setelah ia didiagnosis penyakit kanker tenggorokan. Penyakitnya membuatnya kehilangan kemampuan berbicara, namun ia tetap bermain biola hingga akhir hayatnya. Malam terakhir sebelum kematiannya dikatakan bahwa ia masih berusaha bermain biola secara tidak sadar. Ia meninggal di Nice pada 27 Mei 1840.
B. Musik orkestra Nicolo Paganini
Musik orkestra Paganini dinilai sopan, tidak bertele-tele dan suportif. Kritik mengatakan bahwa musik konsernya menggunakan terlalu banyak kata-kata dan terlalu menggantungkan kepada formula tertentu: salah satu bagian terakhirnya sering kali digantikan dengan yang lain. Selama kariernya, bagian biola dari konsernya disimpannya sendiri. Paganini akan melatih orkestranya tanpa memainkan bagian biolanya secara keseluruhan. Menjelang ajalnya, hanya dua yang telah diterbitkan. Keturunan dari Paganini dengan cerdiknya menerbitkan satu demi satu, setelah jeda waktu beberapa tahun. Saat ini ada enam konser musik Paganini yang telah diterbitkan walaupun dua yang terakhir kehilangan bagian orkestranya. Komposisinya yang sering menggunakan alat musik gitar dan senar, terutama biola telah menjadi bagian dari repertori baku.
Paganini juga mengembangkan jenis musik variasi konser untuk biola solo, dengan cara mengambil tema yang sederhana dan naif, dan variasi lirik yang berselang-seling dengan memainkannya dengan semangat yang menyala-nyala yang membuat pendengarnya menganga mulutnya.
C. Paganini dan pengembangan teknik bermain biola
Walaupun beberapa teknik biola yang digunakan oleh Paganini telah ada pada zamannya, namun proses perkembangannya dapat dibilang lambat.Arcangelo Corelli (1653-1713) dianggap sebagai bapak teknik biola, yang pertama kali mengembangkan peranan biola dari semula sebagai instrumen pengiring menjadi instrumen solo. Johann Sebastian Bach (1685-1750), dengan sonatanya Sonatas and Partitas for solo violin (BWV 1001-1006) telah meneguhkan kemampuan polifoni biola. Penjelajahan teknik bermain biola terbesar yang pertama ditemukan pada 24 caprice Pietro Locatelli (1693-1746), yang pada saat itu dianggap terlalu sulit untuk dimainkan (sekarang tidak terlalu sulit lagi). Para pemain biola berbakat pada waktu itu rata-rata lebih berkonsentrasi pada pengembangan intonasi dan teknik gesekan (yang disebut dengan teknik tangan kanan oleh pemain alat musik senar), dua cabang yang dianggap paling mendasar dan paling penting untuk pemain biola.
Paganini membuat terobosan baru dalam cara bermain biola untuk para pemain dan penulis musik. Musik-musik untuk biola berubah secara drastis sejak saat itu. Musik yang ditulis Paganini seringkali membutuhkan teknik penjarian dan gesekan yang terbukti memukau para pendengarnya dan menantang pemain sebayanya. Musik konsernya seringkali menggunakan kombinasistaccat, harmoni, pizzicato (dengan kedua tangan), dan interval musik yang lebar seperti penggunaan interval mayor kesepuluh). Komposisi musik Paganini tidak dianggap polifoni Eugene Ysaye pernah mengkritik bahwa iringan untuk musik Paganini terlalu menyerupai gitar, kekurangan karakter-karakter musik polifoni. Namun demikian, ia dianggap berjasa mengembangkan warna suara dan warna instrumen biola ke level yang tidak pernah disadari sebelumnya.
Paganini mampu memainkan tiga oktaf di empat senar biola dalam satu jangkauan tangan, suatu kemampuan yang nampaknya tidak masuk akal dengan standar masa kini. Keluwesannya mungkin diakibatkan oleh sindrom Marfan atau sindrom Ehlers-Danlos. Teknik penjariannya, seperti bermain harmoni dengan dua senar, bermain oktaf (dan interval kesepuluh) paralel, dan petikan dengan tangan kiri, dianggap hampir tidak mungkin dilakukan lagi pada zaman ini namun hanyalah sebagai latihan rutin untuk mengaspirasi pemain biola. Kemampuan teknik bermain biola setinggi itu hanya bisa dilakukan oleh segelintir pemain seperti Joseph Joachim dari Austria dan Eugene Ysaye dari Belgia Caprice ke-24 Paganini telah menarik perhatian banyak komposer. Franz Liszt, Johannes Brahms, Sergei Rachmaninoff, Boris Blacher, dan Andrew Lloyd Webber beberapa di antaranya, telah menulis variasi-variasi yang terkenal menurut tema lagu tersebut.
D. Daftar Komposisi Nicolo Paganini
24 Caprice, Op.1 - untuk Biola Solo
No. 1 dalam E mayor (Arpeggio)
No. 2 dalam B minor
No. 3 dalam E minor
No. 4 dalam C minor
No. 5 dalam A minor
No. 6 dalam G minor (Trill)
No. 7 dalam A minor
No. 8 dalam Es mayor
No. 9 dalam E mayor (Perburuan)
No. 10 dalam G minor
No. 11 dalam C major
No. 12 dalam As mayor
No. 13 dalam Bes mayor
No. 14 dalam Es mayor
No. 15 dalam E minor
No. 16 dalam G minor
No. 17 dalam Es mayor
No. 18 dalam C mayor
No. 19 dalam Es mayor
No. 20 dalam D mayor
No. 21 dalam A mayor
No. 22 dalam F mayor
No. 23 dalam Es mayor
No. 24 dalam A minor (Tema con variazioni)
Concerto untuk biola No. 1, dalam D mayor, Op. 6 (1817)
Concerto untuk biola No. 2, dalam B minor, Op. 7 (1826)
(La Campanella - 'Bel Kecil')
Concerto untuk biola No. 3, dalam E mayor (1830)
Concerto untuk biola No. 4, dalam D minor (1830)
Concerto untuk biola No. 5, dalam A minor (1830)
Concerto untuk biola No. 6, dalam E minor (1815?)
baris terakhir diselesaikan oleh orang lain yang tidak diketahui identitasnya.
12 sonata untuk biola dan gitar, Op. 2 dan 3
Op. 2, No. 1 dalam A mayor
Op. 2, No. 2 dalam C mayor
Op. 2, No. 3 dalam D minor
Op. 2, No. 4 dalam A mayor
Op. 2, No. 5 dalam D mayor
Op. 2, No. 6 dalam A minor
Op. 3, No. 1 dalam A mayor
Op. 3, No. 2 dalam G mayor
Op. 3, No. 3 dalam D mayor
Op. 3, No. 4 dalam A minor
Op. 3, No. 5 dalam A mayor
Op. 3, No. 6 dalam E minor
E. Hasil karya Nicolo Paganini
Perkenalan, tema, dan variasi dari 'Si cantik Molinara') oleh Paisiello - Introduction, theme and variations from Paisiello's 'La bella molinara' (Nel cor più non mi sento)
Perkenalan dan variasi menurut tema 'Cenerentola' oleh Rossini - Introduction and variations on a theme from Rossini's 'Cenerentola' (Non più mesta)
Perkenalan dan variasi menurut tema 'Musa' oleh Rossini - Introduction and variations on a theme from Rossini's 'Moses' (Dal tuo stellato soglio)
Perkenalan dan variasi menurut tema 'Tancredi' oleh Rossini - Introduction and variations on a theme from Rossini's 'Tancredi' (Di tanti palpiti)
Sonata megah sentimental (Variasi dari Lagu Kebangsaan Austria) - Maestoso sonata sentimentale (Variations on the Austrian National Anthem)
Variasi dari Lagu Kebangsaan Inggris - Variations on God Save the King
Hasil karya lainnya:
1. I Palpiti
2. Perpetuela (Sonata Movimento Perpetuo)
3. La Primavera
4. Theme from "Witches' Dance" (Lagu Tema menurut lagu "Tarian Tukang Sihir")
5. Sonata con variazioni Sonata Militaire (Sonata dengan variasi Sonata Militer)
6. Napoleon Sonata
7. Variasi, Le Streghe
8. Cantabile dalam D major
9. Moto Perpetuo dalam C major
10. Romanze dalam A minor
11. Tarantella dalam A minor
12. Grand sonata untuk biola dan gitar, dalam A major
13. Sonata untuk viola dalam C minor
14. Sonata untuk biola solo dalam C
15. 12 Kuartet untuk Biola, Gitar, Viola, dan Cello, Op.4
No. 1 dalam A minor
No. 2 dalam C major
No. 3 dalam A major
No. 4 dalam D major
No. 5 dalam C major
No. 6 dalam D major
No. 7 dalam E major
No. 8 dalam A major
No. 9 dalam D major
No. 10 dalam A major
No. 11 dalam B major
No. 12 dalam A minor
No. 13 dalam F minor
No. 14 dalam A Major
16. Paganini juga merupakan virtuoso gitar, ia telah menulis lebih dari 200 musik untuk gitar.
F. Karya yang terinspirasi dari Nicole Pagiani
1. Arban — the Carnival of Venice (Karnival dari Venice).
2. Boris Blacher — Variations on a Theme of Paganini (Variasi berdasarkan tema Paganini) - berdasarkan tema Caprice ke-24.
3. Johannes Brahms — Paganini Variations, Op.35 (Variasi Paganini) - untuk piano solo (2 buku 1862-63), berdasarkan tema Caprice ke-24
4. Frédéric Chopin — Souvenir de Paganini (Untuk mengenang Paganini) - untuk piano solo (1829, setelah meninggal).
5. Franz Lehár — Paganini - opera fiksi tentang Paganini (1925).
Franz Liszt — Enam Grandes Études de Paganini, S.141 (Pelajaran Terkenal Paganini) - untuk piano solo (1851).
6. Andrew Lloyd Webber — Variations for cello and orchestra, (Variasi untuk cello dan orkestra) - aslinya ditulis untuk cello dan grup musik rock.
Andrew Lloyd Webber — Variations (Variasi)) - berdasarkan tema Caprice ke-24, untuk cello dan grup musik jazz/rock.
Andrew Lloyd Webber — Song & Dance (Lagu & Tarian) - bagian Tariannya merupakan versi karya ulang dari Variasi.
7. Robert Schumann — Studies after Caprices by Paganini, Op.3 (Pelajaran dari Caprice Paganini) - untuk piano (1832); 6 Concert Studies on Caprices by Paganini, Op.10 (6 Pelajaran Konser untuk Caprice Paganini) - untuk piano (1833).
8. Karol Szymanowski — Trois Caprices de Paganini, Op.40 (Tiga Caprice Paganini) - ditulis untuk biola dan piano (1918).
Friday, December 21, 2012
Defenisi Seni Tari
SENI TARI
1.Kamala Devi Chattopadhyaya
Seorang kritikus dan seniman India, mendefinisikan tari sebagai gerakan-gerakan luar yang ritmis dan lama kelamaan tampak mengarah pada bentuk-bentuk tertentu.
2.Corry Hartong
Menurut Corry Hartong, tari ialah gerakan yang berbentuk dari ritmis dari badan di dalam ruang.
3.Soedarsono
Seorang kritikus seni yang mendefinisikan tari sebagai ekspresi jiwa manusia melalui gerakan-gerakan ritmis yang indah.
Tari adalah dalah salah satu jenis gerak selain senam, bela diri, akrobatik, atau pantomime. Sebagai seni, tari memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan seni-seni lain. Seni tari secara umum memiliki aspek-aspek gerak, ritmis, keindahan, dan ekspresi. Selain itu, seni tari memilki unsur-unsur ruang, tenaga, dan waktu.
Ruang berhubungan dengan posisi, tingkatan, dan jangkauan. Posisi berhubungan dengan arah hadap dan arah gerak. Arah hadap, seperti menghadap kedepan, kebelakang, serong kanan, dan serong kiri, arah gerak, contohnya menuju kedepan, kebelakang, memutar, atau zigzag. Tingkatan berhubungan dengan tinggi rens\dahnya posisi duduk dan level tinggi dengan posisi kaki dijinjitkan atau dengan meloncat-loncat,. Jangkauan berhubungan dengan gerak yang panjang atau pendek, gerak yang besar atau kecil.
Fungsi dan Peranan Seni Tari
Sebagai suatu kegiatan, seni taeri memiliki beberapa fungsi, yaitu seni tari sebagai sarana upacara, seni tari sebagai hiburan, seni tari sebagai media pergaulan, seni tari sebagai penyaluran terapi, seni tari sebagai media pendidikan, seni tari sebagai pertunjukkan, dan seni tari sebagai media katarsis. (Wardhana, 1990 : 21-36).
A. Seni tari sebagai sarana upacara.
Tari dapat digunakan sebagai sarana upacara. Jenis tari ini banyak macamnya, seperti tari untuk upacara keagamaan dan upacara penting dalam kehidupan manusia..
B. Seni tari senagai hiburan
Tari sebagai hiburan harus bervariasi sehingga tidak menjemukan dan menjenuhkan. Oleh karena itu, jenis ini menggunakan tema-tema yang sederhana, tidak muluk-muluk, diiringi lagu yang enak dan mengasyikkan. Kostum dan tata panggungnya dipersiapkan derngan cara yang menarik.
C. Seni tari sebagai penyaluran terapi
Jenis tari ini biasanya ditujukan untuk penyandang cacat fisik atau cacat mental. Penyalurannya dapat dilakukan secara langsung bagi penderita cacat tubuh atau bagi penderita tuna wicara dan tuna rungu, dan secara tidak langsung bagi penderita cacat mental. Bagi masyarakat timur, jenis tarian ini pantangan kerena persaan iba atau tak sampai hati.
D. Seni tari sebagai media pendidikan
Kegiatan tari dapat dijadikan media pendidikan, se[erti mendidik anak untuk bersikap dewasa dan menghindari tingkah laku yang menyimpang. Nilai-nilai keindahan dan keluhuran pada seni tari dapat mengasah perasaan seseorang.
E. Seni tari sebagai media pergaulan
Seni tari adalah kolektif, artinya penggarapan tari melibatkan beberapa orang. Oleh karena itu, kegiatan tari dapat berfungsi sebagai sarana pergaulan . kegiatan tari, seperti latihan tari yang rutin atau pementasan tari bersama, adalah sarana pergaulan yang baik.
F. Seni tari sebagai media pertunjukkan
Tari bukan hanya sarana upacara atau hiburan, tari juga bisa berfungsi sebagai pertunjukkan yang sengaja di garap untuk di pertontonkan. Tari ini biasanya dipersiapkan dsengan baik, mulai dari latihan hingga pementasan, diteliti dengan penuh perhitungan. Tari yang dipentaskan, lebih menitikberatkan pada segi artistiknya, penggarapan koreografi yang mantap, mengandung ide-ide, interprestasi, konsepsional serta memiliki tema dan tujuan.
G. Seni tari sebagai media katarsis
Katarsis berarti pembersihan jiwa. Seni tari sebagai media media katarsis lebih mudah dilaksanakan oleh orang yang telah mencapai taraf atas, dalam penghayatan seni
Jenis-Jenis Tari Tradisi Nusantara
Tradisional atau sering disebut tradisi berarti warisan budaya yang sudah cukup lama hidup dan berkembang secara turun menurun. Tari sebagai hasil kebudayaan juga merupakan seni yang sudah cukup lama hidup berkembang secara turun menurun. Jenisnya sangat banyak yang tersebar hampir di seluruh wilayah Nusantara.
Pada umumnya, tari-tari tradisional digarap secara baik dengan memperhatikan kaidah-kaidah seni pertunjukan sehingga tari tradisional merupakan seni yang bernilai artistik cukup tinggi. Tari tradisi semacam ini disebut tari tradisional klasik. Tario tradisional klasik mempunyai cirri-ciri yangbtelah mengalami pengolahan dan penggarapan gerak secara berkembang, yaitu keindahan yang di salurkan melaluim pola-pola gerak yang telah ditentukan . gerakan itu melampaui kebutuhan minimal yang diperlukan oleh konteksnya, dan ukuran-ukuran. Keindahannya yang telah terbukti melampaui batas-batas daerah.
Jenis-jenis tari berdasarkan fungsinya
Berdasarkan fungsinya, tari di bagi menjadi tiga jenis, yaitu tari upacara, tari pergaulan atau hiburan, dan tari pertunjukkan.
Tari Upacara.
a. Upacara keagamaan
Tari Sang Hyang, Gabor, Wayang Uwong, Gambuh, dan lain-lain (bali).
Ngalase (Jawa Barat), Senyang (Jawa Timur), dan Seblang (Banyuwangi)
Randai, Tortor (Sumatera)
Tari Gantan dan Tari Huda (Kalimantan)
Tari Mon dan Tari Tewadan (Papua)
Tari Reko Tenda (plores)
Tari Ma'gellu, Tari Pa'gellu, Tari Bissu, dan Tari Bataran (Sulawesi).
b.Upacara Kebesaran Keistanaan (Kraton)
Tari Legong Kraton (Bali)
Tari Bedoyo Semang (Yogyakarta), Bedoyo Kesawang, (Surakarta), Srimpi (jawa Timur), dan Beskalan (Situbondo)
Gending Sriwijaya (Palembang)
Tari Patudu dan Tari Pojoge (Makassar)
Tari Gembu (Sumenep).
c.Upacara Penting dalam kehidupan manusia
Upacara panen dirayakan dengan Tari Pakarena (Sulawesi Tenggara) dan Tari Manimbo (Toraja)
Upacara Khitanan dirayakan dengan tari Sisingan (Subang) dari Tari Jaranan Buto (Blitar)
Upacara Perkawinan dimeriahkan dengan Tari Beksan, Tari Lawung (Yogyakarta)
Upacara kematian menggunakan Tari Ma'bodang (Sulawesi), Tari Ma'maropkha, Tari Ma'Randing (Sulawesi)
Upacara maju perang menggunakan Tari Mandau (Kalimantan), Tari Karja (Sulawesi Timur).
Jenis tarian dan fungsinya
jenis tarian dan fungsinya,makanan Cina dan Melayu yang berasal dari Peranakan di. Melaka, 400 apabila terdapat pengaruh dari orang Cina yang Terdapat pelbagai jenis tarian:Klasifikasi Tari Bali (Cw'q) Berdasarkan jenisnya tari Bali dapat diklasifikasikan menjadi 4 yaitu: 1) jenis tari menurut fungsinya, 2) jenis tari menurutJawaban Terbaik: Tari Bidu : adalah jenis tarian pergaulan yang sangat populer dalam masyarakat adat Timor pada umumnya, khususnya kabupaten Timor Tengah UtaraApparently the Singaporeans are pissed that we decided to stop selling them subsidized petrol. The Star has the report here and reproduced below, along with myTari Ende Lio adalah sebuah tarian daerah yang mengekspresikan rasa lewat tatanan gerak dalam irama musik dan lagu. Dilihat dari tata gerak dan bentukya, tarian Ende.
A. TARIAN ACEH
1. Tari Laweut
Tari Laweut adalah tari yang berasal dari Aceh. Laweut berasal dari kata Selawat, sanjungan yang ditujukan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Sebelum sebutan laweut dipakai, pertama sekali disebut Akoon (Seudati Inong). Laweut ditetapkan namanya pada Pekan Kebudayaan Aceh II (PKA II). Tarian ini berasal dari Pidie dan telah berkembang di seluruh Aceh.
Gerak tari ini, yaitu penari dari arah kiri atas dan kanan atas dengan jalan gerakan barisan memasuki pentas dan langsung membuat komposisi berbanjar satu, menghadap penonton, memberi salam hormat dengan mengangkat kedua belah tangan sebatas dada, kemudian mulai melakukan gerakan-gerakan tarian.
2. Tari seudati
Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam.
3. Tari Gantar
Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.
Tari Perang.
B. TARIAN DAYAK
1. Tari Kancet Papatai / Tari Perang
Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari.
Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.
2. Tari Hudoq
Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak.
3. Tari Serumpai
Tari Serumpai Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).
TARI BADUI
Badui merupakan jenis tarian rakyat yang menggambarkan suatu adegan peperangan atau serombongan prajurit yang sedang latihan perang. Dilihat dari cara penyajiannya, tarian ini termasuk tarian kelompok berpasangan.
Komposisi yang dipakai berbentuk barisan.Kadang-kadang membentuk dua barisan, kadang-kadang pula melingkar berhadapan. Fungsi dari kesenian ini di samping sebagai alat dakwah agama Islam juga merupakan tontonan yang eksotik bagi masyarakat.
Seni Badui yang kini masih hidup dan berkembang di daerah kabupaten Sleman kebanyakan berasal dari daerah Kedu, sedang di daerah Kedu sendiri juga merupakan kesenian rakyat yang semula dibawa oleh seseorang dari tanah Arab”.
Kisah kedatangan kesenian ini adalah sebagai berikut: “Dulu ada orang Indonesia yang lama tinggal di tanah Arab.
Selama di sana dia mengetahui dan banyak melihat kesenian Badui tersebut. Di samping itu, ia juga melihat kesenian suhanul Muslim, yaitu kesenian orang/bangsa Arab Qurais. Kemudian setelah ia kembali ke tanah air, ia tinggal di desa Mendut, sebelah utara Borobudur/Kedu.
Di desanya ia mengembangkan kesenian Badui tersebut yang thema dan bentuknya masih sama dengan asal mulanya yang dilihat di tanah Arab, namun sementara itu ada bagian-bagian yang diselaraskan dengan keadaan masyarakat kita, terutama syair-syair dan kata-kata yang dilagukannya.
Seni Badui yang sekarang ini telah banyak mengalami perkembangan terutama di dalam lagu dan syairnya”.
Jumlah para pendukung pementasan kesenian Badui tidak tentu.
Biasanya sekitar 40 orang dengan perincian 10 orang sebagai pemegang instrumen musik dan vokalis, sedangkan yang 30 orang sebagai penarinya.
Penari terdiri dari laki-laki yang usianya rata-rata antara 12 - 30 tahun.
Kostum yang dipakai pemain terdiri dari peci Turki berwarna merah (kanigoro) atau kuluk temanten yang berwarna merah yang ada kucirnya, baju putih lengan panjang, rompi, celana panji, kain (rampekan) stagen dan ikat pinggang, kaos kaki dan sepatu putih.
Para penari membawa godo/gembel (senjata dan kayu).
Vokal disampaikan dalam bentuk lagu dan dibawakan secara bergantian antara penari dengan vokalis, bersama dengan pemegang instrumen musik (saut-sautan, Jawa).Syair yang dibawakan ada yang diambil dari Kitab Kotijah Badui tetapi ada juga yang disusun sendiri, dan berisikan uraian tentang budi pekerti, kepahlawanan, persatuan/kesatuan dan lain-lain.
Kesenian ini biasanya dipentaskan pada malam hari, selama kurang lebih 4,5 jam, mulai dari jam 20.00 hingga jam 00.30. Alat penerangan yang digunakan adalah lampu petromak. Ada kalanya pula tarian ini diselingi dengan pencak silat, dan dalam tarian pencak silat ini para pemainnya kadang ada yang dapat mencapai trance.
Posisi kaki penari umumnya terbuka, sedangkan posisi lengan rendah dan tinggi. Konsep pentas yang digunakan ialah arena dengan desain lantai lingkaran dan lurus. Instrumen yang dipergunakan adalah genderang (tambur) satu buah, terbang genjreng 3 buah dan satu jedor. Kadang-kadang ditambah sebuah peluit yang berfungsi untuk memberi aba-aba akan dimulainya pementasan, pergantian posisi, maupun berhenti / selesainya pertunjukan.
TARI SRIMPI Tari Srimpi yang ada sejak Prabu Amiluhur ketika masuk ke Kraton mendapat perhatian pula. Tarian yang ditarikan 4 putri itu masing-masing mendapat sebutan : air, api, angin dan bumi/tanah, yang selain melambangkan terjadinya manusia juga melambangkan empat penjuru mata angin. Sedang nama peranannya Batak, Gulu, Dhada dan Buncit. Komposisinya segi empat yang melambangkan tiang Pendopo Selain sebagai hiburan, tari ini sering juga ditarikan untuk menyambut tamu dalam upacara peringatan hari besar dan perkawinan.
TARI CENDRAWASIH
Tari Cendrawasih merupakan tari duet yang ditarikan oleh penari putri, kendatipun dasar pijakannya adalah gerak tari tradisi Bali, beberapa pose dan gerakannya dari tarian ini telah dikembangkan sesuai dengan interpretasi penata dalam menemukan bentuk - bentuk baru sesuai dengan tema tarian ini. Busana ditata sedemikian rupa agar dapat memperkuat dan memperjelas desain gerak yang diciptakan.
Tarian ini di ciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (yang juga sebagai penata busana dari pada tarian ini) dalam rangka mengikuti Festival Yayasan Walter Spies. penata tabuh pengiring adalah I Wayan Beratha dan I Nyoman Widha pada tahun 1988.
Tari Oleg Tamulilingan
Tarian yang dibwakan oleh 2 pasangan, kumbang jantan dan kumbang betina yang sedang menjalin asmara dan bermain-main di sebuah taman. Tari Oleg Tamulilingan merupakan karya cipta seniman besar I Ketut Marya alias I Mario yang paling populer di antara sejumlah ciptaannya. Tarian ini digarap tahun 1952 atas permintaan John Coast, budayawan asal Inggris yang sangat terkesan dengan kesenian Bali, untuk dipromosikan ke Eropa dan Amerika Serikat.
Tari Kecak
Kecak adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar[1], melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.
Tarian Daerah Kalimantan Barat
Memiliki jenis tarian sebagai tarian untuk penyembuhan diantaranya adalah Tari Monong, Manang atau tarian Baliatn. Konon Tarian ini berfungsi sebagai penolak atau penangkal penyakit. Tarian ini juga menjadi bagian dari upacara adat Bemanang/Balian.
Tari Pingan : Bagi masyarakat Dayak Mualang Kabupaten Sekadau tari pingan merupakan tari hiburan masyarakat karena memperoleh rezeki/tuah yang diberikan oleh Tuhan.
dari upacara adat Bemanang/Balian.
Tari Pingan, Merupakan Tarian Tunggal pada masyarakat Dayak Mualang Kabupaten Sekadau yang di masa kini sebagai tari hiburan masyarakat atas rezeki/tuah/makanan yang diberikan oleh Tuhan. Tari ini menggunakan Pingan sebagai media atraksi dan tari ini berangkat dari kebudayaan leluhur di masa lalu yang berkaitan erat dengan penerimaan/penyambutan tamu/pahlawan.
Tari Jonggan : Bagi masyarakat Dayak Kanayatn di daerah Kubu Raya, Mempawah, Landak Tari Jonggan merupakan tari pergaulan yang meceritakan tentang suka cita dan kebahagiaan dalam pergaulan muda mudi Dayak. Tari Jonggan merupkan tari pergaulan masyarakat Dayak Kanayatn di daerah Kubu Raya, Mempawah, Landak yang masih dapat ditemukan dan dinikmati secara visual, tarian ini meceritakan suka cita dan kebahagiaan dalam pergaulan muda mudi Dayak. Dalam tarian ini para tamu yang datang pada umumnya diajak untuk menari bersama.
Tari kondan merupakan tari pergaulan yang diiringi oleh pantun dan musik tradisional masyarakat Dayak Kabupaten sanggau kapuas, kadang kala kesenian kondan ini diiringi oleh gitar. kesenian kondan ini adalah ucapan kebahagiaan terhadap tamu yang berkunjung dan bermalam di daerahnya. kesenian ini dilakukan dengan cara menari dan berbalas pantun.
Tokoh-tokoh tari di kalbar dan Data Creator
YUZA YANIS Lahir tanggal 12 Oktober 1968
GABRIEL ARMANDO LAHIR 29 SEPTEMBER
LEON Lahir tanggal 23 Juli 1992
ARIF NOVIARDI Lahir tanggal 2 November 1988
BUDI Lahir tanggal 15 Agustus 1986
ULAN FIRDAUS Lahir tanggal 13 November 1989
MANTO Lahir tanggal 23 Januari 1989
Ismunandar S.H, S.sn (ketua prodi SENI FKIP UNTAN PONTIANAK)
Sebagian Karya tarinya antara lain yaitu:
1. Tari Persembahan
Tari Persembahan adalah sebuah tari penyambutan yang di tarikan agar orang yang di sambut terhindar dari marabahaya dan mendapatkan keselamatan selama di daerah yang dikunjungi. Tari ini juga biasa tampilakan dalam acara peresmian/ pembukaan gedung baru, ataupun kantor.
2. Tari Rentak Kapuas
Merupakan gambaran dari rasa pantang mundur dalam mengarungi derasnya kehidupan. Bak sungai kapuas yang mengalir disetiap jantung kehidupan, menjadikannya simbol dari semangat kerja keras dalam mencapai keberhasilan.
3. Tari Joget Sayang Dikasih
Tari ini menggambarkan sepasang muda-mudi dalam merajut tali kasih berjanji dalam suka dan duka bersama dalam mengarungi kehidupan.
4. Tari Bersatu Bangun
Kalimantan barat yang merupakan salah satu provinsi didlam kerangka negara kesatuan republik indonesia, mempuhnyai banyak keragaman di dalam suku, bahasa, agama dan budayanya. Keragaman tidaklah menjadi penghambat tetapi justru menjadi potensi besar dan menjadi sebuah kekuatan dalam membangun daerah dan bangsanya menuju masyarakat yang sejahteraa, dengan tetap saling harga-menghargai satu sama lainnya sehingga tumbuh dan tercipta sebuah keharmonisan di dalam kehidupan masyarakatnya.
BOUGENVIL
-Pada Tahun 1992 Sanggar bougenville mengikuti event Expo Sevilla Spayol.
-Pada tahun 1992 Sanggar Bougenville mengikuti Event Pasar malam Tong Tong Belanda.
-Pada tahun 1993 Sanggar Bougenville mengikuti event festifal budaya Melayu se -Asia Pasifik Tanjung pinang Riau, meraih juara pertama lomba tari jepin dan joget.
-Pada tahun 1995 Sanggar Bougenville mengikuti duta kesenian Indonesia ke Los Angeles Amerika.
-Pada Tahun 1995 Sanggar Bougenville mengikuti Event Festival budaya melayu se Asian di Medan.
Beberapa Prestasi Sanggar Tari GESKA
1. Festival Indonesia, Melbourne, Australia, 21-26 Oktober 2009, Tim Kesenian
2. China Asian Expo, Nanning (RRT), 16-23 Oktober 2009, Tim Kesenian
3. Festival Kesenian Musik Tradisional Anak-Anak, 2-5 Juli 2009, Gedung Kesenian Jakarta dan mendapatkan penghargaan sebagai Pemateri Musik Terbaik.
4. Festival Musik Tradisonal Anak-Anak, 12 Juni 2009, Taman Budaya Kalbar dan mendapatkan pengharagaan sebagai Penyaji Terbaik dan Pemusik Terbaik.
5. Festival Prajurit Nusantara, 2 November 2008, TMII Jakarta sebagai Peserta.
6. Festival Kemilau Nusantara, 24-26 Oktober 2008, Bandung Jawa Barat, sebagai Peserta.
7. Borneo Culture Festival 2008, Sibu, Serawak, Malaysia. 3-5 Juli 2008, Tim Kesenian.
8. Sound Of Borneo, Bintulu, Serawak, Malaysia, 27-30 Juni 2008, sebagai Peserta.
9. Tim Kesenian FKIP UNTAN ke University Brunei Darussalam, 18-24 November 2007.
10. Tim Kesenian BIMP-EAGA III, Travel Exchange, Kuching, Serawak, Malaysia. 2-4 November 2007.
11. Internasional Dance Festival, 18-21 Agustus 2007, Kuching, Serawak, Malaysia, sebagai Peserta.
12. Tim Kesenian Kalimantan Barat, Bunga Rampai Produk Indonesia Untuk Indonesia, 13-15 Juli 2007, Jakarta.
13. Event Organizer, GESKA Art Festival, 16-19 Agustus 2006, Pontianak.
14. Event Organizer, Kijang Berantai Art Festival, 23-26 Maret 2005, Pontianak.
15. Borneo Cultural Festival 2005, Sibu, Serawak, Malaysia. 2 – 9 July 2005, Tim Kesenian.
16. Finalis Lomba Koreografi Indonesia oleh Dewan Kesenian Jakarta, ‘RECHT’ karya Ismunandar, SH.,S.Sn., Graha Bhakti Budaya TIM, 13 -14 Desember 2004.
17. Acara Kesenian, BIMP-EAGA, Pendopo Gubernur, 31 Agustus 2004.
18. Juara II Tk. Propinsi, Lomba Olahraga Tradisional ‘Ngamben Satria’, Museum Negeri Pontianak, 29 Agustus 2004.
19. Acara Kesenian, Seminar MIPA se Indonesia, Pendopo Gubernur, 28 Juli 2004.
20. Prosesi Penyambutan, Power Seminar Tianshi, Pontianak Convention Centre, 18 Juli 2004.
21. Acara Kesenian, Pembukaan Festival Barongsai se Borneo, GOR Pangsuma Pontianak, 17 Juli 2004.
22. Prosesi Pembukaan dan Penyambutan, Pameran Mitra Binaan BUMN, Pontianak Convention Centre, 29 Juni 2004.
23. Prosesi Penyambutan Menteri Kelautan, Angkatan Laut Pontianak, 2 April 2004.
24. Acara Kesenian, Invitasi Pencak Silat Indonesia – Malaysia, GOR Pangsuma Pontianak, 25 Maret 2004.
25. Acara kesenian, HUT Kavaleri ke 54, BEKANG Pontianak, 9 Februari 2004.
26. Paket Acara Syukuran Pembukaan Kabupaten Sekadau, Sekadau, 2 Februari 2004.
27. Prosesi Penyambutan dan Tari Persembahan Penobatan Sulthan Pontianak, Keraton Kadriah Pontianak, 15 Januari 2004.
28. Tim Kesenian, Festival Film Indonesia dan Travex Road Show di Afrika Selatan, 19 – 27 November 2003.
29. Acara Kesenian, Pembukaan BIMP EAGA II – Travel Exchange Pontianak Kalimantan Barat, September 2003.
30. Tim Kesenian, Hari Keputeraan Sultan Brunei Darussalam ke-57, Brunei Darussalam, 6 Agustus 2003.
31. Tim Kesenian, Pesta Gendang Nusantara ke-6 di Malaka Bandaraya Bersejarah – April 2003 dan menjadi pengisi Puncak Acara.
32. Tari Massal, HUT ABRI ke-57 di Pontianak, Kalimantan Barat, 5 Oktober 2002.
33. Gelar Budaya dan Pameran Persatuan Nasional dalam rangka HUT RI ke-57, Senayan Jakarta – Agustus 2002 dan mendapat penghargaan sebagai Kelompok Tari terbaik, Penari Putra terbaik dan Tari terbaik.
34. Malam Renungan 17 Agustus (HUT Kemerdekaan RI ke-57) di Taman Ismail Marzuki Jakarta, 16 Agustus 2002.
35. Undangan Dewan Kesenian Jakarta dalam rangka promosi budaya ke sekolah–sekolah se Jakarta– Agustus 2002.
36. Tari Massal, HUT KOREM Alambanawanawai, Pontianak Kalimantan Barat, 31 Juli 2002.
37. Tim Kesenian, Pesta Kesenian Bali ke-23, Denpasar Bali – Juli 2001.
38. Penyaji dan Penata Tari terbaik dalam seleksi Tari Tingkat Propinsi Kal-Bar 2001.
39. Tim Kesenian, Festival Nusa Dua II Bali, Nusa Dua Bali – September 2000.
40. Tim Kesenian, HUT ABRI di Balikpapan Kalimantan Timur, Oktober 2000.
41. Tim Kesenian, Travel Market di Jakarta Convention Centre Jakarta, September 1999.
42. Tim Kesenian, GKJ Awards di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta September 1999.
43. Event Organizer, Pargelaran ‘SAHABAT’ dan Lomba Tari Kreasi Daerah Tingkat SLTP/SMU se Kalimantan Barat di Taman Budaya Kalimantan Barat , Agustus 1999.
44. Event Organizer, Pargelaran ‘Negeri Cintaku’ di GOR Pangsuma Kalimantan Barat, Oktober 1998.
45. Penyaji dan Penata Tari terbaik dalam Festival Borneo, Maret 1999 di Banjarmasin
46. Tim Kesenian, BIMP EAGA EXPO 1995 di Brunei Darussalam
47. Beberapa Prestasi kategori anak-anak di bidang Tari dan Musik untuk tingkat Nasional yang diperoleh tahun 2005-2006.
48. Beberapa Pertunjukkan di kota-kota lain di Indonesia dan Malaysia.
49. Event Tahunan yaitu Kalimantan Barat Art Festival yang diadakan 2 tahun sekali dan Gelar Tari Daerah dan Kreasi yang diadakan 1 tahun sekali.
T U G A S I N D I V I D U
SENI TARI
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK 2011
NAMA : WAHID
NIM : FO7111018
Tari Dayak Kalimantan Barat
Kata Pengantar
Puji dan syukur patut kita panjatkan kehadirat tuhan yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunianya kita dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan sekolah di jenjang perguruan tinggi.
artikel ini di tulis untuk memenuhi kebutuhan kita akan pengetahuan, pemahaman, dan panduan untuk menganalisis segala hal yang berkaitan dengan Tari Dayak di Indonesia. Materi artikel ini dibatasi dan difokuskan dengan fonemena yang terjadi di lingkungan sekitar kita, sehingga kita dapat melihat dan merekam peristiwa tersebut untuk mengambil manfaat sehingga kita dapat menuju kehidupan berseni yang lebih baik.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita dalam memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan menganalisis segala hal yang berkaitan dengan Tari Dayak di Indonesia tepatnya di daerah sekitar kita, sehingga kita dapat menjadi manusia yang berkualitas dalam upaya mencapai kesejahteraan diri maupun memberikan sumbangan terhadap keharmonisan dan kebudayaan rakyat Indonesia sekarang ini. Akhir kata, saya ucapkan terimakasih.
SENI TARI DAYAK
Sejarah Dayak
Dayak merupakan sebutan bagi penduduk asli pulau Kalimantan. Pulau kalimantan terbagi berdasarkan wilayah Administratif yang mengatur wilayahnya masing-masing terdiri dari: Kalimantan Timur ibu kotanya Samarinda, Kalimantan Selatan dengan ibu kotanya Banjarmasin, KalimantanTengah ibu kotanya Palangka Raya, dan Kalimantan Barat ibu kotanya Pontianak.
Kelompok Suku Dayak, terbagi lagi dalam sub-sub suku yang kurang lebih jumlahnya 405 sub (menurut J. U. Lontaan, 1975). Masing-masing sub suku Dayak di pulau Kalimantan mempunyai adat istiadat dan budaya yang mirip, merujuk kepada sosiologi kemasyarakatannya dan perbedaan adat istiadat, budaya, maupun bahasa yang khas. Masa lalu masyarakat yang kini disebut suku Dayak, mendiami daerah pesisir pantai dan sungai-sungai di tiap-tiap pemukiman mereka.
Etnis Dayak Kalimantan menurut seorang antropologi J.U. Lontaan, 1975 dalam Bukunya Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat, terdiri dari 6 suku besar dan 405 sub suku kecil, yang menyebar di seluruh Kalimantan. Kuatnya arus urbanisasi yang membawa pengaruh dari luar,seperti melayu menyebabkan mereka menyingkir semakin jauh ke pedalaman dan perbukitan di seluruh daerah Kalimantan.
Mereka menyebut dirinya dengan kelompok yang berasal dari suatu daerah berdasarkan nama sungai, nama pahlawan, nama alam dan sebagainya.Misalnya suku Iban asal katanya dari ivan (dalam bahasa kayan, ivan = pengembara) demikian juga menurut sumber yang lainnya bahwa mereka menyebut dirinya dengan nama suku Batang Lupar, karena berasal dari sungai BatangLupar, daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan Serawak, Malaysia. Suku Mualang, diambil dari nama seorang tokoh yang disegani (Manok Sabung/algojo) di Tampun Juah dan nama tersebut diabadikan menjadi sebuah nama anak sungai Ketungau di daerah Kabupaten Sintang (karena suatu peristiwa) dan kemudian dijadikan nama suku Dayak Mualang.Dayak Bukit (Kanayatn/Ahe) berasal dari Bukit/gunung Bawang. Demikian juga asal usul Dayak Kayan, Kantuk, Tamambaloh, Kenyah, Benuag, Ngaju dan lain-lain, yang mempunyai latar belakang sejarah sendiri-sendiri.
DOWNLOAD SOFTWARE FACEBOOK VS TWITTER DISINI
Namun ada juga suku Dayak yang tidak mengetahui lagi asal usul nama sukunya. Nama "Dayak" atau "Daya" adalah nama eksonim (nama yang bukan diberikan oleh mayarakat itu sendiri) dan bukan nama endonim (nama yang diberikan oleh masyarakat itu sendiri). Kata Dayak berasal dari kata Daya” yang artinya hulu, untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan Kalimantan umumnya dan Kalimantan Barat khususnya, (walaupun kini banyak masyarakat Dayak yang telah bermukim di kota kabupaten dan propinsi) yang mempunyai kemiripan adat istiadat dan budaya dan masih memegang teguh tradisinya.
Kalimantan Tengah mempunyai problem etnisitas yang sangat berbeda di banding Kalimantan Barat. Mayoritas ethnis yang mendiami Kalimantan Tengah adalah ethnis Dayak, yang terbesar suku Dayak Ngaju, Ot Danum, Maanyan, Dusun, dsb. Sedangkan agama yang mereka anut sangat variatif. Dayak yang beragama Islam di Kalimantan Tengah, tetap mempertahankan ethnisnya Dayak, demikian juga bagi Dayak yang masuk agama Kristen. Agama asli suku Dayak di Kalimantan Tengah adalah Kaharingan, yang merupakan agama asli yang lahir dari budaya setempat sebelum bangsa Indonesia mengenal agama pertama yakni Hindu. Karena Hindu telah meyebar luas di dunia terutama Indonesia dan lebih dikenal luas, jika dibandingkan dengan agama suku Dayak, maka Agama Kaharingan dikategorikan ke cabang agama Hindu.
Propinsi Kalimantan Barat mempunyai keunikan tersendiri terhadap proses alkurturasi cultural atau perpindahan suatu culture religius bagi masyarakat setempat. Dalam hal ini proses tersebut sangat berkaitan erat dengan dua suku terbesar di Kalimantan Barat yaitu Dayak,Melayu dan Tiongkok. Pada mulanya Bangsa Dayak mendiami pesisir Kalimantan Barat, hidup dengan tradisi dan budayanya masing-masing, kemudian datanglah pedagang dari gujarab beragama Islam (Arab Melayu) dengan tujuan jual-beli barang-barang dari dan kepada masyarakat Dayak, kemudian karena seringnya mereka berinteraksi, bolak-balik mengambil dan mengantar barang-barang dagangan dari dan ke Selat Malaka (merupakan sentral dagang pada masa lalu), menyebabkan mereka berkeinginan menetap di daerah baru yang mempunyai potensi dagang yang besar bagi keuntungan mereka.
Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Dayak ketika bersentuhan dengan pendatang yang membawa pengetahuan baru yang asing ke daerahnya. Karena sering terjadinya proses transaksi jual beli barang kebutuhan, dan interaksi cultural, menyebabkan pesisir Kalimantan Barat menjadi ramai, di kunjungi masyarakat lokal (Dayak) dan pedagang Arab Melayu dari Selat Malaka. Di masa itu system religi masyarakat Dayak mulai terpengaruh dan dipengaruhi oleh para pedagang Melayu yang telah mengenal pengetahuan, pendidikan dan agama Islam dari luar Kalimantan. Karena hubungan yang harmonis terjalin baik, maka masyarakat lokal atau Dayak, ada yang menaruh simpati kepada pedagang Gujarat tersebut yang lambat laun terpengaruh, maka agama Islam diterima dan dikenal pada tahun 1550 M di Kerajaan Tanjung Pura pada penerintahan Giri Kusuma yang merupakan kerajan melayu dan lambat laun mulai menyebar di Kalimantan Barat.
Masyarakat Dayak masih memegang teguh kepercayaan dinamismenya, mereka percaya setiap tempat-tempat tertentu ada penguasanya, yang mereka sebut: Jubata, Petara, Ala Taala, Penompa dan lain-lain, untuk sebutan Tuhan yang tertinggi, kemudian mereka masih mempunyai penguasa lain dibawah kekuasaan Tuhan tertingginya: misalnya: Puyang Gana ( Dayak mualang) adalah penguasa tanah , Raja Juata (penguasa Air), Kama”Baba (penguasa Darat),Jobata,Apet Kuyan'gh([[Dayak Mali]]) dan lain-lain. Bagi mereka yang masih memegang teguh kepercayaan dinamisme nya dan budaya aslinya nya, mereka memisahkan diri masuk semakin jauh kepedalaman.
Adapun segelintir masyarakat Dayak yang telah masuk agama Islam oleh karena perkawinan lebih banyak meniru gaya hidup pendatang yang dianggap telah mempunyai peradaban maju karena banyak berhubungan dengan dunia luar. (Dan sesuai perkembangannya maka masuklah para misionaris dan misi kristiani/nasrani ke pedalaman). Pada umumnya masyarakat Dayak yang pindah agama Islam di Kalimantan Barat dianggap oleh suku dayak sama dengan suku melayu. Suku Dayak yang masih asli (memegang teguh kepercayaan nenek moyang) pada masa lalu, hingga mereka berusaha menguatkan perbedaan, suku dayak yang masuk Islam(karena Perkawinan dengan suku Melayu) memperlihatkan diri sebagai suku melayu.banyak yang lupa akan identitas sebagai suku dayak mulai dari agama barunya dan aturan keterikatan dengan adat istiadatnya. Setelah penduduk pendatang di pesisir berasimilasi dengan suku Dayak yang pindah(lewat perkawinan dengan suku melayu) ke Agama Islam,agama islam lebih identik dengan suku melayu dan agama kristiani atau kepercayaan dinamisme lebih identik dengan suku Dayak.sejalan terjadinya urbanisasi ke kalimantan, menyebabkan pesisir Kalimantan Barat menjadi ramai, karena semakin banyak di kunjungi pendatang baik local maupun nusantara lainnya.
Tari Dayak
Bangsa dayak di Kalimantan Barat terbagi berdasarkan sub-sub ethnik yang tersebar diseluruh kabupaten di Kalimantan Barat. Berdasarkan Ethno Linguistik dan cirri cultural gerak tari dayak di Kalimantan Barat menjadi 4 kelompok besar, 1 kelompok kecil yakni:
1. Kendayan / Kanayatn Grop : dayak Bukit (ahe), Banyuke, Lara, Darit, Belangin, Bakati dll. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Pontianak, Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang, dan sekitarnya.mempunyai gerak tari, enerjik, stakato, keras.
2. Ribunic / Jangkang Grop/ Bidoih / Bidayuh : dayak Ribun, Pandu, Pompakng, Lintang, Pangkodatn, Jangkang, Kembayan, Simpakng, dll. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Sanggau Kapuas, mempunyai ciri gerak tangan membuka, tidak kasar dan halus.
3. Iban / Ibanic : dayak Iban dan sub-sub kecil lainnya, Mualang, Ketungau, Kantuk, Sebaruk, Banyur, Tabun, Bugau, Undup, Saribas, Desa, Seberuang, dan sebagainya. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Sambas (perbatasan), Kabupaten Sanggau / malenggang dan sekitarnya (perbatasan) Kabupaten Sekadau (Belitang Hilir, Tengah, Hulu) Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Serawak, Sabah dan Brunai Darusalam. mempunyai ciri gerak pinggul yang dominan, tidak keras dan tidak terlalu halus.
4. Banuaka" Grop : Taman, Tamambaloh dan sub nya, Kalis, dan sebagainya. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Kapuas Hulu.ciri gerak mirif kelompok ibanic, tetapi sedikit lebih halus.
5. Kayaanik, punan, bukat dll.
DOWNLOAD SOFTWARE FACEBOOK VS TWITTER DISINI
Selain terbagi menurut ethno linguistik yang terdata menurut jumlah besar groupnya, masih banyak lagi yang belum teridentifikasikan gerak tarinya, karena menyebar dan berpencar dan terbagi menjadi suku yang kecil-kecil. Misalnya dayak Mali / ayek-ayek, terdapat dialur jalan tayan kearah kab. ketapang. kemudian dayak Kabupaten Ketapang, daerah Persaguan, Kendawangan, daerah Kayong, Sandai, daerah Krio, Aur kuning.DaerahManjaudsb.
Kemudian dayak daerah Kabupaten Sambas, yaitu Dameo / Damea, Sungkung daerah Sambas dan Kabupaten Bengkayang dan sebagainya. Kemudian daerah Kabupaten Sekadau kearah Nanga Mahap dan Nanga Taman, Jawan, Jawai, Benawas, Kematu dan lain-lain. Kemudian Kabupaten Melawi, yaitu: dayak Keninjal(mayoritas tanah pinoh;antara lain desa ribang rabing, ribang semalan, madya raya, rompam, ulakmuid, maris dll)dayak Kebahan (antara lain desa:poring,nusa kenyikap, Kayu Bunga, dll yang memiliki tari alu dan tari belonok kelenang yang hampir punah), dayak Linoh (antara lain desa:Nanga taum,sebagian ulak muid, mahikam dll), dayak pangen (Jongkong, sebagian desa balaiagas dll), dayak kubing (antara lain desa sungai bakah/sungai mangat,nyanggai,nanga raya dll),dayak limai (antara lain desa tanjung beringin,tain, menukung, ela dll), dayak undau, dayak punan, dayak ranokh/anokh (antara lain sebagian di desa batu buil, sungai raya dll), dayak sebruang (antara lain didesa tanjung rimba, piawas dll),dayak Ot Danum ( masuk kelompok kal-teng), Leboyan.
Dalam seni tari Dayak, dikenal beragam tari Dayak dengan gerakan yang eksotik dan memukau. Lewat gerakan para penari Dayak yang biasanya diiringi dengan tetabuhan yang khas, unsur ritmis yang berpadu serasi menjadi sebuah seni penuh makna. Jenis-jenis tari Dayak yang cukup sering ditampilkan di depan umum,di antaranya:
1. Tari Gantar
Tarian ini menggambarkan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian di dalamnya menggambarkan benih pada dan wadahnya. Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya. Tarian ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.
2. Tari Kancet Papatai/Tari Perang
Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penarinya. Dalam tarian ini, penari mempergunakan pakaian tradisional suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tarian ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.
3. Tari Kancet Ledo/Tari Gong
Jika tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya tarian Kancet Ledo menggambarkan kelemah-lembutan seorang gadis bagaikan sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup angin. Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisional suku Dayak Kenyah dan pada kedua belah tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Tarian ini biasanya ditarikan di atas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.
4. Tari Kancet Lasan
Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tarian Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh tanah/lantai. Tarian ini lebih menekankan pada gerakan burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.
5. Tari Serumpai
Ini merupakan tarian dari suku Dayak Benuaq yang dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian ini diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).
6. Tarian Belian Bawo
Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tarian ini sering disajikan pada acara-acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian dari suku Dayak Benuaq.
7. Tari Kuyang
Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon besar dan tinggi agar tidak menggangu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.
8. Tarian Pecuk Kina
Trian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.
9. Tarian Datun
Tarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. Kemudian tari ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah.
10. Tari Ngerangkau
Tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga menimbulkan irama tertentu.
11. Tarian Baraga’Bagantar
Awalnya Baraga’Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq.
Tari Monong / Manang / Baliatn, merupakan tari Penyembuhan yang terdapat pada seluruh masyarakat Dayak. tari ini berfungsi sebagai penolak / penyembuh / penangkal penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi. tarian ini hadir disaat sang dukun sedang dalam keadaan trance, dan tarian ini merupakan bagian dari upacara adat Bemanang / Balian.
Tari Pingan, Merupakan Tarian Tunggal pada masyarakat Dayak Mualang Kabupaten Sekadau yang di masa kini sebagai tari hiburan masyarakat atas rezeki / tuah / makanan yang diberikan oleh Tuhan. Tari ini menggunakan Pingan sebagai media atraksi, dan tari ini berangkat dari kebudayaan leluhur di masa lalu, yang berkaitan erat dengan penerimaan / penyambutan tamu / pahlawan.
Tari Jonggan merupkan tari pergaulan masyarakat Dayak Kanayatn di daerah Kubu Raya, Mempawah, Landak yang masih dapat ditemukan dan dinikmati secara visual, tarian ini meceritakan suka cita dan kebahagiaan dalam pergaulan muda mudi Dayak. Dalam tarian ini para tamu yang datang pada umumnya diajak untuk menari bersama.
Tari kondan merupakan tari pergaulan yang diiringi oleh pantun dan musik tradisional masyarakat Dayak Kabupaten sanggau kapuas, kadang kala kesenian kondan ini diiringi oleh gitar. kesenian kondan ini adalah ucapan kebahagiaan terhadap tamu yang berkunjung dan bermalam di daerahnya. kesenian ini dilakukan dengan cara menari dan berbalas pantun.
Kinyah Uut Danum, adalah tarian perang khas kelompok suku Dayak Uut Danum yang memperlihatkan kelincahan dan kewaspadaan dalam menghadapi musuh. Dewasa ini Kinyah Uut Danum ini banyak diperlihatkan pada acara acara khusus atau sewaktu menyambut tamu yang berkunjung. Tarian ini sangat susah dipelajari karena selain menggunakan Ahpang (Mandau) yang asli, juga karena gerakannya yang sangat dinamis, sehingga orang yang fisiknya kurang prima akan cepat kelelahan.
Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan Suku Dayak sebagai penduduk aslinya kaya dengan keanekaragaman seni dan budaya peninggalan masa lalu. Satu dari kearifan khasanah budaya warisan nenek moyang tersebut terkandung dalam ragam seni tarian.
Pekan lalu, Lembaga Kebudayaan Dayak Palangka Raya (LKD-PR) menggelar pentas tari garapan dan tradisional. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk promosi kesenian daerah guna mendukung pengembangan potensi wisata lokal.
Kegiatan yang dilangsungkan di Gedung Eka Tingang Nganderang (Betang Mandala Wisata) tersebut menampilkan tujuh cindera tari dari tiga sanggar seni budaya yang ada di kota Palangka Raya.
Ketiga sanggar itu antara lain Sanggar Balanga Tingang dengan menampikan tari Mandau, tari Rantak Kipas Gempita, tari Giring-Giring dan tari Bahalai. Dari kegiatan tersebut, DeTAK merangkum sejumlah literatur dari sejarah dan makna tarian yang dipentaskan. Berikut catatannya.
1. Tari Wadian Amun Rahu
Tarian ini pada mulanya adalah sebuah tarian tradisional Suku Dayak Kalimantan Tengah yang bersifat sakral, magis dan religius. Tarian yang biasa dimainkan oleh kaum perempuan ini pada masa lampau dimaknai sebagai prosesi adat untuk menghantarkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, setelah selesai panen padi.
Selain itu, tarian ini juga sering dilakukan sebagai salah satu prasyarat tata cara penyembuhan seseorang yang menderita penyakit.
Ciri khas dari tari Wadian Amun Rahu terlihat pada penggunaan tata busananya yang didominasi warna merah dan putih sebagai perlambang keagungan Sang Maha Pencipta.
2. Tari Jarangkang Bango
Tarian ini merupakan tari kreasi baru yang diadaptasi dari tarian Suku Dayak di pedalaman Kalimantan Tengah dengan nama yang sama. Di daerah tersebut, tarian ini biasanya dimainkan oleh anak-anak.
Jarangkong Bango merupakan perangkat tari berupa benda yang dibuat dari batok kelapa yang dibelah dua, kemudian dilubangi untuk mengaitkan tali pegangan. Perangkat ini kemudian digunakan oleh para penari sebagai properti utama dalam tarian ini.
Tarian ini menunjukan sebuah kebersamaan dan kekompakan serta solidaritas anak-anak Suku Dayak Kalimantan Tengah dalam hidup bermasyarakat.
3. Tari Gelang Dadas dan Gelang Bawo (Iruang Wandrung)
Tarian ini merupakan rampak selaras dua gerak tari yang disatukan yaitu Wadian Dadas dan Wadian Bawo dan kemudian disebut Tari Iruang Wandrung.
Tarian Dadas dilakukan oleh penari wanita, sedangkan Gelang Bawo ditarikan oleh penari pria. Dengan iringan perpaduan musik tradisonal yang energik tarian ini pada jaman dulu berfungsi sebagai tarian untuk menghantar syukuran kepada Yang Maha Kuasa karena keberhasilan dalam seluruh aspek kehidupan Suku Dayak Kalimantan Tengah.
DOWNLOAD SOFTWARE FACEBOOK VS TWITTER DISINI
4. Tari Giring-giring
Tari giring-giring awalnya adalah tarian yang berasal dari daerah DAS Barito, Kalimantan Tengah. Tari giring-giring biasa dipertunjukkan dengan perangkat musik dari bambu yang berbunji jika digetarkan. Alat musik ini biasa disebut Ganggereng dan dimainkan bersama sebuah tongkat yang di sebut Gantar.
Tari ini biasa ditampilkan pada acara-acara adat sebagai perwujudan perasaan suka cita warga terutama pada saat menyambut tamu-tamu kehormatan.
Dalam perkembangannya, gerak dan ragam Giring-giring telah mengalami banyak pengembangan dengan tidak meninggalkan kaidah dan teknik dasar tarinya.
5. Tari Rantak Kipas Gempita
Tarian ini menggambarkan semangat generasi muda dalam meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Kemajemukan sosial dan budaya dalam diri para pemuda yang menuntut ilmu di Bumi Tambun Bungai bukanlah suatu hambatan dalam mewujudkan cita-cita bersama untuk memajukan daerah.
Dibanding konsep awalnya, sajian tarian ini telah mengalami pengembangan ragam gerak dengan tidak meninggalkan kaidah dan tehnik dasarnya.
Tarian ini dimainkan dengan lincah dan gembira, sebagai manifestasi dari semangat yang dimiliki oleh generasi muda dalam upaya ikut serta dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara.
6. Tarian Mandau
Tari ini merupakan tarian yang umumnya dilmainkan oleh kaum perempuan. Makna yang terkandung di dalamnya adalah semangat seluruh warga Dayak dalam pertahanan diri dan kampong halaman dari ancaman pihak-pihak luar.
Dalam penyajiannya penari melakuikan gerakan yang lembut, gagah dan energik. Saat ini, penggarapan tari, gerak dan ragamnya telah mengalami pengembangan dengan tidak meninggalkan kaidah dan tekniknya yang sudah dikenal luas di seluruh wilayah Kalimantan Tengah sejak masa silam.
7. Tari Bahalai atau Tari Selendang Bawi
Tarian ini merupakan cindera tari yang diangkat dari kelengkapan pakaian berupa selendang di kalangan kaum wanita Suku Dayak Kalimantan Tengah. Sama seperti tarian lainnya, tari ini juga telah mengalami pengembangan di beberapa bagian gerak dan atribut petari.
Tarian ini dimainkan dengan lemah gemulai oleh penari putrid sebagai gambaran sukacita dan ucapan syukur kepada Tuhan atas terlaksananya suatu hajatan besar di kalangan warga.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kumpulan Serial Number
HOME SECURITY 1. AVG INTERNET SECURITY 8MEH-R3VBQ-DC433-3FPOA-YK6TW-NEMBR-ACED 8MEH-RPTGT-KMOL7-EEEVR-KYX7C-LEMBR-ACED 8MEH-RF22Z-ANGGS-...
-
HOME SECURITY 1. AVG INTERNET SECURITY 8MEH-R3VBQ-DC433-3FPOA-YK6TW-NEMBR-ACED 8MEH-RPTGT-KMOL7-EEEVR-KYX7C-LEMBR-ACED 8MEH-RF22Z-ANGGS-...
-
Dalam penyelenggaraan suatu pertandingan perlu disusun terlebih dahulu jadual kegiatan yang direncanakan. Jadual kegiatan ini memuat...
-
SLTA Daftar Alamat SMA Negeri Kabupaten Kebumen No. Nama Sekolah Alamat Sekolah 1 SMA NEGERI 1 ...





