Tuesday, April 26, 2016

7 Fakta yang menarik dari seorang wanita



Saat yang tepat untuk anda mengetahui 7 fakta yang menarik dari sosok wanita yang selama ini belum kamu ketahui. Sifat serta karakteristiknya sangat berbeda dari seorang pria dan itulah mengapa wanita sulit untuk dipahami, langsung saja akan kita bahas disini:

1. Social Programming
Social Programming adalah didikan, norma-norma, cara berfikir, mentalitas dan
kepercayaan yang ditanamkan orang tua dan lingkungan sosial kepada si Wanita
dari sejak kecil. Keluarga, Lingkungan Ber-aktifitas, Sekolah, Pengalaman Pribadi
dan Trauma bertanggung-jawab atas pembentukan Pemikiran si Wanita.
contoh: Jangan percaya dengan orang yang baru dikenal, pacar yang ideal itu
begini dan begitu, pilih teman yang begini begitu, kalau mau masa depan
bahagia harus begini begitu, dunia luar itu begini dan begitu, dll.

2. Social Pressure
Ini adalah tekanan dari Lingkungan dan Masyarakat. Banyak wanita takut untuk
dinilai bertingkah laku BURUK oleh Masyarakat dan Lingkungannya. Kadang
mereka tidak menjadi diri mereka sendiri demi menjaga image mereka dan karena
takut dinilai SALAH oleh masyarakat atau lingkungan mereka. Kadang Mereka
membuat-buat gaya berbicara dan tingkah laku mereka yang jauh-jauh berbeda
dengan diri mereka yang sebenarnya. Kadang mereka membuat Keputusan
yang berbeda dengan apa yang mereka mau dikarenakan TEKANAN sosial dari
lingkungan, keluarga atau teman-teman mereka.

contoh: Wanita yang gampang bergaul dengan Pria itu murahan, Wanita cantik
itu harus pasang muka konservatif (jutek) dan jaga image (JAIM), Wanita tidak
boleh mengejar Pria, Wanita Cantik jika berpacaran dengan Pria yang tidak kaya
sama saja tidak bisa memilih pasangan yang IDEAL, dll. dll.

Anggaplah seorang Wanita TERTARIK dengan anda, tapi teman-temannya TIDAK
SETUJU jika si Wanita harus dekat dengan anda. Kemungkinan Besar si Wanita akan
Berubah Arah dan mengikuti Saran Teman-temannya untuk melupakan anda.
Tapi jika seorang Wanita TIDAK TERTARIK dengan anda sedangkan anda mampu
membuat semua teman-temannya TERTARIK dengan anda, maka teman-
temannya dapat membuat si Wanita menjadi TERTARIK dengan anda… hebat
bukan?... hmmm… pikirkan itu baik-baik… Social Pressure bisa membuat seseorang
mengubah pemikirannya secara instan…

3. Culture (budaya) 
Ini adalah perbedaan sosial, suku, ras, budaya, bahasa, norma-norma, peraturan
menurut budaya, kelas dan nilai-nilai tertentu. Culture membentuk SELERA si
Wanita, Cara Berkomunikasi, Hobi, Kegiatan dan banyak hal yang mempengaruhi
emosi dan perilakunya.

4. Persona (ego) 
Ini adalah gengsi si Wanita. Banyak Wanita yang gara-gara gengsi sepertinya
kelihatan tidak ramah tapi sebenarnya mereka sangat ramah, ada juga yang suka
membela diri walau salah, bilang tidak SUKA pedahal sebenarnya SUKA, tapi
karena gengsi, jadi pura-pura tidak suka, dll. dll.

5. Logika
Ini adalah hal yang bersangkutan dengan alasan serta sebab-akibat termasuk
apa untung-ruginya berpacaran dengan anda, anda mapan atau tidak, apakah
anda memenuhi PREFERENSI si WAnita, dll. dll. Social Programming, Social Pressure
dan Culture sangat mempengaruhi LOGIKA Wanita.

6. Fisik 
Ini termasuk apa yang Wanita Dengar dan Lihat termasuk penampilan anda, body
language anda, ekpresi wajah anda dan cara anda berkomunikasi.

7. Emosi
Inilah target kita untuk membuat Wanita Jatuh Cinta, jika kita sudah dapat
menguasai Emosi mereka, maka semua ke-6 HAL diatas hanya akan SEDIKIT saja
mempengaruhi mereka.
Lalu apa gunanya mengetahui 7 HAL tentang Psikologi Wanita diatas?
Hal itu berguna untuk membantu anda mengetahui secara SPESIFIK bagaimana
caranya MEMIKAT wanita yang anda inginkan dan apa yang dapat membuat
mereka MENYUKAI anda…

Jadi, buatlah LIST yang JELAS dan SPESIFIK seperti apa Wanita yang anda inginkan
itu. contoh: Wanita idaman saya adalah Tinggi 165cm, 18 – 23 tahun, mata biru,
paras cantik, putih, langsing, dll. berkebangsaan Eropa karena saya suka budaya
eropa, Kepribadian Seru, Tidak membosankan, Pintar, Penyayang, Perhatian dan
Setia tanpa kecuali.

Dengan membuat LIST tersebut anda kini dapat dengan mudah MENCARI dan
MENEMUI Wanita seperti yang anda inginkan tersebut.
contoh: Jika saya tinggal di Jakarta dan mencari wanita Asia yang Cantik pasti
saya mencarinya di daerah Jakarta Barat. Jika saya mencari wanita Eropa pasti
saya mencarinya di Jakarta Selatan. JIka saya mencari seorang wanita muda,
pintar dan cantik, pasti saya mencarinya di kampus-kampus, dll. dll.
Istilah Marketingnya adalah “targeting your market”. Anda harus benar-benar
memahami dulu wanita seperti apa yang anda mau, dengan demikian anda
tidak akan MENDAPATKAN wanita yang salah nantinya… Jangan gunakan
mentalitas “yang penting cantik, kepribadian menyusul…” bisa-bisa anda dapat
wanita cantik tapi menyusahkan anda nantinya… Lebih baik dari awal anda
tentukan dulu wanita seperti apa yang anda inginkan secara fisik, mental dan
spiritual!

Andapun dengan MUDAH dapat meng-analisa cara mereka BERKOMUNIKASI,
cara mereka BERGAUL, apa HOBI mereka, bagaimana BUDAYA mereka serta cara
BERFIKIR dan PERILAKU apa yang dapat membuat Wanita Pilihan anda ini berkata
“wow” saat bertemu anda.

Untuk menjadi Pria Idaman bagi Wanita Idaman anda, anda harus Pelajari dan
pahami benar-benar seperti apa Wanita Idaman anda tersebut… dengan begitu,
andapun tau apa yang dapat menguasai emosi mereka. Anda akan sulit untuk
mereka tolak.

Monday, April 25, 2016

Cara Tradisional Pria untuk Memikat Wanita



CARA LAMA YANG TIDAK ADIL.

Sigmund Freud, Bapak psikologi modern yang lebih dari 30 tahun mempelajari
tingkah laku manusia berkata “APA SIH YANG WANITA INGINKAN?”. Bahkan bapak
psikologi modern saja bingung apa yang di-inginkan wanita.
Wanita memang makhluk yang kompleks, banyak pria bingung apa sebenarnya
yang di-inginkan Wanita. Kadang wanita berkata “A”, tapi saat si pria memberikan
“A” wanita tersebut berubah pikiran dan menginginkan “B”, pada saat si Pria
memberikan “B”, wanita bilang bahwa ternyata “A” lebih bagus tanpa alasan
yang masuk akal. Pria memandang Wanita bagaikan sebuah kue coklat stoberi yang indah, lembut dan lezat. Sebuah santapan nikmat disaat perut mereka lapar sekaligus pemuas nafsu makan mereka. 

Sebagian dari para Pria berfantasi memiliki romatika dengan Wanita yang layaknya bidadari untuk hidup damai, tenang dan bahagia selamanya. Sebagian lagi mendambakan Wanita sebagai objek untuk mendapatkan reputasi karena memiliki Wanita cantik yang tidak dimiliki Pria-pria lain membuat mereka merasa bangga dan diakui. Kecantikan sering kali menjadi Faktor utama para Pria untuk memiliki seorang Wanita selain Kepintaran, Kepribadian yang menarik dan Kekayaan.
Banyak Pria yang menyangkal, hanya sedikit yang mengakui.
Banyak Pria melakukan banyak hal-hal gila demi “berkorban” untuk bisa memiliki
seorang Wanita.

Ada yang rela mengeluarkan banyak uang untuk membelikan barang-barang mewah atau apa saja yang diminta si Wanita. Ada yang membuang banyak waktu sia-sia untuk bisa “menjadi pembantu” si Wanita dengan berbuat extra sangat sangat baik seperti mengerjakan tugas si Wanita, membawakan belanjaan si Wanita, menemani si Wanita belanja, menjadi “sopir keliling” si Wanita, mendengarkan dengan seksama cerita “membosankan” si Wanita bahkan banyak Pria yang mengorbankan kewajiban mereka di kantor, tempat kerja atau
kewajiban-kewajiban lainnya hanya untuk bisa bersama Wanita yang mereka
harap bisa TERTARIK dengan Mereka. Banyak juga pria sangat ekstrim berkompetisi dengan pria lain untuk mendapatkan seorang Wanita. Diantaranya ada yang sampai berkelahi, perang dingin, kehilangan teman atau bahkan diusir oleh keluarga gara-gara seorang Wanita. 

Semua hal-hal gila ini dilakukan untuk menunjukan seberapa besarnya para Pria mampu berkorban demi seorang Wanita. Dan pada saat si Wanita pergi dengan
Pria lain, para pria malang yang suka “berkorban” ini stress, depresi dan bahkan ada yang bunuh diri.
“Apa sih yang kurang dari pengorbanan saya?” itu adalah kata-kata yang sering
kali kita dengar dari seorang Pria! Mereka selalu berpikir bahwa semakin banyak
mereka berkorban, semakin si Wanita tertarik dengan mereka. Apa benar begitu?
Hmmm… menarik bukan? 

Itu adalah CARA LAMA YANG TIDAK ADIL.
Jika CARA LAMA seperti itu TIDAK ADIL, mengapa tidak cari CARA BARU yang lebih
ADIL dan bahkan MENGUNTUNGKAN anda?
Pejamkan mata anda dan bayangkan jika anda tidak usah melakukan hal-hal gila yang dilakukan para Pria, anda tidak perlu menghambur-hamburkan uang anda, anda dapat menjadi diri sendiri dan anda mampu membuat Wanita yang selalu di’inginkan para Pria itu tertarik dengan anda. Apakah ada cara seperti itu?
Beruntunglah anda karena anda adalah orang yang terpilih yang akan menguasai sebuah konsep yang 99% pria diluar sana sangat-sangat-sangat butuhkan.
INGAT! Banyak berkorban, melakukan hal-hal gila, menghambur-hamburkan uang, sok jagoan atau macho, sok pintar, sok baik, sok membantu, sok kenal-sok dekat (sksd), sok baik DEMI membuat seorang Wanita TERTARIK kepada anda adalah CARA LAMA YANG TIDAK ADIL. 

YA, Kadang-kadang cara-cara tersebut berhasil jika anda mempunyai wajah ganteng, kaya, mempunyai fisik ideal, terkenal atau wanita tersebut MEMANG sudah TERTARIK dengan anda DARI SANANYA!. 

Tapi bagaimana jika Wanita tersebut BELUM tertarik kepada anda dan anda tidak ganteng, kaya, terkenal atau punya fisik ideal? Diam saja tidak cukup, Anda harus lakukan sesuatu!...

ANEH TAPI NYATA
Sejak SMU saya sangat-sangat bingung dengan suatu fenomena tentang Pria dan
Wanita. Selalu saya bertanya mengapa cewe-cewe yang paling cantik, imut,
pintar, menarik dan seksi selalu dekat dan pacaran dengan cowo-cowo yang suka
tawuran dan yang populer? Cowo-cowo yang “Nakal” dan bandel yang suka
memukuli anak-anak yang pintar dan jenius. Atau Anak-anak yang populer alias
yang gaul atau yang cool!. Kenapa yang pacaran sama anak-anak yang pintar
dan jenius adalah cewe-cewe yang tidak terlalu menarik?
Dan lucunya, Anak-anak yang suka tawuran dan anak-anak yang populer tadi
jarang ada yang ganteng atau kaya. 

- Hmmm… mungkin Wanita suka pria yang populer dan kuat fisiknya?
Saat di bangku kuliah saya melihat ada sedikit perubahan. Para Wanita di bangku
kuliah lebih agak sedikit selektif. Saya mulai menemukan para Wanita-wanita yang
paling cantik, imut, pintar dan seksi tadi mulai suka dekat dan berpacaran dengan
pria-pria yang pintar secara akademis. Tapi tetap Para Pria “Nakal” dan populer
adalah “Raja Wanita” Cantik, seksi dan menarik di Kampus! Hmmm… aneh… saya
masih melihat kesamaan yang mendasar yaitu,
- Wanita suka Pria Populer dan kuat fisiknya
- Diantara Pria-pria tersebut jarang ada yang Ganteng atau Kaya.
- Para pria yang pintar secara akademis pun jarang ada yang Ganteng atau
Kaya. 

Saya mulai berpikir mungkin Wanita di tahap Kuliah sudah mulai berfikir untuk
menjalin hubungan rumah tangga dan ingin mencari Pria yang mapan untuk
menjadi suami.
- YA, mungkin Wanita menginginkan Pria yang Mapan!...
Saya pernah bekerja di beberapa perusahaan nasional dan asing dan saya
mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Wanita dari berbagai budaya,
kultur dan latar belakang, diantaranya Wanita Indonesia, asia, eropa, amerika,
India dan Wanita dari percampuran budaya.
Dan anda tau apa yang saya temukan?
- Banyak Wanita bersuamikan Pria Mapan menjalin “hubungan rahasia” dengan
Pria yang “nakal” mirip seperti di smu.
- Banyak Wanita karir yang SUPER CANTIK, SEKSI dan SUKSES menjalin hubungan
dengan Pria yang SANGAT TIDAK TAMPAN dan TIDAK KAYA!
- Banyak Pria Karir yang SUPER KAYA yang rela membelikan apapun demi sang
Wanita malah DITOLAK oleh WANITA yang lebih memilih Pria yang biasa saja.
Hal ini tentu saja membuat saya pusing karena TIDAK ADA ALASAN YANG JELAS
tentang semua fenomena ini… yang selalu saya pahami dan percayai adalah
Wanita suka Pria TAMPAN dan GANTENG dan KAYA. Tapi kenapa semua yang
saya lihat justru adalah bertentangan dengan apa yang semestinya terjadi? Bukan
hanya saya yang membuktikan hal “janggal” ini, tapi juga banyak teman-teman
kerja dan teman-teman beraktifitas saya yang mengakuinya.
Lalu saya bertanya kepada teman-teman saya yang “sadar”akan hal “janggal” ini
apa kira-kira yang membuat para Wanita ini menjadi “aneh”? Dan selalu jawaban
mereka adalah,
- Itulah TAKDIR… Para Pria itu beruntung!...
Apa benar begitu? Saya sangat tidak puas dengan jawaban semua teman-teman
saya. Hal ini melebihi dari hanya sekedar takdir, ada sebuah proses yang tak
dapat saya lihat yang terjadi dibalik para Wanita ini.
Pada saat saya jalan-jalan pun saya melihat fenomena aneh ini,
- Seorang Wanita SANGAT Cantik dan BERKELAS memeluk erat seorang pria
pendek, tidak ganteng sama sekali, hitam dan dekil berjalan mesra di
sebuah mall. Si pria tidak terlalu mempedulikan si Wanita, malah si wanita
yang berusaha mencari perhatiannya dengan memeluknya lebih erat dan
merasa sangat bangga dengan pasangannya tersebut!
- Seorang Pria Rambut Kribo, jauh dari ganteng, kulit coklat dengan tindikan
dimana-mana membonceng DUA WANITA CANTIK SUPER SEKSI di motornya!
Para Wanita memeluknya erat!, jadi saya yakin itu bukan tukang ojek!
Bahkan saya menemukan fenomena ini di beberapa teman Wanita saya yang
kebetulan adalah Wanita “berkualitas”,
- Banyak Wanita SUPER CANTIK yang saya kenal MENGORBANKAN UANG
mereka, PEKERJAAN mereka dan Kehilangan banyak teman demi Pria yang
sesungguhnya tidak pantas buat mereka. Pria yang justru tidak terlalu peduli
dengan si Wanita bahkan tidak setia dan sering selingkuh. Anehnya, para
Wanita ini dengan sabar dan setia mengurus dan memberikan segala
macam KEBUTUHAN yang para pria tersebut butuhkan TANPA DIMINTA.
- Banyak pula Wanita-wanita curhat kepada saya tentang betapa mereka
MENGAGUMI dan MENCINTAI serta MENYAYANGI pacar mereka yang
menurut saya sangat-sangat tidak berimbang secara fisik. Pria-pria Lebih
Pendek, Lebih Tua, Kurus, Gemuk dan tidak menarik sama sekali secara fisik
maupun Kaya.
Ada juga beberapa teman Pria saya yang yang bergonta-ganti Wanita SUPER
CANTIK tanpa harus bersusah payah mendapatkan mereka, justru malah para
wanita itu yang "berebutan" dan "ngantri" untuk bisa merasakan "CINTA" sang Pria.
Setelah cukup pusing menghadapi kenyataan yang sangat berbeda dengan apa
yang saya percayai selama ini, saya mulai meng-interview beberapa teman
Wanita yang “janggal” ini. Dan selalu jawaban mereka adalah,
Æ Kalau sudah sayang, susah aja lepasnya
Æ Ga tau kenapa! gue sayang sih sama cowo gue
Æ Kalo udah cinta mau gimana lagi?
Wanita-wanita berkualitas ini seperti buta akan kenyataan… mereka tidak lagi
memandang wajah ganteng, fisik menarik ataupun kekayaan serta kemapanan.
Bahkan mereka rela melakukan “pengorbanan” yang seharusnya dilakukan Para
Pria yang menggunakan CARA LAMA YANG TIDAK ADIL.
Ada HAL LAIN yang membuat mereka LEBIH TERTARIK pada seorang Pria MELEBIHI
wajah ganteng, fisik menarik ataupun kekayaan.
Jika saat ini anda sulit untuk mempercayai apa yang saya tuliskan kepada anda,
Luangkan waktu anda untuk melihat sekeliling anda atau cari pengalaman dari
anda atau teman-teman anda, Anda pasti akan temukan bukti tentang fenomena ini.
PRIA MENGEJAR, WANITA MENENTUKAN
Coba anda Tanya kepada para Wanita, siapa yang mengejar dan siapa yang
menentukan? Pasti kebanyakan Wanita akan berkata bahwa Pria lah yang
MENGEJAR dan Wanita lah yang MENENTUKAN “Layak atau Tidak”nya si Pria
menjadi Pasangan Wanita tersebut. Pria itu bagaikan sebuah minuman dingin bagi wanita. Wanita tidak langsung meminum habis minumannya, tetapi mereka meminumnya perlahan-lahan… mereka menikmati manisnya setiap tetes minuman tersebut. Dan jika minuman tersebut sudah habis, mereka AKAN memutuskan apakah minuman tadi enak atau tidak… jika enak, mereka akan meminum minuman yang sama… jika tidak, tentu mereka akan mengganti minuman mereka dengan minuman yang lainnya. Bahkan kadang satu macam minuman tidaklah cukup bagi mereka. Seperti Minuman Dingin, Wanita menikmati setiap pujian, pelayanan, pengorbanan dan pemberian dari setiap Pria. Wanita secara TIDAK SADAR
menikmati semua yang Pria berikan tanpa terlalu PEDULI dengan MOTIF dibalik semua yang diberikan Pria tersebut. Para pria tersebut memberikan pujian, pelayanan, pengorbanan dan materi dengan MOTIF bahwa mereka dapat mendapatkan perhatian dari sang Wanita dan berharap agar sang Wanita merasa TERTARIK dengan mereka. Tapi malahan semua yang diberikan para Pria tersebut “diminum habis” si Wanita tanpa merasa TERTARIK sama sekali kepada para Pria tersebut, Bahkan kadang “satu minuman” tidaklah cukup! Malangnya para Pria malah berpikir bahwa semua yang mereka berikan kurang banyak, jadi mereka memuji lebih banyak, melayani lebih banyak, berkorban lebih banyak dan memberi lebih banyak dengan harapan akan mendapatkan KETERTARIKAN si wanita. Dan pada saat si Wanita yang secara TIDAK SADAR “meminum” habis lagi “minumannya” tanpa menjadi TERTARIK dengan para Pria tersebut, para Pria menjadi kesal dan marah dan menuduh si Wanita tidak tau
berterima kasih atas segala yang mereka telah berikan. Inilah yang terjadi… Pria MENGEJAR dengan pujian, pelayanan, pengorbanan dan pemberian… Wanita MENENTUKAN siapa yang layak menjadi pasangannya tanpa peduli dengan pujian, pelayanan, pengorbanan dan pemberian para Pria. Jangan berpikir bahwa semakin indah pujian anda, semakin baik pelayanan anda, semakin besar pengorbanan anda, semakin mewah pemberian anda, si Wanita akan memilih anda. Kita akan lebih dalam lagi mengetahui apa sebenarnya yang membuat Wanita TERTARIK dengan Pria di BAB II.
Mungkinkah kita balik kondisinya? Yaitu Wanita mengejar dan Pria Menentukan?
Ya! Bisa!... tapi tidak secara langsung atau blak-blak –kan tentunya… Kita tidak
bisa membuat Wanita langsung mengejar kita dengan sendirinya. Bahkan Wanita
yang TERTARIK kepada Anda sekalipun akan berusaha membuat skenario yang
membuat anda mengejar mereka dan membuat mereka yang menentukan.
Lalu jika bagi Wanita “Pria itu harus mengejar” dan “Wanita itu harus Menentukan”,
buatlah mereka berpikir begitu, buatlah kesan seakan-akan mereka yang
menentukan, tetapi sesungguhnya anda sudah tau bahwa andalah yang
menentukan. (Anda akan lebih Jelas tentang topik ini di BAB IV)
Jika pria adalah minuman dingin, buatlah Wanita mencicipi sedikit dan tarik minumannya. Buat si Wanita meminta minumannya. Kali ini buat si Wanita “berkomitmen” untuk menjadi TERTARIK dan beri lagi sedikit dan tarik lagi. Beri lagi sedikit dan buat si Wanita berkomitmen lebih dalam lagi dan tarik lagi. Mengerti maksud saya? Jangan berikan semuanya kepada Wanita, tapi berikan mereka sedikit untuk mencicipi dan tarik jauh-jauh. Itu akan membuat mereka mulai mengejar anda. (Anda akan lebih Jelas tentang topik ini di BAB IV)

PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK Penelitian tindakan kelas (PTK)


Hopkins (1993) mendefinisikan PTK sebagai berikut
… a form of self-reflective inquiry undertaken by participants in a social (including educational) situation in order to improve the rationality and justice of (a) their own social or educational practices, (b) their understanding of these practices, and (c) the situations in which practices are carried out.

Dari definisi di atas, dapat kita cermati bahwa PTK merupakan suatu kajian yang bersifat reflektif dari pelaku penelitian tersebut. PTK dilakukan dalam suatu situasi sosial (termasuk didalamnya situasi pendidikan) dalam upaya memantapkan alasan dan ketepatan dari (a) praktik pengajaran pelaku penelitian (guru), (b) pemahaman terhadap praktik tersebut, dan (3) situasi dimana praktik tersebut dilakukan.
Dengan pengertian di atas, jelaslah bahwa PTK merupakan suatu penelitian yang dilakukan karena adanya kebutuhan pada saat itu, suatu situasi yang memerlukan penanganan langsung dari pihak 
yang bertanggungjawab atas penanganan situasi tersebut (guru).

Berdasarkan pengertian di atas, PTK memiliki beberapa karakteristik, sebagai 
berikut: 
(1) PTK adalah suatu penelitian tentang praktik pembelajaran yang dilakukan oleh guru itu sendiri (an inquiry on practice from within). Kegiatan penelitian oleh guru ini dipicu oleh permasalahan praktis yang riil terjadi dan dialami langsung (jadi, bersifat spesifik-kontekstual, practice driven), dan bagaimana masalah tersebut ditangani secara langsung pula (action driven).

Hal ini mengisyaratkan bahwa guru committed dalam pembelajarannya, termasuk bersedia mengubah diri (praktik pembelajarannya) bila situasi menghendaki demikian. Jadi, guru secara terus-menerus mencermati praktiknya dan permasalahan yang timbul, serta aktif mencari alternatif-alternatif pengentasan masalah yang dihadapinya. Melalui PTK, guru akan terbiasa menghadapi tantangan dan bersedia membuka diri bagi pengalaman dan berbagai proses pembelajaran yang baru. Dengan demikian, dalam PTK guru mengalami suatu involvement, keterlibatan langsung dalam PTK, dan improvement, perbaikan cara kerja dan pola fikir pedagogik (McNiff, 1992).

(2) Kerjasama kesejawatan antara para pelaku PTK (kolaboratif). Kerjasama 
kesejawatan mengisyaratkan bahwa dalam melakukan PTK, semua anggota tim 
peneliti bekerja dalam kesetaraan dalam semua tahapan PTK. PTK tidak menganut pendekatan misionaris, dimana satu pihak berposisi membimbing pihak lainnya.

Hal ini perlu ditekankan karena kolaborasi seringkali terjadi antara dosen/peneliti dari perguruan tinggi dengan guru. Dosen tersebut menganggap dirinya terjun membina guru, hal ini keliru. Dosen mungkin saja lebih paham dalam teori-teori pembelajaran, terutama teori-teori baru; tetapi guru adalah orang yang paling tahu mengenai kondisi/situasi yang sedang dihadapi. Karena itu, hubungan guru-dosen adalah hubungan kesejawatan, bukan satu lebih tinggi dari yang lain. Hubungan kesejawatan ini juga memiliki dampak positif lain; yaitu terbangunnya jembatan LPTK-sekolah dimana dosen semakin akrab dengan lapangan, sementara guru dapat menimba inovasi-inovasi yang ditawarkan dosen.
Kemmis dan McTaggart (1988) menyebutkan lima prinsip kolaboratif 
dalam PTK, yaitu 1) penghargaan terhadap waktu, 2) pembuatan keputusan 
bersama, 3) partisipasi yang terbuka dan seimbang dalam diskusi, 4) menetapkan persetujuan yang bersifat mengikat, dan 5) pembagian tugas yang adil.

(3) PTK adalah suatu kegiatan reflektif yang dipublikasikan (a reflective practice, made public). Karakteristik ini menekankan bahwa, meskipun PTK adalah suatu tindakan reflektif (a reflective practice), namun dalam PTK guru bertindak sebagai guru peneliti (teacher-researcher) yang mengkaji permasalahannya secara sistematis dan mengikuti kaidah-kaidah penelitian yang cocok. Laporan dari PTK disebarluaskan (made public) pada sejawat guru (peer review), dan ini merupakan suatu situasi yang baik untuk peningkatan profesionalisme.

2.2 PRINSIP-PRINSIP PTK
Ada enam prinsip yang mendasari PTK, yaitu:
-Pertama, tugas guru yang utama adalah menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu, guru harus memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Mempelajari permasalahan pembelajaran yang dihadapi dan mengupayakan tindakan terbaik untuk mengatasinya. PTK adalah salah satu cara yang dapat dilakukan. 
-Kedua, meneliti adalah tugas integral dari pembelajaran,; oleh karena itu tidak diperlukan waktu guru secara khusus untuk menangani penelitian yang dilakukannya (karena penelitian tersebut dilakukan guru didalam kelas yang diasuhnya).
-Ketiga, Kegiatan penelitian guru ini harus tetap bersandar pada kaidah-kaidah 
penelitian sebagai suatu karya ilmiah (an inquiry).
-Keempat, masalah-masalah yang ditanganai adalah masalah pembelajaran yang  riil, yang langsung dialami oleh guru. Bahwa tinjauan terhadap pustaka dan teori diperlukan, tetapi hendaknya semata-mata sebagai dukungan atau justifikasi terhadap masalah riil tersebut. Masalah yang lahir dari kajian teori dianggap tidak relevan dan melanggar otentisitas masalah PTK. 
-Kelima, Konsistensi guru dalam kegiatan pengentasan masalah-masalah yang 
dihadapinya sangatlah penting. Ini berarti berarti bahwa guru diharapkan secara kontinyu mengkaji masalah-masalah pembelajarannya. Pada akhirnya, guru menjadi guru peneliti (teacher researcher). 
Keenam, cakupan permasalahan hendaknya tidak terbatas pada permasalahan yang ditemui di dalam kelas, tetapi juga dapat diperluas pada masalah persekolahan maupun Pendidikan.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download ebboknya disini

Motivasi Belajar Fisika Melalui Metode Demonstrasi


Abstrak
Pembelajaran fisika di sekolah pada saat ini lebih menekankan pada cara menyelesaikan soal dengan benar dan tepat. Siswa mempelajari teori-teori fisika berdasarkan informasi dari guru dan buku, sehingga
pembelajaran fisika membosankan, yang berakibat pada rendahnya motivasi belajar fisika. Karena itu, perlu peningkatan motivasi
melalui metode demonstrasi pada siswa SMP Negeri 5 Wates tahun pelajaran 2009/2010. Materi fisika yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hukum-hukum Newton tentang gerak. 
belajar fisika. Tujuan penelitian ini adalah untuk peningkatan motivasi belajar fisika

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), dengan setting SMPN 5 Wates yang beralamat di Tambak Triharjo, Wates, Kulonprogo. dengan subyek penelitian siswa kelas VIII B yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan indikator penelitian minimal 24 siswa memiliki motivasi belajar fisika yang baik.
Kesimpulannya adalah melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan motivasi belajar fisika pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 5 Wates. Motivasi belajar fisika meningkat dari 5 siswa (15,6%) pada pra siklus menjadi 25 siswa (78%) pada siklus II, atau meningkat 20 siswa atau 62,4%. Hal ini melebihi indikator penelitian yaitu minimal 24 siswa memiliki motivasi belajar yang baik. Peningkatan motivasi belajar ini juga diikuti dengan peningkatan aktivitas belajar fisika dan hasil belajar fisika. Disarannya adalah sebaiknya guru 
fisika menggunakan metode demonstrasi dalam menjelaskan materi fisika. Sebab dengan metode demonstrasi siswa menjadi termotivasi, kemudian aktivitasnya meningkat, dan akhirnya hasil belajarnya juga meningkat.
Kata Kunci: motivasi belajar fisika, metode demonstrasi. 

PENDAHULUAN
Pembelajaran fisika di sekolah pada saat ini lebih menekankan pada cara menyelesaikan
soal dengan benar dan tepat. Siswa mempelajari teori-teori fisika berdasarkan informasi dari guru
dan buku, sehingga pembelajaran fisika membosankan.
Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran di kelas VIII B SMP Negeri 5 Wates dan wawancara dengan guru bidang studi fisika menunjukkan bahwa pembelajaran fisika yang digunakan di sekolah tersebut selalu menggunakan metode ceramah. Dalam kegiatan pembelajaran, guru hanya menyampaikan teori dan fakta fisika yang didalamnya terdapat banyak rumus, sehingga
membuat siswa merasa bahwa belajar fisika harus menghafal banyak rumus dan teori. Sebagian besar siswa tidak memperhatikan materi yang disampaikan. Hal ini sangat mengganggu proses belajar mengajar yang dilaksanakan, sehingga pembelajaran yang dilakukan tidak efektif. 

Akibatnya, motivasi belajar fisika menjadi rendah. Indikatornya adalah antara lain :
(1) sikap ingin
tahu siswa kurang. Sikap ingin tahu siswa kurang ditunjukkan dengan siswa enggan bertanya saat diberi kesempatan untuk bertanya. 
(2) Kecermatan siswa kurang, hal ini ditunjukkan dengan siswa kurang cermat dalam mengejakan soal yang diberikan guru. 
(3) Rasa percaya diri siswa kurang, ini ditunjukkan siswa tidak berani jika diminta mengerjakan soal di depan karena takut jawabannya salah. 
(4) Kejujuran siswa kurang. Sikap jujur yang kurang ini ditunjukkan dengan siswa tidak berani tunjuk jari jika ditanya siapakah diantara mereka yang belum paham tentang materi yang diberikan.
Akibat selanjutnya adalah Siswa cenderung malas dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Siswa di SMP tersebut perhatiannya pada materi pelajaran fisika sangat kurang, Para siswa jarang membaca buku-buku yang berkaitan dengan materi pelajaran jika tidak disuruh.
Akibatnya, prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fisika masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata kelas untuk fisika adalah 53,4.
Penggunaan metode yang tepat akan turut menentukan efektivitas dan efesiensi proses belajar mengajar (Wartono,2003:6). 

Pemilihan metode pembelajaran ini akan berpengaruh pada
proses pembelajaran yang akhirnya akan berdampak pada berhasil tidaknya suatu pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Pembelajaran dengan metode demonstrasi dipilih untuk meningkatkan motivasi belajar fisika siswa kelas VIII B SMP Negeri 5 Wates tahun pelajaran 2009/2010.
Rendahnya motivasi belajar fisika ini yang kemudian berpengaruh aktivitas belajar fisika
di kelas dan prestasi belajar fisika di SMP Negeri 5 Wates dapat disebabkan metode pembelajarannya yang monoton dan tidak mengajak siswa untuk aktif. Berdasarkan fakta tersebut, perlu perbaikan atau penerapan inovasi pembelajaran fisika melalui pembelajaran dengan metode
demonstrasi. 

Metode Demonstrasi 
Metode demonstrasi hampir sejenis dengan metode eksperimen. Pada metode demonstrasi, siswa tidak melakukan percobaan hanya melihat saja apa yang dikerjakan oleh guru. Menurut Wina
Sanjaya (2009: 150), metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang sesuatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Sebagai metode penyajian, metode demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Oleh karena itu, dituntut untuk  guru lebih aktif. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekedar memperhatikan, akan tetapi metode demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk
pengertian dengan baik dan sempurna. Siswa juga dapat mengamati dan memperhatikan pada apa yang diperlihatkan guru selama pelajaran berlangsung. Penggunaan metode demonstrasi mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Menurut Roestiyah, (2008: 83), tujuan metode demonstrasi yaitu agar siswa mampu memahami tentang cara mengatur atau menyusun sesuatu, cara membuat sesuatu, dapat mengamati bagian-bagian dari suatu benda, dan menyaksikan kerja suatu alat. 

Menurut Wina Sanjaya (2009: 150) terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dari
metode demonstrasi. Kelebihan metode demonstrasi antara lain sebagai berikut.
1. Mmelalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa
disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
2. Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga
melihat peristiwa yang terjadi.
3. Dengan cara mengamati secara langsung, siswa akan memiliki kesempatan untuk
membandingkan antara teori dan kenyataan.”
Sedang beberapa kelemahan dari metode demonstrasi adalah sebagai berikut.
1. Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang
memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi.
2. Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti
penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan
metode ceramah.
3. Metode demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus,
sehingga dituntut untuk bekerja lebih profesional.”
Motivasi Belajar Fisika
Dalam kegiatan belajar, maka motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan
yang memberikan arahan pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat dicapai (Sardiman, 2007: 75). Siswa yang mempunyai motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.
Menurut asal usulnya, motivasi dibedakan menjadi dua macam yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsic adalah motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang. Sedang motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri seseorang. 

Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arahan pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkel, 1987:92). 

Motivasi belajar mempunyai peranan sangat penting dalam memberikan semangat untuk belajar dan memberikan arahan yang jelas dalam belajar.
Menurut Sardiman (2007:83) fungsi motivasi adalah 

(1) mendorong manusia untuk berbuat.
(2) menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai, 
(3) menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yan harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Mengingat demikian pentingnya motivasi bagi siswa dalam belajar, maka guru fisika diharapkan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa-siswanya. Dalam hal ini banyak cara yang dapat dilakukan, diantaranya menciptakan kondisi-kondisi tertentu yang dapat membangkitkan
motivasi. 

Menciptakan kondisi tertentu dapat dilakukan dengan pemilihan metode pembelajaran yang tepat, misalnya memilih metode yang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Beberapa prinsip yang dapat diterapkan untuk meningkatakan motivasi belajar siswa adalah:  
(1) topik yang dipelajari menarik dan berguna bagi siswa.
(2) tujuan pembelajaran jelas.
diinformasikan pada siswa.
(3) peserta didik harus selalu diberi tahu tentang kompetensi dan hasil
belajarnya.
(4) pemberian pujian dan hadiah lebih baiak dari hukuman, 
(5) manfaatkan sikap, cita-
cita, rasa ingin tahu, dan ambisi peserta didik, 
(6) usahakan untuk memperhatikan perbedaan
individual peserta didik, 
(7) hubungan guru dan murid, semakin baik hubungan antara guru dan
murid semakin baik motivasi belajarnya, (Mulyasa, 2003:114)
Dalam penelitian ini indikator dari motivasi belajar adalah:
(1) ketekunan siswa dalam belajar tanpa diperintah.
(2) keuletan siswa dalam menghadapi kesulitan / mengerjakan soal.
(3) minat dan ketajaman perhatian siswa dalam belajar.
(4) keinginan berprestasi dalam belajar, dan 
(5) kemandirian dalam belajar.

Penulis : R. Wakhit Akhdinirwanto, Universitas Muhammadiyah Purworejo
Untuk lebih lengkapnya download ebook nya disini


PANDUAN MEMBUAT SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH)



A. JUDUL PENELITIAN
Judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas
menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi
masalahnya.

B. BIDANG KAJIAN
Tuliskan bidang kajian penelitian.

C. PENDAHULUAN 
Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan
dan pembelajaran. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti
merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah, dan diagnosis
dilakukan oleh guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.
Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak
untuk dipecahkan, serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan
waktu, biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian
tersebut. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya, maka selanjutnya perlu
dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah
tersebut. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antar anggota peneliti
dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut.
Prosedur yang digunakan dalam identifikasi masalah perlu dikemukakan
secara jelas dan sistematis.

D. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
1. Perumusan Masalah
Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian
tindakan kelas. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi,
asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Rumusan masalah
sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif
tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan
mengajukan indikator keberhasilan tindakan, dan cara pengukuran serta
cara mengevaluasinya.
2. Pemecahan Masalah
Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan
masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab
masalah yang diteliti, hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan
kelas. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pada akar
penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan
terarah.
3. Tujuan Penelitian
Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai
dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Tujuan
umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga diukur tingkat
pencapaian keberhasilannya.
4. Kontribusi Hasil Penelitian
Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau
pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru, maupun
komponen pendidikan di sekolah lainnya. Kemukakan inovasi yang akan
dihasilkan dari penelitian ini.

E. KAJIAN PUSTAKA 
Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan
gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. Kemukakan
juga teori, temuan dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan
tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini
digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan
digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis
tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang
diharapkan/diantisipasi.

F. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan.
Kemukakan objek, waktu dan lamanya tindakan, serta lokasi penelitian secara
jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan, pelaksanaan tindakan,
observasi, evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus. Tunjukkan
siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan
yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. Jumlah siklus
diusahakan lebih dari satu siklus, meskipun harus diingat juga jadwal
kegiatan belajar di sekolah. Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap
tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masing-
masing anggota peneliti, sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas
kolaborasi dalam penelitian tersebut.

G. JADWAL PENELITIAN
Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencanaan,
persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam
bentuk Gantt chart. Jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan.
H. BIAYA PENELITIAN
Kemukakan besarnya biaya penelitian secara rinci dengan mengacu
kepada kegiatan penelitian.
Rekapitulasi biaya penelitian:
• Honorarium ketua, anggota maksimal 30%
• Biaya operasional minimal 30 %
• Biaya pembelian ATK maksimal 30%
• Lain-lain pengeluaran 10%

I. PERSONALIA PENELITIAN
Jumlah personalia penelitian maksimal 5 orang, yang terdiri dari :
1 orang Ketua Peneliti (dosen LPTK), 4 orang anggota peneliti yang dapat
terdiri dari 1 orang dosen LPTK dan 3 orang guru dan/atau tenaga
kependidikan lainnya di sekolah, atau 4 orang guru/tenaga kependidikan di
sekolah. Jumlah guru minimal 2 orang dan harus lebih banyak dari jumlah
dosen. Uraikan peran guru, jumlah waktu yang digunakan dalam setiap
bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini sekurang-kurangnya
dilakukan oleh 3 orang peneliti, yang 1 orang sebagai Ketua Peneliti (dosen
LPTK) dan 2 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.
Rincilah nama personalia tim peneliti, golongan, pangkat, jabatan, dan
lembaga tempat tugas, sama dengan yang tercantum dalam Lembar
Pengesahan no.2.
Lampiran-lampiran
1. Daftar Pustaka, yang dituliskan secara konsisten menurut model APA, MLA
atau Turabian.
2. Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Cantumkan pengalaman
penelitian yang relevan sampai saat ini).

Untuk lebih lengkapnya silahkan download Ebooknya disini



Friday, May 1, 2015

Hubungan antara Sastra dengan Budaya






Teeuw (dalam Ratna, 2007: 4-5) menyatakan bahwa sastra berasal dari akar kata sas(Sansekerta) berarti mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk, dan intruksi. Akhiran tra berarti alat, sarana. Dalam perkembangannya, sastra sering dikombinasikan dengan awalan “su”, sehingga menjadi susastra, yang diartikan sebagai hasil cipta yang baik dan indah. Dalam teori kontemporer sastra dikaitkan dengan ciri-ciri imajinasi dan kreativitas, yang selanjutnya merupakan satu-satunya ciri khas kesusastraan.
Sedangkan pengertian kebudayaan sebagaimana yang telah diuraikan di atas yaitu seluruh aspek kehidupan manusia dalam masyarakat, yang diperoleh dengan cara belajar, termasuk pikiran dan tingkah laku (Marvin Haris dalam Ratna, 2007: 5).
Dari kedua pengertian dasar tersebut, dapat disimpulkan bahwa sastra dan kebudayaan berbagi wilayah yang sama, yaitu aktifitas manusia, tetapi dengan cara yang berbeda, sastra melalui kemampuan emosionalitas, kebudayaan lebih banyak melalui kemampuan akal, sebagai kemampuan intelektualitas (Ratna, 2007: 6).
Sastra dan kebudayaan, baik secara terpisah, yaitu “sastra” dan “kebudayaan”, maupun sebagai kesatuan, selalu dikaitkan dengan nilai-nilai positif. Artinya, sastra dan kebudayaan, yang dengan sendirinya dihasilkan melalui aktifitas manusia itu sendiri, berfungsi untuk meningkatkan kehidupan. Intensitas hubungan antara sastra dan kebudayaan dapat dijelaskan melalui dua cara sebagai berikut. Pertama, sebagaimana terjadinya intensitas hubungan antara sastra dengan masyarakat, sebagai sosiologi sastra, kaitan antara sastra dan kebudayaan dipicu oleh stagnasi strukturalisme. Seperti diketahui, analisis dengan memanfaatkan teori-teori strukturalisme terlalu asyik dengan unsur-unsur intrinsik sehingga melupakan aspek-aspek yang berada di luarnya, yaitu aspek sosiokulturalnya. Kedua, hubungan antara sastra dan kebudayaan juga dipicu oleh lahirnya perhatian terhadap kebudayaan, sebagai studi kultural, di mana di dalamnya yang banyak dibicarakan adalah masalah-masalah yang berkaitan dengan kritik sastra (Ratna, 2007: 10).
Sebagai disiplin ilmu yang berbeda, sastra dan kebudayaan memiliki objek yang sama, yaitu manusia dalam masyarakat, manusia sebagai fakta sosial, manusia sebagai makhluk kultural (Ratna, 2007: 13).

1.    Sastra dalam Konteks Sosiobudaya
Dari enam asumsi dasar kajian konteks sosiobudaya berasal dari Grebstein (Sapardi Djoko Damono dalam Endraswara 2008: 92), terdapat empat kajian konteks sosiobudaya yang berkaitan dengan permasalahan penelitian, yaitu:
a.         Karya sastra tidak dapat dipahami selengkap-lengkapnya apabila dipisahkan dari lingkungan atau kebudayaan atau peradaban yang telah menghasilkannya karena setiap karya sastra pada dasarnya adalah hasil pengaruh timbal balik yang rumit antara faktor-faktor sosial dan kultural.
b.        Gagasan yang ada dalam karya sastra sama pentingnya dengan bentuk dan teknik penulisannya, tak ada karya besar yang diciptakan berdasarkan gagasan sepele dan dangkal.
c.         Setiap karya sastra yang bisa bertahan lama, pada hakikatnya suatu moral, baik dalam hubungannya dengan kebudayaan sumbernya maupun dalam hubungannya dengan orang-seorang.
d.        Masyarakat dapat mendekati karya sastra dari dua arah: pertama, sebagai suatu kekuatan atau faktor material istimewa, dan kedua, sebagai tradisi yakni kecenderungan-kecenderungan spiritual maupun kultural yang bersifat kolektif. Bentuk dan isi dengan sendirinya dapat mencerminkan perkembangan sosiologis, atau menunjukkan perubahan-perubahan yang halus dalam watak kultural.
Pendekatan sosiobudaya tersebut, dapat digunakan dalam penelitian ke dalam dua segi. Pertama, berhubungan dengan aspek sastra sebagai refleksi sosiobudaya. Kedua, mempelajari pengaruh sosiobudaya terhadap karya sastra (Endraswara, 2008: 93).
Pendekatan yang mengungkap aspek sastra dengan refleksi dokumen sosiobudaya, mengimplikasikan bahwa karya sastra menyimpan hal-hal penting bagi kehidupan sosiobudaya. Pendekatan ini hanya mengungkap persoalan kemampuan karya sastra mencatat keadaan sosiobudaya masyarakat tertentu. Jadi, pendekatan ini tidak memperhatikan struktur teks, melainkan hanya penggalan-penggalan cerita yang terkait dengan sosiobudaya.
2.    Eksistensi Bumi Cinta dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat
Buehler (2009: 53) menjelaskan, keberhasilan demokrasi di Indonesia dipengaruhi oleh pemahaman bahwa nilai-nilai demokrasi bersumber dari ajaran Islam. Dari penjelsan tersebut dapat digambarkan bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran agama dalam konteks politik, disinalah dapat dilihat peran penting para tokoh agama dalam mengrahkan pandangan masyrakat. Pemahaman tentang nilai budaya dalam kehidupan manusia diperoleh karena manusia memaknai ruang dan waktu. Makna itu akan bersifat intersubyektif karena ditumbuh-kembangkan secara individual, namun dihayati secara bersama, diterima, dan disetujui oleh masyarakat hingga menjadi latar budaya yang terpadu bagi fenomena yang digambarkan.
Salah satu jalan untuk menikmati karya sastra adalah melalui pengkajian stilistika. Stilistika adalah ilmu yang mempelajari gaya bahasa suatu karya sastra. Semakin pandai pemanfaatan stilistika, karya sastra yang dihasilkan akan semakin menarik. Menurut Endraswara (2008: 72) penelitian stilistika berdasarkan asumsi bahwa bahasa sastra mempunyai tugas mulia. Bahasa sastra memiliki pesan keindahan dan sekaligus membawa makna. Tanpa keindahan bahasa, karya sastra akan menjadi hambar. Keindahan karya sastra, hampir sebagian besar dipengaruhi oleh kemampuan pengarang dalam memainkan bahasa. Gaya dalam konteks kajian retorika berkaitan dengan cara penyampaian gagasan dan efeknya bagi pembaca. Istilah retorika itu sendiri lazim diartikan sebagai seni dalam menekankan gagasan dan memberikan efek tertentu bagi penanggapnya.
Selain aspek estetika, karya sastra juga harus menampilkan aspek etika (isi) dengan mengungkap nilai-nilai moral, kepincangan-kepincangan sosial, dan problematika kehidupan manusia beserta kompleksnya persoalan-persoalan kemanusiaan. Habiburrahman El Shirazy merupakan seorang pengarang yang ikut meramaikan dan mampu menggugah dunia kesusastraan Indonesia dewasa ini. Keanekaragaman dan style Habiburrahman El Shirazy melalui novel Bumi Cinta sangat perlu dan menarik untuk diteliti. Sejak kemunculannya novel Bumi Cinta mendapatkan tanggapan positif dari penikmat sastra. Novel ini sangat religius, berkisah tentang seorang pemuda muslim Indonesia di tengah kehidupan Moskow, Rusia yang penuh dengan tantangan-tantangan.
Sistem nilai budaya merupakan inti kebudayaan, sebagai intinya ia akan mempengaruhi dan menata elemen-elemen yang berada pada struktur permukaan dari kehidupan manusia yang meliputi perilaku sebagai kesatuan gejala dan benda-benda sebagai kesatuan material. Sistem nilai budaya terdiri dari konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat, mengenai hal-hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup. Karena itu, suatu sisitem nilai budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia. Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem nilai pendidikan budaya merupakan nilai yang menempati posisi sentral dan penting dalam kerangka suatu kebudayaan yang sifatnya abstrak dan hanya dapat diungkapkan atau dinyatakan melalui pengamatan pada gejala-gejala yang lebih nyata seperti tingkah laku dan benda-benda material sebagai hasil dari penuangan konsep-konsep nilai melalui tindakan berpola.
Dalam kehidupan sosial budaya masyarakat tradisional religius, pemimpin spiritual memiliki peranan yang lebih penting daripada yang lain. Pergeseran nilai sosial budaya yang terjadi pada masyarakat, selain perubahan internal atau dari dalam diri pribadi. Peran tokoh agama mendominasi pergeseran nilai-nilai budaya tersebut.
Kisah di novel ini terbilang sangat menarik. Ayyas, dikisahkan melakukan riset Thesis di MGU, kemudian bertemu dengan Anastasia Palazzo. Karena keterbatasan dana, dia mendapatkan apartemen yang murah atas bantuan teman SMP nya Devid yang ternyata dihuni oleh dua perempuan yang cantiknya sangat mempesona. Merekalah Linor kemudian diketahui berdarah Palestina dan Yelena, seorang pelacur papan atas dengan pesona fisik khas nonik-nonik Rusia yang sangat menggoda.
Kehidupan yang bebas di Rusia memberikan godaan yang dahsyat bagi Ayyas. Bagaimana ia menajaga pandangan selama berinteraksi satu rumah dengan Linor dan Yelena yang sama-sama menggunakan dapur dan ruang tamu. Yelena yang berpakaian sangat minim di rumah, juga pernah menggodanya. Namun kekuatan iman Ayyas berhasil melewati semua itu.
Novel ini berhasil menuturkan detail kisah kuatnya menjaga kehormatan Ayyas dengan sangat lengkap hingga kita juga menyadari bahwa Ayyas juga seorang manusia biasa dengan segala kekurangannya.
Banyak pesan dan hikmah yang banyak mengalir di tulisan ini. Bahkan sangat direkomendasikan buat anda khusunya pada lelaki yang sedang menempuh setudi di negara yang sangat bebas. Episode keteladanan Ayyas dalam menjaga kehormatannya, juga dituliskan beberapa langkah aplikasi dari hadits-hadits Rasulullah membuat novel ini berisi pesan yang sangat aplikatif. Bagaimana puasa bisa meredam nafsu, bagaimana tilawah mampu mengikat hati kita dengan Allah, dan bagaimana Masjid menjadi sarana terindah untuk meneguhkan iman, menjadi tulisan-tulisan yang menarik dalam novel ini.
Untuk lengkapnya anda bisa download Ebooknya disini Download

Kumpulan Serial Number

HOME SECURITY 1. AVG INTERNET SECURITY 8MEH-R3VBQ-DC433-3FPOA-YK6TW-NEMBR-ACED 8MEH-RPTGT-KMOL7-EEEVR-KYX7C-LEMBR-ACED 8MEH-RF22Z-ANGGS-...