Friday, March 1, 2013
Pengertian Kanker Payudara
Kanker atau neoplasma merupakan suatu penyakit akibat adanya
pertumbuhan yang abnormal dari sel-sel jaringan tubuh yang dapat
mengakibatkan invasi ke jaringan-jaringan normal. Definisi yang paling
sederhana yang dapat diberikan adalah pertumbuhan sel-sel yang
kehilangan pengendaliannya. Kanker dapat menyebar pada bagian tubuh
tertentu seperti payudara.
Kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit
neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Kanker payudara
oleh WHO dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases
(ICD) dengan kode nomor 174 untuk wanita dan 175 untuk pria.
Kanker payudara muncul sebagai akibat sel-sel yang abnormal terbentuk
pada payudara dengan kecepatan tidak terkontrol dan tidak beraturan. Selsel
tersebut merupakan hasil mutasi gen dengan perubahan-perubahan
bentuk, ukuran maupun fungsinya.
Kanker payudara dapat menyebar ke organ lain seperti paru-paru, hati, dan
otak melalui pembuluh darah. Kelenjar getah bening aksila ataupun
supraklavikula membesar akibat dari penyebaran kanker payudara melalui
pembuluh getah bening dan tumbuh di kelenjar getah bening.
Anatomi Payudara
Payudara pada pria dan wanita adalah sama sampai masa pubertas (11-13
tahun) karena hormon estrogen dan hormon lainnya mempengaruhi
perkembangan payudara pada wanita. Pada wanita perkembangan payudara
aktif, sedangkan pada pria kelenjar dan duktus mammae kurang
berkembang dan sinus berkembang tidak sempurna. Payudara yang sensitif
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
terhadap pengaruh hormonal mengakibatkan payudara cenderung
mengalami pertumbuhan neoplastik baik yang bersifat jinak maupun ganas.
Payudara merupakan bagian dari organ reproduksi yang fungsi utamanya
menyekresi susu untuk nutrisi bayi. Payudara terdiri dari jaringan duktural,
fibrosa yang mengikat lobus-lobus, dan jaringan lemak didalam dan
diantara lobus-lobus. 85% jaringan payudara terdiri dari lemak. Sedikit di
bawah pusat payudara dewasa terdapat puting (papila mamaria), tonjolan
yang berpigmen dikelilingi oleh areola.
Puting dan areola biasanya mempunyai warna dan tekstur yang berbeda dari
kulit di sekelilingnya. Warnanya bermacam-macam dari yang merah muda
pucat, sampai hitam dan gelap selama masa kehamilan dan menyusui.
Puting susu biasanya menonjol keluar dari permukaan payudara.
Kanker payudara dapat terjadi dibagian mana saja dalam payudara, tetapi
mayoritas terjadi pada kuadran atas terluar di mana sebagian besar jaringan
payudara terdapat. Dalam menentukan lokasi kanker payudara, payudara
dibagi menjadi empat kuadran, yaitu kuadran lateral (pinggir atas), lateral
bawah, medial (tengah atas), dan median bawah.
Anatomi payudara dan kuadran letak kanker payudara dapat dilihat pada
gambar dibawah ini:
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Keterangan:
1.
Korpus (badan) I Lateral atas (pinggir atas)
2.
Areola II Lateral bawah
3.
papilla atau puting, III Medial atas (tengah atas)
IV Median bawah
Gejala Kanker Payudara
Gejala dan pertumbuhan kanker payudara tidak mudah dideteksi karena
awal pertumbuhan sel kanker payudara tidak dapat diketahui dengan
mudah. Gejala umumnya baru diketahui setelah stadium kanker
berkembang agak lanjut, karena pada tahap dini biasanya tidak
menimbulkan keluhan. Penderita merasa sehat, tidak merasa nyeri, dan
tidak mengganggu aktivitas.
Gejala-gejala kanker payudara yang tidak disadari dan tidak dirasakan pada
stadium dini menyebabkan banyak penderita yang berobat dalam kondisi
kanker stadium lanjut. Hal tersebut akan mempersulit penyembuhan dan
semakin kecil peluang untuk disembuhkan. Bila kanker payudara dapat
diketahui secara dini maka akan lebih mudah dilakukan pengobatan. Tanda
yang mungkin muncul pada stadium dini adalah teraba benjolan kecil di
payudara yang tidak terasa nyeri.
Gejala yang timbul saat penyakit memasuki stadium lanjut semakin banyak,
seperti:
a. Timbul benjolan
pada payudara yang dapat diraba dengan tangan,
makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak
beraturan.
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
b. Saat
benjolan mulai membesar, barulah menimbulkan rasa sakit
(nyeri) saat payudara ditekan karena terbentuk penebalan pada kulit
payudara.
c. Bentuk,
ukuran atau berat salah satu payudara berubah kerena
terjadi pembengkakan.
d. Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak atau timbul benjolan kecil
dibawah ketiak.
e. Bentuk atau arah puting berubah, misalnya puting susu tertarik ke
dalam dan yang tadinya berwarna merah muda dan akhirnya menjadi
kecoklatan.
f.
Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu pada wanita
yang sedang tidak hamil. Eksim pada puting susu dan sekitarnya
sudah lama tidak sembuh walau sudah diobati.
g. Luka pada payudara sudah lama tidak sembuh walau sudah diobati
seperti pada gambar di bawah ini :
h. Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk
(peau d’orange) akibat
dari neoplasma menyekat drainase limfatik sehingga terjadi edema
dan pitting kulit. Payudara yang mengalami peau d’orange dapat
dilihat pada gambar di bawah ini :
Luka pada payudara
peau d’orange
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Gejala kanker payudara pada pria sama seperti kanker payudara yang
dialami wanita, mulanya hanya benjolan. Umumnya benjolah hanya dialami
di satu payudara, dan bila diraba terasa keras dan menggerenjil. Bila
stadium kanker sudah lanjut, ada perubahan pada puting dan daerah hitam
di sekitar puting. Kulit putingnya bertambah merah, mengerut, tertarik ke
dalam, atau puting mengeluarkan cairan. Perbedaan penderita kanker
payudara pada pria dan wanita dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Kanker Payudara pada Pria (Kiri) dan Wanita (Kanan)
Stadium Kanker Payudara
Pembagian stadium menurut Portmann yang disesuaikan dengan aplikasi
klinik yaitu:
Stadium I : Tumor terbatas dalam payudara, bebas dari jaringan
sekitarnya, tidak ada fiksasi/infiltrasi ke kulit dan jaringan yang di bawahnya
(otot). Besar tumor 1 -2 cm dan tidak dapat terdeteksi dari luar. Kelenjar
getah bening regional belum teraba. Perawatan yang sangat sistematis
diberikan tujuannya adalah agar sel kanker tidak dapat menyebar dan tidak
berlanjut pada stadium selanjutnya. Pada stadium ini, kemungkinan
penyembuhan pada penderita adalah 70%.
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Stadium II : Tumor terbebas dalam payudara, besar tumor 2,5 -5 cm,
sudah ada satu atau beberapa kelenjar getah bening aksila yang masih
bebas dengan diameter kurang dari 2 cm. Untuk mengangkat sel-sel kanker
biasanya dilakukan operasi dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk
memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal. Pada stadium ini,
kemungkinan sembuh penderita adalah 30 -40 %.
Stadium III A : Tumor sudah meluas dalam payudara, besar tumor 5 10
cm, tapi masih bebas di jaringan sekitarnya, kelenjar getah bening aksila
masih bebas satu sama lain. Menurut data dari Depkes, 87% kanker
payudara ditemukan pada stadium ini.
Stadium III B : Tumor melekat pada kulit atau dinding dada, kulit merah
dan ada edema (lebih dari sepertiga permukaan kulit payudara), ulserasi,
kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain atau ke jaringan
sekitarnya dengan diameter 2 -5 cm. Kanker sudah menyebar ke seluruh
bagian payudara, bahkan mencapai kulit, dinding dada, tulang rusuk dan
otot dada.
Stadium IV : Tumor seperti pada yang lain (stadium I, II, dan III). Tapi
sudah disertai dengan kelenjar getah bening aksila supra-klavikula dan
Metastasis jauh. Sel-sel kanker sudah merembet menyerang bagian tubuh
lainnya, biasanya tulang, paru-paru, hati, otak, kulit, kelenjar limfa yang ada
di dalam batang leher. Tindakan yang harus dilakukan adalah pengangkatan
payudara. Tujuan pengobatan pada stadium ini adalah palliatif bukan lagi
kuratif (menyembuhkan).
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Pembagian stadium kanker menurut Portmann dapat dilihat pada gambar di
bawah ini:
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Diagnosis Kanker Payudara
Terdiri dari diagnosis klinis, pemeriksaan penunjang dan diagnosis pasti.
Diagnosis Klinis
Diagnosis klinis di dasarkan atas:
a) Wawancara dengan pengajuan pertanyaan umum dan terarah
sehubungan dengan kanker payudara.
b) Pemeriksaan klinis payudara untuk mencari benjolan atau kelainan
lainnya. Pemerikasaan payudara dilakukan saat ± 1 minggu dari hari
terakhir menstruasi. Penderita diperiksa dengan badan bagian atas
terbuka dan posisi badan tegak.
c) Insfeksi untuk melihat simetri payudara kanan dan kiri,kelainan papila,
letak dan bentuk, retraksi puting susu, kelainan kulit, tanda radang,
dan ulserasi. Dilakukan dalam keadaan kedua lengan diangkat keatas
untuk melihat ada tidaknya bayangan tumor di bawah kulit yang ikut
bergerak atau adakah bagian yang tertinggal.
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
d) Palpasi dan pemeriksaan kelenjar getah bening regional atau aksila.
Pemeriksaan Penunjang
Ada beberapa pemeriksaan penunjang untuk menuju diagnosis pasti suatu
kanker payudara, yaitu:
a) Termografi yaitu suatu cara yang menggunakan sinar infra red.
b) Mammografi yaitu pemeriksaan dengan metode radiologis sinar x yang
diradiasikan pada payudara. Kelebihan mammografi adalah
kemampuannya mendeteksi tumor yang belum teraba (radius 0,5 cm)
sekalipun masih dalam stadium dini. Waktu yang tepat untuk
melakukan mammografi pada wanita usia produktif adalah hari ke 114
dari siklus haid. Pada perempuan usia nonproduktif dianjurkan
untuk kapan saja. Ketepatan pemeriksaan ini berbeda-beda berkisar
antara 83%-95%.
c) Ultrasonografi, metode ini dapat membedakan lesi/tumor yang solid
dan kistik, dan hanya dapat membuat diagnosis dugaan berdasarkan
pemantulan gelombang suara.
d) Scintimammografi adalah teknik pemeriksaan radionuklir dengan
menggunakan radioisotop.
e) Dalam protokol penanganan kanker payudara, pemeriksaan yang
dianjurkan adalah mammografi dan ultrasonografi. Pemeriksaan
gabungan ultrasonografi dan mammografi memberikan angka
ketepatan diagnostik yang lebih tinggi.
Diagnosis Pasti
Diagnosis pasti hanya ditegakan dengan pemeriksaan histopatologis. Bahan
pemeriksaan dapat diambil dengan berbagai cara, yaitu:
a) Biopsi aspirasi (fine needle biopsy)
b) Needle core biopsy dengan jarum Silverman
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
12
c) Excisional biopsy dan pemeriksaan potong beku waktu operasi.
Epidemiologi Kanker Payudara
Distribusi dan Frekuensi Kanker Payudara
Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan insidens relatif
tinggi dan cenderung meningkat yaitu 20% dari seluruh keganasan dan 99%
terjadi pada perempuan,sedangkan pada laki-laki hanya 1%, sehingga
kanker payudara masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang
utama pada perempuan.
Pada pria, usia rata-rata untuk terdiagnosis kanker payudara adalah 60
tahun dan sebagian besar kanker payudara pada laki-laki terdiagnosis pada
tahap lanjut, kemungkinan karena laki-laki tidak terlalu menyadari tentang
benjolan payudara dibandingkan wanita.
Menurut WHO (2008) dari 600.000 kasus kanker payudara baru yang
didiagnosis setiap tahunnya 350.000 kasus di antaranya ditemukan di
negara maju, sedangkan 250.000 di negara yang sedang berkembang.
Di Amerika Serikat diperkirakan setiap tahunnya 175.000 wanita didiagnosis
menderita kanker payudara dengan proporsi 32% dari seluruh jenis kanker
yang menyerang wanita dan proporsi umur tertinggi yaitu pada kelompok
umur =50 tahun dengan proporsi 65%. 150.000 penderita kanker payudara
yang berobat ke rumah sakit dan 44.000 penderita meninggal setiap
tahunnya (CFR=29%). Di Kanada tahun 2005 jumlah penderita kanker
payudara mencapai 21.600 wanita dan 5.300 wanita meninggal dunia
(CFR=24,54%).
Di Malaysia pada tahun 2006, kanker payudara menduduki urutan pertama
dari seluruh kanker yang menyerang wanita dengan proporsi 29,9% dan
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
13
proporsi umur tertinggi yaitu pada kelompok umur 50-59 tahun dengan
proporsi 33,9%.
Data statistik Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) di Indonesia tahun
2006, menunjukkan bahwa kanker payudara menempati urutan pertama
dari seluruh kanker dengan proporsi 19,64%.
Pada tahun 2001, dari 447 kasus kanker payudara yang berobat di RS
Kanker Dharmais Jakarta 9,1% diantaranya adalah perempuan berusia
kurang dari 30 tahun.
Menurut Penelitian Azamris (2006), proporsi umur tertinggi penderita kanker
payudara yang berobat di RSUP Dr. M. Djamil Padang yaitu pada kelompok
umur 40-44 tahun dengan proporsi 34,3%.
Determinan Kanker Payudara
Sampai saat ini belum ada penyebab spesifik timbulnya kanker payudara
yang diketahui, diperkirakan multifaktorial. Namun timbulnya kanker
payudara dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Faktor risiko ini penting
untuk mengembangkan program-program pencegahan. Faktor risiko
timbulnya kanker payudara terdiri dari faktor risiko yang tidak dapat diubah
(unchangeable) dan dapat diubah (changeable) yaitu:
a. Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah (Unchangeable)
1) Umur
Semakin bertambahnya umur meningkatkan risiko kanker payudara. Wanita
paling sering terserang kanker payudara adalah usia di atas 40 tahun.
Wanita berumur di bawah 40 tahun juga dapat terserang kanker payudara,
namun risikonya lebih rendah dibandingkan wanita di atas 40 tahun.
Penelitian Azamris tahun 2006 di RS M. Djamil Padang dengan desain case
control menunjukkan bahwa diperkirakan risiko kelompok usia = 50 tahun
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
14
terkena kanker payudara 1,35 kali lebih tinggi dibandingkan dengan
kelompok wanita usia < 50 tahun (OR=1,35).
2) Menarche Usia Dini
Risiko terjadinya kanker payudara meningkat pada wanita yang mengalami
menstruasi pertama sebelum umur 12 tahun. Umur menstruasi yang lebih
awal berhubungan dengan lamanya paparan hormon estrogen dan
progesteron pada wanita yang berpengaruh terhadap proses proliferasi
jaringan termasuk jaringan payudara.
Penelitian Indriati tahun 2009 di RS Dr. Kariadi Semarang dengan desain
case control menunjukkan bahwa diperkirakan risiko bagi wanita yang
menarche pada umur =12 tahun terkena kanker payudara 3,6 kali lebih
tinggi dibandingkan dengan kelompok wanita yang menarche pada umur
>12 tahun (OR=3,6).
3) Menopause Usia Lanjut
Menopause setelah usia 55 tahun meningkatkan risiko untuk mengalami
kanker payudara. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa
sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi
jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.
Penelitian Azamris tahun 2006 di RS M. Djamil Padang dengan desain case
control menunjukkan bahwa diperkirakan risiko wanita yang menopause
setelah usia 55 tahun terkena kanker payudara 1,86 kali lebih tinggi
dibandingkan dengan kelompok wanita yang menopause sebelum usia 55
tahun (OR=1,86).
4) Riwayat Keluarga
Terdapat peningkatan risiko menderita kanker payudara pada wanita yang
keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan
bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat
BRCA 1 (Breast Cancer 1) dan BRCA 2 (Breast Cancer 2), yaitu suatu gen
kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker
payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70
tahun. 10% kanker payudara bersifat familial.
Penelitian Indriati tahun 2009 di RS Dr. Kariadi Semarang dengan desain
case control menunjukkan bahwa diperkirakan risiko bagi wanita yang
memiliki anggota keluarga penderita kanker payudara terkena kanker
payudara 3,94 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak
memiliki anggota keluarga penderita kanker payudara (OR=3,94).
5) Riwayat Penyakit Payudara Jinak
Wanita yang menderita kelainan ploriferatif pada payudara memiliki
peningkatan risiko untuk mengalami kanker payudara. Menurut penelitian
Brinton (2008) di Amerika Serikat dengan desain cohort, wanita yang
mempunyai tumor payudara (adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis)
mempunyai risiko 2,0 kali lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara
(RR=2,0). Wanita dengan hiperplasia tipikal mempunyai risiko 4,0 kali lebih
besar untuk terkena kanker payudara (RR=4,0). Wanita dengan hiperplasia
atipikal mempunyai risiko 5,0 kali lebih besar untuk terkena kanker
payudara (RR=5,0)
Faktor Risiko yang Dapat Diubah / Dicegah (Changeable)
1) Riwayat Kehamilan
Usia maternal lanjut saat melahirkan anak pertama meningkatkan risiko
mengalami kanker payudara. Menurut penelitian Briston (2008) di Amerika
Serikat dengan desain cohort, wanita yang kehamilan pertama setelah 35
tahun mempunyai risiko 3,6 kali lebih besar dibandingkan wanita yang
kehamilan pertama sebelum 35 tahun untuk terkena kanker payudara
(RR=3,6). Wanita yang nullipara atau belum pernah melahirkan mempunyai
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
16
risiko 4,0 kali lebih besar dibandingkan wanita yang multipara atau sudah
lebih dari sekali melahirkan untuk terkena kanker payudara (RR=4,0).
2) Obesitas dan Konsumsi Lemak Tinggi
Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dengan kanker
payudara pada wanita pasca menopause. Konsumsi lemak diperkirakan
sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara.
Penelitian Norsaadah tahun 2005 di Malaysia dengan desain case control
menunjukkan bahwa diperkirakan risiko bagi wanita yang memiliki Indeks
Massa Tubuh (IMT) = 25 untuk terkena kanker payudara 2,1 kali lebih
tinggi dibandingkan dengan wanita yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT)
< 25 (OR=2,1).
Menurut penelitian Briston (2008) di Amerika Serikat dengan desain cohort,
laki-laki yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) = 25 mempunyai risiko
1,79 kali lebih besar dibandingkan pria yang memiliki Indeks Massa Tubuh
(IMT) < 25 untuk terkena kanker payudara (RR=1,79).
3) Penggunaan Hormon dan Kontrasepsi Oral
Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Wanita
yang menggunakan kontrasepsi oral berisiko tinggi untuk mengalami kanker
payudara. Kandungan estrogen dan progesteron pada kontrasepsi oral akan
memberikan efek proliferasi berlebih pada kelenjar payudara. Wanita yang
menggunakan kontrasepsi oral untuk waktu yang lama mempunyai risiko
untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause.
Penelitian Indriati tahun 2009 di RS Dr. Kariadi Semarang dengan desain
case control menunjukkan bahwa diperkirakan risiko bagi wanita yang
menggunakan kontrasepsi oral > 10 tahun untuk terkena kanker payudara
3,10 kali lebih tinggi dibandingkan wanita yang menggunakan kontrasepsi
oral = 10 tahun (OR=3,10).
4) Konsumsi Rokok
Wanita yang merokok meningkatkan risiko untuk mengalami kanker
payudara daripada wanita yang tidak merokok. Penelitian Indriati tahun
2009 di RS Dr. Kariadi Semarang dengan desain case control menunjukkan
bahwa diperkirakan risiko bagi wanita yang merokok untuk terkena kanker
payudara 2,36 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak
merokok (OR=2,36).
Menurut penelitian Briston (2008) di Amerika Serikat dengan desain cohort,
laki-laki yang merokok mempunyai risiko 1,26 kali lebih besar dibandingkan
laki-laki yang tidak merokok untuk terkena kanker payudara (RR=1,26).
5) Riwayat Keterpaparan Radiasi
Radiasi diduga meningkatkan risiko kejadian kanker payudara. Pemajanan
terhadap radiasi ionisasi setelah masa pubertas dan sebelum usia 30 tahun
meningkatkan risiko kanker payudara.
Penelitian Indriati tahun 2009 di RS Dr. Kariadi Semarang dengan desain
case control menunjukkan bahwa diperkirakan risiko bagi wanita yang
terpapar radiasi lebih dari 1 jam sehari untuk terkena kanker payudara
3,12 kali lebih tinggi (OR=3,12).
Pencegahan
Pencegahan merupakan suatu usaha mencegah timbulnya kanker payudara
atau mencegah kerusakan lebih lanjut yang diakibatkan kanker payudara.
Usaha pencegahan dengan menghilangkan dan melindungi tubuh dari
karsinogen dan mengelola kanker dengan baik. Usaha pencegahan kanker
payudara dapat berupa pencegahan primordial, pencegahan primer,
pencegahan sekunder, dan pencegahan tertier.
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Pencegahan Primordial
Pencegahan sangat dini atau sangat dasar ini ditujukan kepada orang sehat
yang belum memiliki faktor risiko dengan memberikan kondisi pada
masyarakat yang memungkinkan penyakit tidak berkembang yaitu dengan
membiasakan pola hidup sehat sejak dini dan menjauhi faktor risiko
changeable (dapat diubah) kejadian kanker payudara. Pencegahan
primordial yang dapat dilakukan antara lain:
1) Perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang banyak mengandung
serat dan vitamin C, mineral, klorofil yang bersifat antikarsinogenik
dan radioprotektif, serta antioksidan yang dapat menangkal radikal
bebas, berbagai zat kimia dan logam berat serta melindungi tubuh dari
bahaya radiasi.
2) Perbanyak konsumsi kedelai serta olahannya yang mengandung
fitoestrogen yang dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara.
3) Hindari makanan yang berkadar lemak tinggi karena dapat
meningkatkan berat badan menyebabkan kegemukan atau obesitas
yang merupakan faktor risiko kanker payudara.
4) Pengontrolan berat badan dengan berolah raga dan diet seimbang
dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara.
5) Hindari alkohol, rokok, dan stress.
6) Hindari keterpaparan radiasi yang berlebihan. Wanita dan pria yang
bekerja di bagian radiasi menggunakan alat pelindung diri.
Pencegahaan Primer
Pencegahan primer adalah usaha mencegah timbulnya kanker pada orang
sehat yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Pencegahan
primer dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena
kanker payudara.
Beberapa usaha yang dapat dilakukan antara lain:
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
a) Penggunaan Obat-obatan Hormonal
1) Penggunaan obat-obatan hormonal harus sesuai dengan saran dokter.
2) Wanita yang mempunyai riwayat keluarga menderita kanker payudara
atau yang berhubungan, sebaiknya tidak menggunakan alat
kontrasepsi yang mengandung hormon seperti pil, suntikan, dan susuk
KB.
b) Pemberian ASI
Memberikan ASI pada anak setelah melahirkan selama mungkin dapat
mengurangi risiko terkena kanker payudara. Hal ini di sebabkan selama
proses menyusui, tubuh akan memproduksi hormon oksitosin yang dapat
mengurangi produksi hormon estrogen. Hormon estrogen memegang
peranan penting dalam perkembangan sel kanker payudara.
c) Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI).
Semua wanita di atas umur 20 tahun sebaiknya melakukan SADARI setiap
bulan untuk menemukan ada tidaknya benjolan pada payudara. Sebaiknya
SADARI dilakukan pada waktu 5-7 hari setelah menstruasi terakhir ketika
payudara sudah tidak membengkak dan sudah menjadi lembut. Langkahlangkah
SADARI dapat dilakukan seperti pada gambar di bawah ini:
Langkah-langkah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dapat di lakukan
dengan 2 cara yaitu:
Tahap I Melihat Perubahan di Hadapan Cermin
Berdiri tegak dengan kedua tangan lurus ke
bawah dan perhatikan apakah ada kelainan
lekukan, kerutan dalam, atau pembengkakan
pada kedua payudara atau puting.
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Kedua tangan diangkat ke atas kepala periksa
payudara dari berbagai sudut.
Tegangkan otot-otot bagian dada dengan
meletakkan kedua tangan di pinggang.
Perhatikan apakah ada kelainan pada kedua
payudara atau puting.
Pijat puting payudara kanan dan tekan
payudara untuk melihat apakah ada cairan atau
darah yang keluar dari puting payudara.
Lakukan hal yang sama pada payudara kiri.
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Tahap II Melihat Perubahan dengan Cara Berbaring
Letakkan bantal di bahu kanan dan letakkan
tangan kanan di atas kepala. Gunakan
tangan kiri untuk memeriksa payudara
kanan untuk memeriksa benjolan atau
penebalan.
Raba payudara dengan gerakan melingkar
dari sisi luar payudara ke arah puting Buat
sekurang-kurangnya dua putaran kecil
sampai ke puting payudara.
Raba payudara dengan gerakan lurus dari sisi
luar ke sisi dalam payudara. Gunakan jari
telunjuk,tengah, dan jari manis untuk
merasakan perubahan. Ulangi gerakan 1, 2,
dan 3 untuk payudara kiri.
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
d) Pemeriksaan Mammografi
Pemeriksaan melalui mammografi memiliki akurasi tinggi yaitu sekitar 90%
dari semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus
pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor
risiko terjadinya kanker payudara. Karena hal tersebut, menurut American
Cancer Society mammografi dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan
antara lain:
1) Untuk perempuan berumur 35-39 tahun, cukup dilakukan 1 kali
mammografi.
2) Untuk perempuan berumur 40-50 tahun, mammografi dilakukan 1-2
tahun sekali.
3) Untuk perempuan berumur di atas 50 tahun, mammografi dilakukan
setiap tahun dan pemeriksaan rutin.
Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan diagnosis dini terhadap
penderita kanker payudara dan biasanya diarahkan pada individu yang telah
positif menderita kanker payudara agar dapat dilakukan pengobatan dan
penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat pada penderita kanker
payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan,
mencegah komplikasi penyakit, dan memperpanjang harapan hidup
penderita Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan beberapa cara
yaitu:
a) Pemeriksaan Klinis
Pemeriksaan klinis di mulai dengan mewawancarai penderita kanker
payudara, pemeriksaan klinis payudara, untuk mencari benjolan atau
kelainan lainnya, insfeksi payudara, palpasi, dan pemeriksaan kelenjar getah
bening regional atau aksila. Dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
dilakukan dengan menggunakan alat-alat tertentu antara lain dengan
termografi, ultrasonografi, scintimammografi, lalu dilanjutkan dengan
pemeriksaan histopatologis untuk mendiagnosis secara pasti penderita
kanker payudara.
b) Penatalaksanaan Medis yang Tepat
Semakin dini kanker payudara ditemukan maka penyembuhan akan semakin
mudah. Penatalaksanaan medis tergantung dari stadium kanker didiagnosis
yaitu dapat berupa operasi/pembedahan, radioterapi, kemoterapi, dan terapi
homonal.
Pencegahan Tertier
Pencegahan tertier dapat dilakukan dengan perawatan paliatif dengan tujuan
mempertahankan kualitas hidup penderita dan memperlambat progresifitas
penyakit dan mengurangi rasa nyeri dan keluhan lain serta perbaikan di
bidang psikologis, sosial, dan spr itual.
Untuk mengurangi ketidakmampuan dapat dikakukan Rehabilitasi supaya
penderita dapat melakukan aktivitasnya kembali. Upaya rehabilitasi
dilakukan baik secara fisik, mental, maupun sosial, seperti menghilangkan
rasa nyeri, harus mendapatkan asupan gizi yang baik, dukungan moral dari
orang-orang terdekat terhadap penderita pasca operasi.
Penatalaksanaan Medis
Ada beberapa cara pengobatan kanker payudara yang penerapannya
tergantung pada stadium klinik kanker payudara. Pengobatan kanker
payudara biasanya meliputi pembedahan/operasi, radioterapi/penyinaran,
kemoterapi, dan terapi hormonal. Penatalaksanaan medis biasanya tidak
dalam bentuk tunggal, tetapi beberapa kombinasi.
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Pembedahan/Operasi
Pembedahan dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh payudara
yang terserang kanker payudara. Pembedahan paling utama dilakukan pada
kanker payudara stadium I dan II. Pembedahan dapat bersifat kuratif
(menyembuhkan) maupun paliatif (menghilangkan gejala-gejala penyakit).
Tindakan pembedahan atau operasi kanker payudara dapat dilakukan
dengan 3 cara yaitu:
a) Mastektomi radikal (lumpektomi), yaitu operasi pengangkatan
sebagian dari payudara. Operasi ini selalu diikut i dengan pemberian
radioterapi. Biasanya lumpektomi direkomendasikan pada penderita
yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir
payudara.
b) Mastektomi total (mastektomi), yaitu operasi pengangkatan seluruh
payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.
c) Modified Mastektomi radikal, yaitu operasi pengangkatan seluruh
payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan
tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.
Radioterapi
Radioterapi yaitu proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker
dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh
sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi. Tindakan ini
mempunyai efek kurang baik seperti tubuh menjadi lemah, nafsu makan
berkurang, warna kulit di sekitar payudara Universitas Sumatera
Utaramenjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai
akibat dari radiasi. Pengobatan ini biasanya diberikan bersamaan dengan
lumpektomi atau masektomi.
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Kemoterapi
Kemoterapi merupakan proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam
bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel
kanker.
Sistem ini diharapkan mencapai target pada pengobatan kanker yang
kemungkinan telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Dampak dari
kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok
karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.
Terapi Hormonal
Pertumbuhan kanker payudara bergantung pada suplai hormon estrogen,
oleh karena itu tindakan mengurangi pembentukan hormon dapat
menghambat laju perkembangan sel kanker. Terapi hormonal disebut juga
dengan therapy anti-estrogen karena sistem kerjanya menghambat atau
menghentikan kemampuan hormon estrogen yang ada dalam menstimulus
perkembangan kanker pada payudara.
RahasiaMemperbesarPayudara.Com
Monday, February 25, 2013
Sifat Bahan Pustaka
Bahan Pustaka merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah sistem perpustakaan selain ruangan dan gedung, peralatan atau perabot, tenaga dan anggaran.
Bahan Pustaka yang berupa buku, terbitan berkala (surat kabar dan majalah) serta bahan audiovisual seperti audio kaset, video, slide dan sebagainya harus dilestarikan mengingat nilainya yang mahal.
Pelestarian (Preservation) menurut definisi yang diberikan oleh International Federation of Library Association (IFLA), mencakup semua aspek usaha melestarikan bahan pustaka, keuangan, ketenagaan, metode dan teknik, serta penyimpanannya.
Pengawetan (Conservation) oleh IFLA dibatasi pada kebijakan dan cara khusus dalam melindungi bahan pustaka dan arsip untuk melestarikan koleksi tersebut.
Perbaikan (Restoration) menurut definisi yang diberikan IFLA menunjuk pada pertimbangan dan cara yang digunakan untuk memperbaiki bahan pustaka dan arsip yang rusak.
Jenis bahan pustaka ternyata banyak sekali, yang dapat digolongkan menjadi tiga golongan yaitu:
1. Buku, monograf, dan sebagainya;
2. Bahan berkala: majalah, surat kabar, buletin, dan sebagainya;
3. Bahan nonbuku, yang sering disebut sebagai bahan audiovisual yaitu bahan yang penyampaian informasinya melalui pendengaran dan penglihatan.
Bahan Pustaka yang berupa buku, terbitan berkala (surat kabar dan majalah) serta bahan audiovisual seperti audio kaset, video, slide dan sebagainya harus dilestarikan mengingat nilainya yang mahal.
Pelestarian (Preservation) menurut definisi yang diberikan oleh International Federation of Library Association (IFLA), mencakup semua aspek usaha melestarikan bahan pustaka, keuangan, ketenagaan, metode dan teknik, serta penyimpanannya.
Pengawetan (Conservation) oleh IFLA dibatasi pada kebijakan dan cara khusus dalam melindungi bahan pustaka dan arsip untuk melestarikan koleksi tersebut.
Perbaikan (Restoration) menurut definisi yang diberikan IFLA menunjuk pada pertimbangan dan cara yang digunakan untuk memperbaiki bahan pustaka dan arsip yang rusak.
Jenis bahan pustaka ternyata banyak sekali, yang dapat digolongkan menjadi tiga golongan yaitu:
1. Buku, monograf, dan sebagainya;
2. Bahan berkala: majalah, surat kabar, buletin, dan sebagainya;
3. Bahan nonbuku, yang sering disebut sebagai bahan audiovisual yaitu bahan yang penyampaian informasinya melalui pendengaran dan penglihatan.
Mipa Dasar (definisi matematika)
2.1 Definisi Matematika
Definisi Matematika Menurut Para Ahli :
1. Sujono (1988:5)
Sujono mengemukakan beberapa pengertian matematika. Di antaranya, matematika diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisasi secara sistematik. Selain itu, matematika merupakan ilmu pengetahuan tentang penalaran yang logik dan masalah yang berhubungan dengan bilangan. Bahkan dia mengartikan matematika sebagai ilmu bantu dalam menginterpretasikan berbagai ide dan kesimpulan.
2. Plato (427–347 SM)
Plato berpendapat, bahwa matematika adalah identik dengan filsafat untuk ahli pikir, walaupun mereka mengatakan bahwa matematika harus dipelajari untuk keperluan lain. Objek matematika ada di dunia nyata, tetapi terpisah dari akal. Ia mengadakan perbedaan antara aritmetika (teori bilangan) dan logistik (teknik berhitung) yang diperlukan orang. Belajar aritmetika berpengaruh positif karena memaksa yang belajar untuk belajar bilangan-bilangan abstrak. Dengan demikian matematika ditingkatkan menjadi mental aktivitas mental abstrak pada objek-objek yang ada secara lahiriah, tetapi yang ada hanya mempunyai representasi yang bermakna
3. Aristoteles (348–322 SM)
Ia memandang matematika sebagai salah satu dari tiga dasar yang membagi ilmu pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan fisik, matematika, dan teologi. Matematika didasarkan atas kenyataan yang dialami, yaitu pengetahuan yang diperoleh dari eksperimen, observasi, dan abstraksi.
4. Andi Hakim Nasution (1982:12
Istilah matematika berasal dari kata Yunani, mathein atau manthenein yang berarti mempelajari. Kata ini memiliki hubungan yang erat dengan kata Sanskerta, medha atau widya yang memiliki arti kepandaian, ketahuan, atau intelegensia. Dalam bahasa Belanda, matematika disebut dengan kata wiskunde yang berarti ilmu tentang belajar (hal ini sesuai dengan arti kata mathein pada matematika).
5. Sumardyono (2004:28) secara umum definisi matematika dapat dideskripsikan sebagai berikut, di antaranya:
1. Matematika sebagai struktur yang terorganisir. Matematika merupakan suatu bangunan struktur yang terorganisir. Sebagai sebuah struktur, ia terdiri atas beberapa komponen, yang meliputi aksioma/postulat, pengertian pangkal/primitif, dan dalil/teorema (termasuk di dalamnya lemma (teorema pengantar/kecil) dan corolly/sifat).
2. Matematika sebagai alat (tool). Matematika juga sering dipandang sebagai alat dalammencari solusi pelbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari.
3. Matematika sebagai pola pikir deduktif. Matematika merupakan pengetahuan yang memiliki pola pikir deduktif, artinya suatu teori atau pernyataan dalam matematika dapat diterima kebenarannya apabila telah dibuktikan secara deduktif (umum).
4. Matematika sebagai cara bernalar (the way of thinking). Matematika dapat pula dipandang sebagai cara bernalar, paling tidak karena beberapa hal, seperti matematika matematika memuat cara pembuktian yang sahih (valid), rumus-rumus atau aturan yang umum, atau sifat penalaran matematika yang sistematis.
5. Matematika sebagai bahasa artifisial. Simbol merupakan ciri yang paling menonjol dalam matematika. Bahasa matematika adalah bahasa simbol yang bersifat artifisial, yang baru memiliki arti bila dikenakan pada suatu konteks.
6. Matematika sebagai seni yang kreatif. Penalaran yang logis dan efisien serta perbendaharaan ide-ide dan pola-pola yang kreatif dan menakjubkan, maka matematika sering pula disebut sebagai seni, khususnya merupakan seni berpikir yang kreatif.
Berdasarkan berbagai pendapat para ahli tentang matematika dapat disimpulkan bahwa matematika adalah pengetahuan atau ilmu mengenai logika dan problem-problem numerik. Matematika menolong manusia menafsirkan secara eksak berbagai ide dan kesimpulan-kesimpulan.
2.2 Kegunaan (fungsi) pengajaran Matematika
Kegunaaan matematika yaitu :
a. Matematika sebagai pelayan ilmu yang lain.
Banyak ilmu-ilmu yang penemuan dan pengembangannya bergantung dari matematika
Contoh :
1. Penemuan dan pengembangan Teori Mendel dalam Biologi melalui konsep propabolitas.
2. Perhitungan dengan bilangan imajiner digunakan untuk memecahkan masalah tentang kelistrikan.
Dalam ilmu kependudukan, matematika digunakan untuk memprediksi jumlah penduduk dll.
b. Matematika digunakan manusia untuk memecahkan masalahnya dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh:
1. Memecahkan persoalan dunia nyata
2. Menghitung luas daerah
3. Menghitung laju kecepatan kendaraan
4. Mengunakan perhitungan matematika baik dalam pertanian, perikanan, perdagangan, dan perindustrian.
Depdiknas (2004) memaparkan fungsi matematika sekolah adalah sebagai salah satu unsur masukan instrumental, yang memiliki obyek dasar abstrak dan berlandaskan kebenaran konsistensi, dalam sistem proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan sekolah.
Menurut Depdiknas (2004) tujuan umum diberikannya matematika di jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai berikut.
1) Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkambang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien.
2) Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematila dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari., dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Dengan demikian tujuan umum pendidikan matematika pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah memberi tekanan pada penataan nalar dan pembentukan sikap siswa serta juga memberi tekanan pada keterampilan dan penerepan matematik.
Menurut Depdiknas (2004) tujuan pengajaran matematika di SD sebagai berikut:
1) Menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan berhitung (menggunakan bilangan sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari).
2) Menumbuhkan kemampuan siswa, yang dapat dialihgunakan, melalui kegiatan matematika.
3) Mengembangkan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal belajar lebih lanjut di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
4) Membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa siswa-siswa SD setelah selesai mempelajari matematika bukan saja diharapkan memiliki sikap kritis, jujur, cermat, dan cara berpikir logis dan rasional dalam menyelesaikan suatu masalah, melainkan juga harus mampu menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki pengetahuan matematika yang cukup kuat sebagai bekal untuk mempelajari matematika lebih lanjut dan dalam mempelajari ilmu-ilmu lain.
2.3 Dasar-dasar Keterampilan Matematika
Wills J.B & Atkinson M.P (2007: 5) menjelaskan bahwa: Keterampilan kuantitatif sangat penting untuk berpartisipasi dalam masyarakat, dimana hasil kuantitatif sangat penting dalam keputusan-keputusan tentang kehidupan publik dan swasta, dan sosiolog memiliki kontribusi yang berpotensi penting untuk membuat pendidikan keaksaraan kuantitatif. Pembelajaran matematika merupakan salah satu pembelajaran yang mengupayakan siswa untuk memiliki keterampilan baik keterampilan kognitif maupun keterampilan afektif.
Arends dan Kilcher (2010: 1) menjelaskan: Umumnya siswa mengharapkan untuk memperoleh keterampilan intelektual yang kompleks diperlukan untuk menjadi sukses dalam pengetahuan siswa saat ini, hasil siswa yang tidak sama adalah tidak diterima oleh siswa. Sedangkan wertsch & Stone (Sutherland R, 2007: 1) menjelaskan: Anak-anak dapat mengatakan lebih dari yang disadari dan beberapa masukan untuk memahami apa yang dimaksud dengan apa yang dikatakan bahwa mereka mengembangkan keterampilan kognitif.
Penilaian keterampilan matematika siswa tergantung dari proses pembinaan selama proses pembelajaran berlangsung di kelas. Untuk menilai keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal matematika diperlukan suatu arahan atau tujuan pembelajaran matematika. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan ditetapkan oleh pengajar sebelum melaksanakan proses pembelajaran sebagai standar penilaian keterampilan matematika.
Penilaian keterampilan matematika siswa tergantung dari proses pembinaan selama proses pembelajaran berlangsung di kelas. Untuk menilai keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal matematika diperlukan suatu arahan atau tujuan pembelajaran matematika. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan ditetapkan oleh pengajar sebelum melaksanakan proses pembelajaran sebagai standar penilaian keterampilan matematika.
Ebel RL, & Frisbie, DA. (1979: 378) menyatakan bahwa : Tes kinerja siswa adalah mendemonstrasikan keterampilan siswa dengan memanipulasi sasaran atau instrumen.
Untuk menyelidiki keterampilan matematika siswa di kelas dalam proses pembelajaran matematika, siswa akan belajar setiap bidang subyek utama matematika modern: aljabar, analisis, geometri, statistik, dan matematika terapan.
Untuk menyelidiki keterampilan matematika siswa di kelas dalam proses pembelajaran matematika, siswa akan belajar setiap bidang subyek utama matematika modern: aljabar, analisis, geometri, statistik, dan matematika terapan.
Dalam pembelajaran matematika, siswa akan mempelajari:
1). Bahasa matematika dan aturan-aturan logika.
2). Bagaimana ide kelompok matematika yang tepat.
3). Bagaimana membuktikan atau tidak membuktikan konjektur matematika.
4). Bagaimana untuk mengambil makna dari matematika pada halaman tertulis.
5). Cara menggunakan matematika untuk menggambarkan dunia fisik.
Shumway (1980: 151) menyatakan: Tugas pertama dalam penyelidikan pengembangan konsep-konsep matematika adalah untuk mengidentifikasi dimensi yang akan digunakan untuk menjelaskan perkembangannya. Dalam studi tentang pengembangan konsep matematika, variabel yang spesifik untuk diselidiki berasal dari dua sumber utama adalah (a) aksioma dan teorema matematika yang mendasari konsep dalam penyelidikan dan (b) studi umum perkembangan kognitif.
Adhami et all (Chambers, 2008: 115) menjelaskan tahapan dasar dalam keterampilan berpikir adalah: Tahapan dasar keterampilan berpikir pada operasi formal merupakan salah satu penyebab utamanya kesulitan bagi para siswa terutama di matematika. upaya untuk mengatasi kesulitan ini adalah percepatan kognitif dalam pendidikan matematika (CAME) dengan tujuan menghasilkan proses intervensi yang mempercepat perkembangan kognitif, tetapi juga (dan penting, di dunia dimana sekolah yang dinilai dengan pemeriksaan hasil) meningkatkan prestasi dalam hasil matematika.
Popham (1995: 139) menyatakan.” penilaian unjuk kerja adalah suatu pendekatan untuk mengukur status mendasar dari seorang siswa dengan jalan melengkapi siswa tersebut dengan sebuah tugas tertentu. Dalam penilaian keterampilan matematika siswa membutuhkan suatu kejelasan guru dalam menentukan indikator penilaian sebagai tujuan pembelajaran matematika di kelas. Indikator penilaian setiap materi matematika siswa sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas yaitu geometri, aljabar, fungsi, kalkulus, dan lain-lain serta penerapannya.
Douglas (1992: 627) menjelaskan bahwa Prestasi matematika sering digunakan sebagai indikator untuk mengetahui yang dimiliki siswa. tes matematika khususnya prestasi telah dikritik karena didominasi oleh tingkat rendah, item keterampilan dasar yang dihasilkan dengan mudah dalam format kertas dan pensil. Meskipun kekurangan lainnya, tes prestasi telah menjadi sumber utama bukti untuk menyelidiki kualitas dalam kelompok pendidikan yang beragam.
Robert Gagne (Bell, 1978: 108) menyatakan bahwa keterampilan matematika adalah suatu operasi-operasi dan prosedur matematika dalam kecepatan dan ketepatan siswa. Senada dengan Shumway (1980: 207) menyatakan Keterampilan umumnya dicirikan dalam hal (a) kecakapan atau ketepatan dan (b) efisiensi atau kecepatan. Proses pembelajaran matematika membutuhkan suatu kejelian siswa dalam memahami dan menerapkan konsep matematika yang abstrak dan kompleks. Abstrak dan kompleks memerlukan suatu ketepatan dan kecepatan siswa dalam terampil belajar materi matematika. Untuk itu 2 (dua) objek yang perlu diperhatikan oleh guru dalam penilaian keterampilan matematika siswa adalah 1). Ketepatan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika, 2). Kecepatan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika.
Berdasarkan dari beberapa rujukan di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan matematika siswa dalam penelitian ini adalah suatu operasi matematika yang dilakukan siswa dengan tepat dalam menyelesaikan soal-soal matematika.
2.4 Peranan Matematika dalam teknologi dan masyarakat
Matematika memegang peranan yang cukup penting dalam kehidupan manusia. Banyak yang telah disumbangkan matematika bagi perkembangan peradaban manusia. Kemajuan sains dan teknologi yang begitu pesat dewasa ini tidak lepas dari peranan matematika.
a. Peranan matematika dalam teknologi
Matematika merupakan raja sekaligus pelayan bagi ilmu-ilmu lainnya. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini tidak terlepas dari adanya campur tangan matematika. Sebagai contoh adalah penggunaan logika matematika sebagai dasar bahasa pemrograman, struktur data, kecerdasan buatan, sistem digital, basis data, teori komputasi, rekayasa perangkat lunak, jaringan saraf tiruan dan lainnya yang mempergunakan logika secara intensif. Selain itu, ada pula penggunaan lain dari matematika terhadap perkembangan TIK, yaitu penggunaan algoritma untuk menghemat ukuran file serta dalam pemrograman komputer, penggunan segitiga pascal dalam program turbo pascal, dan lain sebagainya. Masih banyak lagi sumbangan matematika dalam perkembangan TIK yang merupakan dasar ilmu komputer.
Boleh dikatakan landasan utama sains dan teknologi adalah matematika. Tapi apakah sumbangan matematika hanya untuk kemajuan sains dan teknologi saja? Apakah kita tahu kalau matematika juga ikut berperan dalam menentukan arah maupun isi pemikiran-pemikiran filsafat, dalam meruntuhkan dan membangun kembali ajaran-ajaran agama, dalam memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hakekat manusia dan dunianya.
“Segala sesuatu adalah bilangan-bilangan” demikian Pythagoras berfilsafat dengan menggunakan matematika. Mungkin kita akan bingung menafsirkan pernyataan tersebut. Tapi memang demikianlah filsafat, bukan filsafat kalau tidak membingungkan. Memang tampaknya yang diungkapkan Pythagoras tersebut tidak masuk akal, namun yang dia maksudkan bukannya tanpa arti sama sekali. Ia menemukan pentingnya bilangan dalam musik, dan hubungan yang ia bangun antara musik dan matematika terkenal dengan istilah matematika, seperti “nilai rata-rata harmoni” dan “progresi harmoni”.
Pythagoras menganggap bilangan-bilangan sebagai bentuk-bentuk, sebagaimana yang ada pada dadu atau kartu permainan. Kita pun masih mewarisinya hingga sekarang dengan menggunakan istilah seperti bilangan bujur sangkar atau bilangan berpangkat dua dan bilangan kubus untuk bilangan berpangkat tiga, yang tidak lain adalah istilah-istilah yang berasal dari Pythagoras. Ia pun menggunakan istilah bilangan segi empat, bilangan segitiga, bilangan piramida, dan sebagainya. Bilangan-bilangan itu sebetulnya mewakili jumlah batu kerikil yang digunakan untuk menyusun bentuk-bentuk yang bersangkutan.
Ternyata hal tersebut berhubungan dengan pandangan Pythagoras bahwa dunia ini bersifat atomis, dan menganggap tubuh terbentuk dari molekul-molekul yang terdiri dari atom-atom yang tersusun dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini ia ingin aritmatika sebagai bidang studi yang menjadi dasar dalam ilmu fisika maupun estetika.
Penemuan terpenting dari Pythagoras adalah apa yang sudah sangat kita kenal dan sering kita gunakan dalam segitiga siku-siku yaitu Dalil Pythagoras. Jumlah kuadrat sisi-sisi yang membentuk sudut siku-siku sama dengan kuadrat sisi miringnya, demikian isi dalil yang terkenal tersebut. Tapi dalil tersebut sekaligus menjadi titik tolak ditemukannya dalil ketaksebandingan, yang mementahkan kembali seluruh filsafat Pythagoras. Karena teori aritmatika tidak cukup memadai mengenai ketaksebandingan, maka hal ini semakin meyakinkan para ahli matematika ketika itu, bahwa geometri harus disusun secara terpisah dengan aritmatika.
Dan sejak itu geometri mempunyai pengaruh yang besar terhadap filsafat dan metode ilmiah. Penalaran deduktif aksiomatis menjadi kunci utama dalam memahami pengetahuan. Ini membawa konsekuensi, Matematika tidak lagi mempelajari obyek-obyek yang secara langsung dapat ditangkap oleh indera manusia. Substansi matematika adalah benda-benda pikir yang bersifat abstrak. Dan jadilah matematika murni mendominasi.
Doktrin-doktrin mistik yang menyangkut hubungan antara waktu dan keabadian pun mendapat dukungan dari matematika murni, obyek-obyek matematika, seperti bilangan-bilangan, andaikata nyata sekalipun, sifatnya tetap abadi dan tidak lekang oleh waktu. Obyek-obyek abadi demikian dikonsepsikan sebagai pikiran Tuhan. Maka jangan heran jika muncul doktrin Plato bahwa Tuhan adalah ahli geometri. Agama rasionalistik yang berbeda dengan agama apokaliptik, semenjak Pythagoras, dan terutama semenjak Plato, telah sepenuhnya didominasi oleh matematika dan metode matematis.
Kombinasi matematika dan teologi, yang bermula dari Pythagoras, telah menanamkan ciri pada filsafat yang bercorak religius di Yunani, di Abad Pertengahan dan jaman modern hingga Immanuel Kant. Tetapi mulai era Plato dan Descartes terjadilah perpaduan yang mendalam antara agama dan penalaran, antara aspirasi moral dan sikap logika yang memuliakan segala yang baka. Hal ini tidak lepas dari pengaruh dominasi matematika murni kala itu.
b. Peranan matematika dalam masyarakat
Pentingnya matematika tidak lepas dari perannya dalam segala jenis dimensi kehidupan. Misalnya banyak persoalan kehidupan yang memerlukan kemampuan menghitung dan mengukur. Menghitung mengarah pada aritmetika (studi tentang bilangan) dan mengukur mengarah pada geometri (studi tentang bangun, ukuran dan posisi benda). Aritmetika dan geometri merupakan fondasi atau dasar dari matematika.
Untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, orang dapat menyampaikan informasi dengan bahasa matematika, misalnya menyajikan persoalan atau masalah ke dalam model matematika yang dapat berupa diagram, persamaan matematika, grafik, ataupun tabel. Mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa matematika justru lebih praktis, sistematis, dan efisien. Begitu pentingnya matematika sehingga bahasa matematika merupakan bagian dari bahasa yang digunakan dalam masyarakat.
Hal tersebut menunjukkan pentingnya peran matematika dalam masyarakat, terutama sebagai sarana untuk memecahkan masalah baik pada matematika maupun dalam bidang lainnya. Peranan matematika tersebut, terutama sebagai sarana berpikir ilmiah oleh Erman Suherman (1995: 56) disebutkan dapat diperolehnya kemampuan-kemampuan sebagai berikut :
Hal tersebut menunjukkan pentingnya peran matematika dalam masyarakat, terutama sebagai sarana untuk memecahkan masalah baik pada matematika maupun dalam bidang lainnya. Peranan matematika tersebut, terutama sebagai sarana berpikir ilmiah oleh Erman Suherman (1995: 56) disebutkan dapat diperolehnya kemampuan-kemampuan sebagai berikut :
1. Menggunakan algoritma
Yang termasuk kedalam kemampuan ini antara lain adalah melakukan operasi hitung, operasi himpunan, dan operasi lainya. Juga menghitung ukuran tendensi sentral dari data yang banyak dengan cara manual.
2. Melakukan manipulasi secara matematika
Yang termasuk kedalam kemampuan ini antara lain adalah menggunakan sifat-sifat atau rumus-rumus atau prinsip-prinsip atau teorema-teorema kedalam pernyataan matematika .
3. Mengorganisasikan data
Kemampuan ini antara lain meliputi : mengorganisasikan data atau informasi, misalnya membedakan atau menyebutkan apa yang diketahui dari suatu soal atau masalah dari apa yang ditanyakan.
4. Memanfatkan simbol, tabel, grafik, dan membuatnya
Kemampuan ini antara lain meliputi : menggunakan simbol, tabel, grafik untuk menunjukan suatu perubahan atau kecenderungan dan membuatnya.\
5. Mengenal dan menemukan pola
Kemampuan ini antara lain meliputi : mengenal pola susunan bilangan dan pola bangun geometri.
6. Menarik kesimpulan
Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan menarik kesimpulan dari suatu hasil hitungan atau pembuktian suatu rumus.
7. Membuat kalimat atau model matematika
Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan secara sederhana dari fonemena dalam kehidupan sehari-hari kedalam model matematika atau sebaliknya dengan model ini diharapkan akan mempermudah penyelesaianya.
8. Membuat interpretasi bangun geometri
Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan menyatakan bagian-bagian dari bangun geometri dasar maupun ruang dan memahami posisi dari bagian-bagian itu.
9. Memahami pengukuran dan satuanya
Kemampuan ini antara lain meliputi ; kemampuan memilih satuan ukuran yang tepat, melakukan estimasi, mengubah satuan ukuran ke satuan lainnya.
10. Menggunakan alat hitung dan alat bantu lainya dalam matematika, seperti tabel matematika, kalkulator, dan komputer.
Sementara itu dalam tujuan umum pendidikan matematika (Depdiknas, 2002: 3) menyebutkan berbagai peranan matematika sebagai sarana berpikir ilmiah ditekankan pada kemampuan untuk memiliki:
1. Kemampuan yang berkaitan dengan matematika yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah matematika, pelajaran lain, ataupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata.
2. Kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi
3. Kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialih gunakan pada setiap keadaan, seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat jujur, bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan suatu masalah.
Kemampuan-kemampuan di atas berguna bagi seseorang untuk berpikir ilmiah dalam pendidikan dan berguna untuk hidup dalam masyarakat, termasuk bekal dalam dunia kerja.
2.5 Mengembangkan Keterampilan Matematika
Suka atau tidak, matematika selalu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saat bekerja, berbelanja, merencanakan biaya untuk keluarga. Hal ini perlu diperkenalkan pada anak sejak masih kecil.
Matematika bukan hanya bagian dari ilmu pengetahuan untuk menghitung sudut, panjang gelombang suara, dan teori pelik lainnya. Matematikan sebenarnya dasar konsep berpikir logis yang membantu kita menghitung kemungkinan, atau pro dan kontra, sehingga kita bisa memecahkan masalah dalam kehidupan. Hal inilah yang sebenarnya penting dipelajari oleh anak. Karenanya sejak dini anak perlu dibuat tertarik dan tidak terbebani ketika berhadapan dengan matematika.
Cara paling menarik untuk mengajarkan matematika adalah mengajak anak mengalaminya secara langsung. Anda bisa menemukan berbagai permainan yang didesain untuk mengembangkan keterampilan strategi, dan melibatkan kemampuan berpikir logis, contohnya ular tangga, atau monopoli.Mainan ini bisa dimainkan bersama oleh orang tua dan anak. Ketika ia mengalami masalah selama bermain, Anda bisa membantunya dengan memberikan contoh sehingga ia mendapatkan panduan menyelesaikan masalahnya
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh seorang ahli perkembangan anak dari Florida, California, USA disarankan 8 cara praktis untuk membantu si kecil mengakrabi matematika. Cara tersebut adalah:
1. Dorongan positif
Sebagai dasar proses belajar, dorongan positif merupakan hal yang penting. Sehingga anak mengerti harapan yang diinginkan dari mereka, dan terdorong untuk selalu mencapainya. Setiap kali anak mendapatkan nilai baik atau berhasil mengerjakan tugasnya dengan cepat dan tepat, jangan lupa untuk memuji atau memberikan hadiah kecil, seperti ekstra waktu bermain game, dan nonton film kartun.
Sebaliknya ketika anak belum berhasil, jangan memarahi atau memberi target. Beri penjelasan yang mudah dipahami tentang cara menyelesaikan tugasnya, agar ia mengerti dan dapat mengerjakan latihannya lebih baik.
2. PR monitor
Guru matematika cenderung memberi PR agar anak bisa berlatih di rumah. Anak yang telah paham pelajaran tersebut, tentu tak kesulitan mengerjakannya. Sebaliknya, jika tidak paham maka anak cenderung mengabaikan PRnya. Orang tua diharapkan untuk mendampingi anak mengerjakan PR matematikanya.
Hal ini tidak berarti matematika lebih istimewa dibanding pelajaran lain, tetapi karena rasa nyaman dan pendampingan orang tua akan memberi dorongan yang besar bagi anak untuk menyelesaikan PR yang sulit. Anak juga akan aman karena tahu bahwa ia akan mendapatkan penjelasan ketika dibutuhkan.
3. Beri contoh
Orang tua dapat memberi contoh yang praktis pada ana ketika mengajari matematika. Untuk anak berusia SD (6-12 tahun), secara sederhana bisa meminta mereka menghitung berapa uang yang harus disiapkan untuk membeli tiket Kidzania, misalnya. Atau, ketika berada di jalan, ajak mereka menghitung jumlah mobil merah yang berpapasan dengan mobil keluarga Anda.
4. Matematika praktis
Jelaskan pada anak bahwa matematika sangat dibutuhkan dalam kehidupan, sehingga mereka mengerti bahwa bukan rumus yang sulit yang harus mereka pelajari, tetapi pemahaman menggunakannya.
Contoh sederhana; Anda bisa meminta anak menghitung total potongan pizza yang harus dibeli jika setiap orang dalam keluarga ingin mendapatkan 2 potong. Anda bisa mengajarinya dengan penjumlahan, atau dengan perkalian bagi anak yang telah lebih besar (usia SD).
5. Biarkan anak terbuka
Bantu anak untuk terbuka membicarakan kesulitannya belajar matematika. Ini adalah langkah yang baik untuk memantau kemampuannya. Jika anak perlu dibantu, Anda akan segera tahu darinya, bukan dari nilai-nilai ulangannya yang rendah, atau PR yang dengan sengaja tidak dikerjakannya.
6. Nilai Uang
Anda bisa menggunakan uang, untuk membantu anak mahir berhitung. Anak bisa belajar pengurangan, penambahan, dan pembagian untuk menentukan uang yang harus mereka miliki untuk mendapatkan sesuatu, sisa uang yang akan mereka terima sebagai kembalian, pada proses membeli.
7. Menyebutkan Waktu
Ajari anak menyebutkan waktu dengan melihat jam. Gunakan lebih dulu jam digital, ketika anak baru belajar angka, baru kemudian gunakan jam analog (memiliki jarum) ketika anak mulai dapat mengerti penjumlahan dan pengurangan dua digit (total detik dan menit adalah dua digit). Jelaskan secara detail tentang konsep detik, menit, jam dan hari.
8. Permainan Matematika
Belajar matematika mestinya bisa menjadi menarik dan menyenangkan bagi anak. Anda bisa memadukan matematika dengan berbagai cara praktis yang membuat si kecil merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya belajar angka dengan menggunakan remote control TV, atau menggunakan flash card berisi angka-angka yang dimainkan seperti permainan kartu
9. Gunakan computer
Anda bisa meningkatkan kecepatan si kecil belajar dengan menggunakan komputer, dan berbagai software pendidikan. Saat ini anak-anak lebih familiar dengan komputer dibandingakn kita saat seusia mereka. Bisa ditemukan berbagai permainan komputer yang melibatkan keterampilan matematika.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Matematika adalah pengetahuan atau ilmu mengenai logika dan problem-problem numerik. Matematika menolong manusia menafsirkan secara eksak berbagai ide dan kesimpulan-kesimpulan.
2. Depdiknas (2004) memaparkan fungsi matematika sekolah adalah sebagai salah satu unsur masukan instrumental, yang memiliki obyek dasar abstrak dan berlandaskan kebenaran konsistensi, dalam sistem proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan sekolah.
3. Peranan matematika dalam teknologi, yaitu Matematika merupakan raja sekaligus pelayan bagi ilmu-ilmu lainnya. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini tidak terlepas dari adanya campur tangan matematika. Landasan utama sains dan teknologi adalah matematika
4. Peranan matematikadalam masyarakat, yaitu sebagai sarana berpikir ilmiah adalah dapat diperoleh kemampuan-kemampuan meliputi :
(1) menggunakan algoritma.
(2) melakukan manipulasi secara matematika.
(3) mengorganisasikan data.
(4) memanfatkan simbol, tabel, grafik, dan membuatnya.
(5) mengenal dan menemukan pola.
(6) menarik kesimpulan.
(7) membuat kalimat atau model matematika.
(8) membuat interpretasi bangun geometri.
(9) memahami pengukuran dan satuanya.
(10) menggunakan alat hitung dan alat bantu lainya dalam matematika, seperti tabel matematika, kalkulator, dan komputer.
Saturday, February 2, 2013
MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungna dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan
1. DEFENISI & CAKUPAN AKTIVITAS MANAJEMEN PRODUKSI DANOPERASI
Manajemen produksi /operasional adalah cara mengelolah suatu proses agar sumber daya (karyawan & mesin) dapt menghasilkan barang dan jasa. Jeff Madura, sedang kan menurut Ricky Griffin, (MO adalah Pengarahan dan pengendalian suatu proses secara Sistematik untuk mengubah sumberdaya menjadi barang/jasa.
2. SUMBERDAYA YANG DIPAKAI UNTUK PROSES PRODUKSI
Perusahaan yang menghasil kan barang maupun jasa memerlukan proses produksi/proses konversi yaitu :serangkaian tugas dimana sumberdaya digunakan untuk mendapatkan barang dan jasa.
Sumber pokok yang di gunakan perusahaan untuk proses produksi adalah :
Sumber daya manusia (karyawan)
Bahan baku
Sumber daya lainnya: (seperti: GEDUNG,MESIN, DAN PELENGKAPAN)
3. MEMILIH LOKASI
Lokasi banyak mempengaruhi biaya produksi dan kemampuan bersaing perusahaan.
Faktot-faktor yang mempengaruhi pilihan lokasi antara lain:
a. Bahan baku
b. Pasar
c. Lahan untuk ekspansi
d. Ketersediaan tenaga kerja
e. Biaya tenega kerja
f. Akses/fasilitas trasportasi
g. Harga beli ruang kerja (gedung/kantor)
h. Insentif pajak
i. Sumber permintaan
4. MEMILIH RANCANGAN TATA LETAK
Rancangan /desing menunjukan ukuran dan struktur pabrik / kantor. Tata letak (layout) adalah pengaturan mesin dan pelengkapan di dalam pabrik kantor.
Faktor-faktor yang memepengaruhi rancangan tata letak
1. Karateristik lokasi (murah/ mahalnya lahan)
2. Proses produksi
-Tata letek produk
-Tata letak posisi tetap
-produksi fleksibel
3. jenis produk
4. Kapasitas produksi yang di inginkan
A. Pembelian bahan baku yang di lakukan antara lain :
1. Memilih pemasokan bahabn baku
2. Mememperoleh diskon voleme
3. Menyerahkan produksi kepeda pemasok
B. Pengawasan persediaan
Adalah proses mengelolah persediaan pada tingkat yang meminimal kan biaya.
C. Routing
Adalah Urutan /rute tugas yang di perlu untuk menghasikan sebuah produk
D. Penjadwalan (Schedulling)
Adalah tindakan menetapkan periode waktu untuk setiap tugas dalam proses produksi
E. Pengawasa kualitas
Adalah Sebagai derajat dimana barang/jasa memuaskan persyaratan / harapan pelanggan
UNTUK LEBIH LENGKAPNYA SILAKAN DOWNLOAD makalahnya digroup facebook INI
Pengenalan Pascal
Sejarah Pascal
Berakar dari Bahasa Algol dan PL/1 pada tahun 60-an di benua Eropa
Pascal disusun oleh Prof.Niklaus Wirth pada tahun 70 dan dipublikasikan tahun 71
Diujicoba pada Komputer CDC 6000
Turbo Pascal bersifat Compiler dan termasuk bahasa tingkat tinggi
PERINTAH DASAR – IDENTIFIER - DEKLARASI
Perintah Dasar/Sederhana Pascal
Write ( ‘Text/tulisan’,Variabel);
Perintah untuk menampilkan atau cetak dilayar monitor tanpa pindah baris
WriteLn( ‘Text/Tulisan’,Variabel);
Perintah untuk menampilkan/cetak dilayar monitor lalu pindah baris kebawah
Read(Variabel);
Perintah untuk menginput/mengisi data tanpa pindah baris
ReadLn(Variabel);
Perintah untuk menginput/mengisi data lalu pindah baris
PENGUNAAN USES CRT – TIPE SEDERHANA - OPERATOR
Penggunaan Unit CRT (Cathoda Ray Tube)
CLRSCR ;
Untuk membersihkan layar
Delay (nilainya);
Untuk menghentikan program dalam satuan milisecond
Gotoxy(x,y);
Untuk menempatkan kursor diposisi x dan y
Window(x1,y1,x2,y2)
Untuk membuat batasan jendela pada layar
UNTUK LEBIH LENGKAPNYA SILAKAN DOWNLOAD digroup facebook DISINI
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kumpulan Serial Number
HOME SECURITY 1. AVG INTERNET SECURITY 8MEH-R3VBQ-DC433-3FPOA-YK6TW-NEMBR-ACED 8MEH-RPTGT-KMOL7-EEEVR-KYX7C-LEMBR-ACED 8MEH-RF22Z-ANGGS-...
-
HOME SECURITY 1. AVG INTERNET SECURITY 8MEH-R3VBQ-DC433-3FPOA-YK6TW-NEMBR-ACED 8MEH-RPTGT-KMOL7-EEEVR-KYX7C-LEMBR-ACED 8MEH-RF22Z-ANGGS-...
-
Dalam penyelenggaraan suatu pertandingan perlu disusun terlebih dahulu jadual kegiatan yang direncanakan. Jadual kegiatan ini memuat...
-
SLTA Daftar Alamat SMA Negeri Kabupaten Kebumen No. Nama Sekolah Alamat Sekolah 1 SMA NEGERI 1 ...



